MASIHKAH ANDA MENCINTAI ISTRI SESUDAH PERNIKAHAN?

MASIHKAH ANDA MENCINTAI ISTRI
SESUDAH PERNIKAHAN?

Seringkali kita dengar bahwa Fulan menceraikan istrinya padahal masih dalam suasana bulan madu, atau justru suami masih melakukan lagi tradisi lamanya; begadang bersama kawan-kawannya, atau justru menganggap pernikahan sebagai mala-petaka. Di antara mereka juga ada yang meyakini bahwa jalinan suami-istri merupakan cinta dan kasih sayang sehingga merasakan ketenangan lantaran rumahtangganya bertumpu pada pondasi yang kokoh, meski badai penderitaan datang bertubi-tubi, namun suasana rumahtangga tak goyah sedikitpun lantaran jalinan suami-istri lebih tangguh daripada badai penderitaan, dengan demikian terciptalah keharmonisan suami-istri yang diidam-idamkan atas ijin Alloh l.
Wahai suami yang mulia, sesudah kita sepakat memilih istri sholihah, sedangkan Anda telah mengenalinya secara baik mengenai karakternya sebelum pernikahan, di antara Anda berdua telah saling bersikap jujur dan telah mengantisipasi serta melakukan preventif demi kesuksesan pernikahan yang diberkati Alloh l , tak ada lain yang patut saya ucapkan kepada Anda selain : “Semoga Alloh l memberkatimu melalui istrimu, semoga Alloh l memberkati istrimu melalui dirimu dan menjadikan seluruh hari-harimu seakan madu”.

Sungguh Alloh l telah memuliakanmu dengan istri sholihah yang tidak bisa diukur dengan nilai pebendaharaan duniawi. Anda telah benar-benar mengenyam keharmonisan rumahtangga, istrimu telah mencurahkan energinya demi kebahagiaanmu semata, pasalnya Anda adalah suaminya dan kekasihnya. Oleh karena itu sudah semestinya anda sanggup menyikapi keharmonisan ini dan selanjutnya bagaimana anda membahagiakan istrimu dan kekasihmu.
Hendaklah kita bersama menikmati kelana untuk saling mengenali apa yang diinginkan wanita dari suaminya, apa yang dibenci, apa yang membuatnya bahagia dan apa yang membuat dia menderita?
Makanya saya berharap Anda bersabar dan sanggup bersama saya mengamat-amati kebun madu, jika ada indikasi sesuatu, maka indikasi itu adalah kemuliaanmu, kecerdasanmu, kebaikan akhlakmu dan sekaligus pertanda keseriusanmu membahagiakan istrimu. Semoga Alloh l mengkaruniakan taufik kepadamu.
Mayoritas para pemudi mendambakan dan mengimpi-impikan datangnya suami kelak dengan mengendarai kuda putih lalu membawanya terbang menuju istana besar, di taman indah nun jauh di sana untuk hidup bersamanya penuh harmonis. Ia berharap agar kuda yang dikendarai gagah berani seperti ´Antaroh, dermawan seperti Hâtim Ath -Thôî , bijak seperti Iyâs, romantis seperti Qois bin Malûh, tampan seperti Yûsuf q dan kaya seperti Sulaiman q.
Begitulah kriteria suami yang didambakan setiap pemudi di planet bumi ini. Yang didambakan untuk masa depan cerah kelak adalah suami yang berkulifikasi serba sempurna, tampan, kaya, toleran dan dermawan. Pendek kata yang bisa memenuhi setiap kebutuhannya, melindunginya, memelihara dirinya, menjaga dirinya, mencintainya, sanggup memahami apapun yang ia inginkannya dan menerima dengan lapang dada seluruh kekurangannya, itu semua impian fiksi belaka.
Kenyataannya pemudi itu tidak sanggup mewujudkan impian tersebut, padahal dia paling tidak suka suaminya kelak sebagai suami yang bakhil, pemalu dan berkepribadian lemah.
Adapun sisi kekurangan suami yang tidak disukai pemudi namun sebagai konpensasi keistimewaannya adalah perbedaan umur dan tidak tampan.
Beberapa kriteria penting yang menarik wanita antara lain :

1) Harta dan kedermawanan.
2) Hidup sukses.
3) Memiliki kejantanan dan kuat.
4) Pemuda dan tampan .

