MENCARI KAMBING HITAM AJANG ADU DOMBA UMAT

MENCARI KAMBING HITAM AJANG ADU DOMBA UMAT

Wahai kalian yang telah ridho Allah sebagai Rabb kalian, Islam sebagai Dien kalian, dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul kalian, ketahuilah Allah Ta’ala telah menurunkan dalam Al Quranul Karim:

“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) tersiar dikalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan akhirat. Dan Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. An Nuur:19)

Dalam ayat ini, jelas kaum muslimin di larang menyebarkan berita-berita mengenai aib dan keburukan seorang muslim yang belum jelas kebenaranya. Dan barang siapa yang melakukannya maka Allah Ta’ala mengazabnya dengan azab yang pedih di dunia dan di akhirat.

Berkaitan dengan perang opini yang ditiupkan oleh musuh-musuh Islam, yang mana mereka menyebarkan berita-berita bohong, untuk menghasut, membuat ragu, memecah persatuan kaum muslim, maka waspadalah dalam menyerap informasi-informasi. Sebagaimana Allah Ta’ala firmankan:

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu oran fasik membawa berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menysal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al Hujuraat:6)

Berhati-hatilah wahai saudaraku, musuh-musuh kita (Islam) akan senantiasa mereka berupaya dengan segenap kemampuannya untuk memecah belah kita, melemahkan kita, dan setelahnya mereka menghinakan kita dengan menguasainya.

Mereka (kaum fasiqun dan kafirun), akan terus menyebarkan berite-berita bohong untuk menghasut, mengadu domba kita, dan mereka tidak segan-segan menuduhkan diantara kita sebagai Aikon kambing hitam dengan label sebagai actor (dalang) konspirasi rekayasa sebuah gerakan.

Hal ini akan bisa kita lihat dan rasakan, ketika mereka menyebarkan isue-isue yang memfitnah saudara-saudara kita yang jujur dalam imannya, berdakwah tauhid dan berjihad fiisabilillahh, guna memerangi musuh-musuh Islam.

Mereka menuduh si fulan jasus (mata-mata), si fulan di peralat musuh, gerakannya sebagai rekayasa konspirasi dan seterusnya.

Sebagaimana apa yang mereka lakukan saat ini dengan menyebarkan isue saudara Sofyian Tsauri (jasus) sebagai dalang konspirasi gerakan  perlawanan Al Qaida Serambi Mekkah, dalam memerangi thoghut, dengan tanpa data dan bukti-bukti yang valit, apalagi tidak ada tabayun kepada yang bersangkutan.

Penyerangan opini, bermotif seperti ini sudah terlalu sering mereka lakukan kepada para mujahidin seperti dalam peristiwa WTC 11 September 2001, amaliyat yang dilakukan oleh para mujahidin yang tulus, mereka menuduhnya dengan menyebarkan berita-berita

bohong, bahwa kejadian itu adalah rekayasa kaum yahudi, dan memfitnah Syeikh Usamah bin Laden sebagai agen Amerika.

Dan dalam peristiwa-peristiwa bom syahid di Indonesia dalam menyerang musuh-musuh Islam dalam segala aspek kepentingannya. mereka menyebarkan issue, ini rekayasa Amerika dan Malasya dan memfitnah Nurdin M Top sebagai actor jasusnya danseterusnya.

Dengan penyebaran issue-isue berita bohong seperti ini, apa yang mereka mau???

–          Yang mereka mau, gerakan mujahidin tidak mendapatkan dukungan dan simpati dari umat

–          Yang mereka mau, kaum muslimin tercerai berai dan mudah bagi mereka mengadu domba dan melemahkannya

–          Yang mereka mau, mereka menghinakan kaum muslimin dan mengiasainya

Maka telitilah wahai saudaraku sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

“mengapa diwaktu kamu mendengar berita-berita bohong itu orang-orang mukmin dan wanita-wanita mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka dan (mengapa tidak) berkata: “ini adalah berita bohong yang nyata” (QS. An Nuur:12).

Wahai sudaraku janganlah terhasut, sekalipun para penyebar berita bohong itu memakai surban. Tidak ada jaminan semua yang bersurban baik. Maka hilangkanlah prasangka-prasangka buruk terhadap saudara muslimmu. Sebagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Jauhilah prasangka, karena prasangka itu adalah sedusta-dustanya pembicaraan.” (HR. Bukhari)

Wahai saudaraku,  bersabarlah dengan kondisi ini, karena apa yang kita alami pada zaman dimana kita hidup, sudah Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwasalam beritakan dalam haditsnya:

“Sungguh menjelang kedatangan dajjal ada tahun-tahun penipu, disaat itu orang jujur didustakan dan orang-orang dusta dianggap jujur, orang yang amanah tidak dipercaya dan orang-orang yang khianat justru dipercaya.” (HR. Ahmad).