Wanita suka dicemburukan suaminya sebagai pertanda bahwa suaminya cinta padanya, sangat antusias padanya dan mengkhawatirkannya. Namun cemburu berlebihan, terlebih jika tidak ada alasan yang bisa dibenarkan terkadang justru memperburuk citra wanita, menyebabkan kemelut padanya dan menjadi obyek pembicaraan orang lain. Wajar sekali jika Rosûlulloh n melarangnya :
« نَهَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أَنْ يَطْرُقَ الرَّجُلُ أَهْلَهُ لَيْلًا يَخُوْنُهُمْ أَوْ يَطْلُبُ عَثَرَاتِهِمْ »
“Rosûlulloh n melarang laki-laki mendatangi keluarganya pada malam hari lantaran menyakitinya atau mencari-cari kesalahan.”
Wanita juga menyukai suami memperelok tampilannya untuk menyenangkan istrinya, namun terkadang justru membuatnya tak suka, atau malah membuatnya minta cerai manakala berlebihan.
Abdulloh bin Abbâs h berkata : “Saya gemar berhias untuk istriku, begitu sebaliknya istriku gemar berhias untukku”.
Berhiasnya dan gemarnya lelaki menarik istrinya membuat istri merasa diperhatikan sang suami, terkadang keelokan serta ketampanan sang suami lebih dari sekedar memuaskan daya tarik sang istri di depan yang lain, namun lebih dari itu meningkatkan motifasi sang istri untuk senantiasa menjaga kehormatan dirinya dan bersikap sepenuh hati terhadap suaminya.

Wanita amat senang cumbu-rayu, kelemah-lembutan dan hak-hak berupa canda serta bersenang-senang yang ditunaikan oleh sang suami, itu bisa ditempuh menurut kesanggupan serta kemampuan sang suami, bisa hanya dengan bercengkrama, tour, anjang sana dan lain sebagainya.
Termasuk menyenangkan istri adalah bercakap-cakap bersama istri secara baik, dengan retorika lembut lagi sopan. Kata-kata yang baik memiliki efek signifikan terhadap kejiwaan dan perasaan, makanya mendengarkan dengan baik percakapan sang istri, menghargai pendapatnya dan mengaplikasikannya jika itu merupakan kebenaran. Dalam hal ini, Rosûlulloh n adalah suri tauladan bagus, di mana beliau mempergunaka ide serta persepsi Ummi Salamah pada hari Hudaibiyyah untuk kemaslahatan dan keselamatan kaum muslimin.
Termasuk memberi kebahagiaan sang istri manakala suami menjaga tampilan kejantanannya, tidak menyia-nyiakan indikasi kejantanannya baik aspek fisik maupun nonfisik dan tidak bersikap terlalu lembut hingga mejatuhkan kehebatannya, kehormatannya dan harga dirinya.
• Wanita merasa happy jika mendengar kata-kata “I love you” dari sang suami, pasalnya istri memiliki kepekaan terhadap rangsang luar biasa, di samping kemampuan merangsang lawan bicaranya atau pendengarnya. Kata-kata “I love you” mampu mengungkap cakrawala kehidupan, menggugah harapan dan mampu menggoreskan media keharmonisan dengan pena cinta.
• Jagalah istrimu, bentengilah dia dengan gelang cintamu dan ikatlah dia dengan rantai simpatimu, sehingga dia sebagai wanita prioritas untuk menerima simpatimu, dengan demikian wanita bisa dimiliki serta dikendalikan dengan cinta.
• Wanita sangat berbahagia manakala Anda mengucapkan padanya “Good-bye” , dan memeluknya dengan peluk-cium hangat yang dikemas dengan kata-kata lembut dan mesra.

Peluk-cium kepada sang istri lebih dari yang pernah dibayangkan sebelumnya, pasalnya kenikmatan yang bisa dirasakan oleh kejiwaan amat kompleks; tak bisa dideteksi, dengan kata lain apa yang dicapai oleh pengalaman jiwa sang istri tidak bisa diketahui, begitu juga gejala-gejala jiwa yang lain.
Sungguh hangatnya peluk-cium yang dilakukan pada pipi dan kedua bibir sang istri sebagai ekspresi cinta, rindu dan tulusnya hati sang suami merupakan peristiwa amat mengesankan bagi sang istri, di samping keseriusanmu mengharmoniskan sang istri melalui ungkapan lubuk hatimu dan rindumu tentu memberikan kesan tersendiri terhadapnya.