Sekiranya, apa yang mereka sebarkan isue-isue itu benar, dan kalau ada di antara mereka yang mengaku-ngaku sebagai seorang muslim, kenapa mereka tidak menutup aib saudaranya, dan seandainya benar adanya suatu penghianatan terhadap tubuh kaum muslimin, kenapa mereka tidak menghukuminya sebagaimana syariat Islam mengatur hal ini. Hukum bagi penghianat (jasus) adalah dipenggal lehernya (hukum mati) di atas kemurtadtan. Kenapa mereka tidak melakukannya? Akan tetapi hanya sibuk menyebar-nyebar isue, sesungguhnya siapa sejatinya mereka itu???

Dari Abu Hurairah ra. Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasalam bersabda:

“barangsiapa membebaskan seorang mukmin dari kesusahan hidup didunia, niscaya Allah akan membebaskanya dari kesusahan dihari kiamat. Barangsiapa yang memberi kemudahan kepadanya dari kesulitan, niscaya Allah akan memberikannya kemudahan didunia maupun diakhirat. Barangsiapa menutup aib seorang muslim, Allah akan menutup aibnya didunia maupun diakhirat. Allah akan senantiasa menolong hambanya selama hamba tersebut senantiasa menolong saudaranya…” (HR. Muslim)

Dan dari Ibnu Masud ra. Berkata:

“Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda: “tidak halal darah seorang muslim

Yang bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, kecuali salah satu dari tiga alas an: orang

yang telah menikah kemudian dia berzina, hukuman mati bagi pembunuh (qishas), dan

orang yang keluar dari agamanya serta memisahkan diri dari jamaah (khianat)”

(HR. Bukhari dan Muslim).

Dengan demikian dari penjelasan hadits-hadits diatas, jelaslah apa yang mesti kita lakukan dalam menyikapi berita-berita bohong itu, dan akan terkuaklah siapa sesungguhnya mereka yang sebenarnya. Sekalipun berselimut sorban, dan bersembunyi dibalik gelar kiyai haji.

Ketika mereka bermesra-mesraan dengan thoghut, serta dakwah mereka hanya untuk menyenangkan hati thoghut, maka tidak ragu lagi merekalah Ulama suu’ sebagai kaki tangan thoghut. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

”kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, Sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. meraka Itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan[1462] yang datang daripada-Nya. dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. mereka Itulah golongan Allah. ketahuilah, bahwa Sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.”(QS. Al mujadilah:22).

Wahai saudaraku hindarilah diri kalian dari ikut andil dalam menyebarkan isue-isue berita bohong itu. Yang ditiupkan oleh kaum muqalidun (para penikam jihad) jagalah diri dan saudaramu dari azab yang besar sebagaimana firman-Nya:

“Dan barangsiapa diantara mereka yang mengambil bagian penyiaran terbesar dalam berita bohong itu maka bagi mereka azab yang besar”. (QS. An Nuur:11)

Wahai saudaraku, dengan menyebarkan isue-isue tentang berita bohong mereka menipu kalian, sebagaimana Allah Ta’ala  berfirman:

“Dan ingatlah, ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan tipu daya terhadapmu (Muhammad) untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik membalas tipu daya” (QS Al Anfal:30)

Maka cukuplah Allah Ta’ala sebagai pelindung dan penolong bagi kalian. Sebagaimana firman-Nya:

“Dan jika mereka hendak menipumu. maka sesungguhnya  cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu, Dialah yang memberi kekuatan bagimu dengan pertolongan-Nya dan dengan dukungan orang-orang yang beriman (mukmin).” (QS. Al Anfal:62)

Dan bagi kalian wahai orang-orang yang gemar meyebar berita-berita bohong itu, takutlah kalian akan azab yang telah menanti kalian bila kalian terus-menerus menyebarkan fitnah-fitnah terhadap para mujahidin sedang kalian enggan bertaubat, maka perhatikanlah firman Allah ta’ala berikut ini:

“Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, Maka bagi mereka azab jahanam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar. (QS. Al Buruj:10)

Wallahu a’lam bishowab…

Bumi Allah, PMJ

2 Ramadhon 1413H.

Zacky Rahmatullah

Pos ini dipublikasikan di Al Jihad, NASEHAT, True Story. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s