HAL-HAL YANG DIBENCI ISTRI

Banyak hal-hal yang tidak disukai istri yang menyebabkan dirinya menderita dan sengsara. Di antaranya :

1) Cueknya sang suami terhadapnya.
2) Sedikitnya bicara suami kepadanya.
3) Minimnya apresiasi suami terhadap kecantikannya.
4) Sedikitnya finansial yang dimiliki sang suami hingga tak mencukupi kebutuhan hidup. Jika Anda ingin tahu bagaimana Islam memberikan solusi terhadap kepapaan, bacalah buku kami yang berjudul “Sulitnya Rezeki” .
5) Kikirnya sang suami padahal kaya.
6) Sakit kronis yang diderita Suami.
7) Terlalu lama keluar rumah, lebih-lebih malam hari.
8) Duduk terlalu lama di rumah.
9) Campur tangannya sang suami dalam urusan tugas istri khususnya mengurus rumah.
10) Bau rokok. Pasalnya bau rokok tidak sedap selain menyebabkan penyakit berbahaya bagi perokok sendiri dan orang di sekitarnya, terlebih anak-anak kecil.
11) Memandang dan berbicara dengan wanita lain padahal istri menyaksikan.
12) Kurangnya rasa hormat kepada istrinya, khususnya di hadapan orang lain.
13) Kurangnya rasa hormat kepada kerabat dan kawan-kawan sang istri.
14) Cueknya suami terhadap kebutuhan-kebutuhan rumah yang essensi.
15) Seringnya menerima tamu di rumah.
16) Hal-hal yang juga menyebabkan beragam problim suami-istri adalah banyaknya ulem (sering mengadakan acara makan bersama tamu), sementara suami muslim wajib mempergauli istri sebagai manusia yang punya hak-hak yang mesti ditunaikan, pasalnya dia bukan pelayan atau koki.

Di saat-saat banyak tamu dan seringnya memprioritaskan ulem di luar kewajaran, seharusnya suami membawa para tamunya ke rumah makan, mengambilkan buat tamunya makanan siap saji, atau mendatangkan pelayan maupun koki untuk meringankan istrinya, jika tidak sanggup hendaklah ia meminimalisir jumlah tamunya menurut kemampuan yang ada. Hendaklah suami tidak memaksakan istrinya memperbanyak variasi makanan namun secukupnya saja, tidak terlalu mengada-ada, atau boros, atau justru kikir bin bakhil.
Sebagai kompensasi, istri muslimah yang mencintai suami seharusnya memuliakan kerabat dan kawan-kawan suaminya, khususnya para tamunya yang tiba-tiba datang, di samping wajib baginya untuk gemar menjadikan setiap amalnya murni mencari muka Alloh l semata dan mengharap pahala-Nya, sehingga Alloh l ridho padanya, begitu juga suaminya, sehingga Alloh l memberkati kehidupan suami-istrinya, pada akhirnya hidupnya harmonis dan enjoy.

SENTUHAN PSIKIS ANTARA
SUAMI-ISTRI

1) Hendaklah masing-masing suami-istri mengungkapkan rasa cintanya antara satu sama lain, dengan ucapan maupun perbuatan tanpa ragu-ragu atau malu. Hendaklah dilakukan secara variasi dari waktu ke waktu.
2) Suami dan istri adalah satu eksistensi, makanya antara satu dengan yang lain wajib bersikap transparan tentang penderitaan dan kesedihan yang dialami. Hendaklah antara satu sama lain saling simpati dalam kesedihan dan penderitaan yang dialami.
3) Kesatuan visi dan missi antara suami-istri, menghilangkan setiap sekat pemisah dan membuat program untuk satu format masa depan yang disepakai di antara dua belah pihak adalah persoalan intern suami-istri, program masa depan tersebut dari mereka berdua dan untuk mereka berdua.
4) Dalam kondisi berat dan kelelahan spitritual maupun fisik antara satu sama lain harus saling menopang, karena cara demikian membantu mengurangi kelelahan di samping menciptakan semangat baru.
5) Menampung ide bermanfaat, diskusi yang sehat, saling tukar-menukar pendapat, memecahkan masalah secara logis dan opsi-opsi positif sangat berguna, tentu saja dengan cara saling hormat-menghormati, tak usah adu mulut dan dengan suasana keakraban.
6) Manusia merasakan kesenangan lebih-lebih saat dipuji, sementara ungkapan-ungkapan lembut merupakan hal penting bagi suami-istri, dengan demikian antara satu sama lain hendaklah menyanjung atas usaha yang dilakukan oleh masing-masing dan ini dipandang sebagai keharusan yang mesti disermpurnakan serta ditunaikan. Pakailah ungkapan-ungkapan terima kasih atas terpenuhinya tuntututan yang diberikan.

Pesan buat suami yang mencintai istri :

1) Seharusnya suami memahami karakter-karakter positif istrinya yang mesti ia perhatikan, di samping membantu untuk menghindari karakter-karakter negatifnya, sementara tampilan elok dalam rumah harus senantiasa ia tunjukkan. Sebagaimana disinyalir hadits Rosûlulloh mulia n :

« اِغْسِلُوْا ثِيَابَكُمْ وَخُذُوْا مِنْ شُعُوْرِكُمْ وَاسْتَاكُوْا وَتَزَيَّنُوْا لِنِسَائِكُمْ » ‏
“Cucilah pakaianmu, rapikanlah serta rawatlah rambutmu (dan bulu-bulumu), sikatlah gigimu dan berhiaslah buat istrimu.”

2) Suami harus pula menjadi suri tauladan yang baik bagi istrinya sehingga ia harus koreksi dirinya, menyadari akan kekurangan diri sendiri baik dalam hal keteguhan pendirian, atau berlaku hormat, atau kemerdekaan, selanjutnya berusaha merubahnya dengan yang lebih baik.

Seyogyanya suami bersabar saat berusaha memperbaiki kekurangan istrinya, dengan kata lain menyikapi kekurangan istrinya seperti menyikapi kekurangannya sendiri, mengakui kesalahan, di samping berpikir bagaimana menghilangkan kesalahan atau kekurangan ini dengan mudah tanpa kendala atau kesulitan, tidak terkesan melecehkan, sombong dan menyinggung perasaan, namun yang ada justru memberi motifasi, pujian dan bersifat support. Hindarilah sikap yang sifatnya intruksi langsung lagi kaku. Pergunakanlah kata-kata lembut, sanjungan, pujian dengan nada tulus, cinta dan kasih-sayang. Makanya kikirnya sang suami tidak hanya dalam hal finansial saja, tapi juga tak pernah mengungkapkan rasa sayang, cinta dan perhatian (simpati). Manakala istri bertutur kata yang tak menyenangkan, kewajiban suami segera mengalihkannya seakan ia tak terdengar selanjutnya menggantinya dengan ungkapannya yang santun, bijak, elok dan memuji. Biasakanlah mempergunakan ungkapan-ungkapan bagus tersebut.

Rosûlulloh n bersabda :

«إِنَّمَا الْحِلْمُ بِالتَّحَلُّمِ ، وَ إِنَّمَا الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ ، وَمَنْ يَبْتَغِ الْخَيْرَ يَلْقَهُ ، وَمَنْ يَتَّقِ الشَّرَّ يُوْقِهِ»
“Kesabaran hanya bisa diraih dengan menggalakkan pribadi untuk bersabar,
sedangkan ilmu hanya dicapai dengan belajar. Barangsiapa mencari kebaikan niscaya memperolehnya dan barangsiapa memelihara diri dari kejahatan niscaya
terpelihara darinya.”
Oleh karena itu, suami yang bersikap sabar terhadap istrinya pasti dia membersihkan dirinya dengan cara memerangi kemarahannya, berlatih membiasakan akhlak baik dan mengemban missi mempertahankan akhlak itu, menghadapi situasi sulit dengan hati tabah, pola pikir bersih, bersahabat, bijaksana, nasehat penuh kelembutan dan senyuman.
Apabila suami mengaplikasikan sikap tersebut atas dasar mencari muka Alloh semata, niscaya diganjar sesuai keikhlasannya, sedangkan Alloh l tidak menyia-nyiakan pahala hamba yang berbuat baik.
• Yang membikin letih suami adalah sikapnya sendiri, di mana ia mempola istrinya dengan pola tertentu tanpa mau merubah karakternya, ia ingin mempergauli pola tersebut, bukan mempergauli istri yang benar-benar istri.

Dari situasi seperti ini biasanya terjadi kles. Untuk menghindari kles itu, hai suami yang terhormat, coba camkan nasehat penyair faktual tentang perempuan :

Sungguh para wanita bak pohon yang tumbuh bersama #
Ada yang pahit, namun di antara yang pahit ada yang dimakan.
Sungguh andaikan para wanita diciptakan dari emas #
Di antara mereka juga ditranfer dari sesatnya kebodohan

Sementara nasehat doktor Kâmil Bûhî mengatakan : “Suami berkewajiban memahami benar kebiasaan wanita, banyak bersabar menghadapi keburukannya, tak usah terpengaruh keinginannya, namun setelah itu gemar toleransi padanya, membangunnya, menunaikan hak-haknya dan melihat sebelah mata terhadap semua kesalahannya”.

Apabila suami mengikuti nasehat-nasehat berikut ini, niscaya suami harmonis berbicara menurut realita bukan fatamorgana :

• Deritaku menjadi manis lantaran disebut wanita cantik, berkat mereka pula ruang makan dan minumku menjadi bersih.
• Meski menderita penyakit paralysis dibuatnya, juga karena letih, menanggung sedih dan penyakit kronis
• Namun setelah penat, semakin terpujilah kendaraan ontaku, ia bertambat di dunia pernikahan.
• Berteduhlah jiwaku di bawah naungan kenikmatannya, merasakan misteri jalinan cinta-kasih.
• Meski mentari kehidupan terbit bersinar, di hari-harinya, namun dipersilahkan segera pergi.
• Masa-masa remaja berlalu bersama janjinya, laksana pancaran cahaya kilat atau kilau fatamorgana.
• Jika mau bergegaslah bersama sinar kilat dan kilau fatamorgana menuju kelezatan sebelum sirnanya, juga bersama pelukan angin dan percikan air liur.
• Silahkan mendambakan itu jika menginginkan kesia-siaan, atau Anda ingin menyikapi dunia sebagai wajah pemudi.
• Manakala Anda mengerti keharmonisan pernikahan, bawalah bersama keelokannya kepada yang membujang .

CENGKRAMA ANTARA PRIA & WANITA

Cengkrama antara lelaki dan perempuan menurut persepsi masing-masing.

Pria :
 Kami lelaki berusaha maksimal, giat bekerja untuk hidup-kehidupan, menghalau bermacam-macam kendalanya, bergulat demi mendapat kenikmatannya, lalu pulang ke rumah dalam kondisi penat sembari menunggu kata-kata cinta, terpenuhinya sentuhan lembut, halus dan simpati namun kenyataannya tidak kami dapatkan.

Wanita :
 Kami perempuan mengurus rumah, mendidik putra-putrimu dan mempersiapkan menu untukmu, namun kesan yang kami dapatkan hanya sangkalan dan sikap tak tahu diuntung.

Pria :
 Itulah job layak yang memang diciptakan demikian, namun kenyataannya tidak membuaatmu menjadi lebih terhormat .

Wanita :
 Kamu juga begitu, kalau demikian kita sama-sama kan?

Pria :
 Tapi perempuan bagian yang memiliki rasa simpati dan cinta-kasih, karena memang wanita adalah sumbernya, makanya kami berharap darimu cinta-kasih dan simpati untuk menghilangkan penatnya kehidupan melalui lembutnya tutur katamu dan harmonisnya perasaanmu.

Wanita :
 Bagaimana mungkin kamu menginginkan air dari sungai kering? Bagaimana bisa kamu mendapatkan cinta-kasih dan simpati dari kami, sedangkan kami tidak memperoleh itu darimu? Padahal kamu tahu wanita dibikin bahagia dengan ungkapan kata-kata yang manis hingga wajahnya mampu memancarkan sinar cinta-kasih dan simpati, kemudian membuat sekitarnya juga harmonis.

Pria :
 Bagaimana mungkin kamu menginginkan ungkapan itu dariku, hai perempuan, padahal kami tidak ada kesempatan untuk itu, pasalnya kami mengarungi samudra kehidupan demi memenuhi kebutuhanmu dan kesukaanmu?
Wanita :
 Hemm … hemm … kamu mesti tahu betapa kebutuhan kami akan cinta-kasih dan simpati lebih dari kebutuhan kami kepada materi, pasalnya wanita laksana bunga simpati yang hidup dengan fitrah cinta-kasih.
Pria :
 Apa yang kamu inginkan dari kami agar kita bisa hidup harmonis?

Wanita :
 Agar hidupmu berada dalam taman keharmonisan, mengenyam nikmatnya kegairahan hidup dan lezatnya keharmonisan, berikanlah simpatimu dan cintamu kepada kami, niscaya kami akan mengubah kepenatanmu menjadi enjoy, keputus asaanmu menjadi harapan dan kesedihanmu menjadi riang-gembira.

Pria :
 Mulai hari ini akan aku sampaikan kepada kaum lelaki dan mereka akan aku bikin puas dengan hal tersebut agar kami bisa mengenyam keharmonisan hidup bersama.

Wanita :
 Begitu juga aku. Aku akan bikin lega kaum wanita agar hidup-kehidupan suami-istri menjadi serasi, kami bersama kaum wanita yang lain akan bersenang hati lantaran kalian menjadikan hidup-kehidupan kami harmonis, begitu juga kalian akan bersenang hati lantaran kami akan membikin kalian harmonis, kami mencintai kalian dan kalian mencintai kami. Kami kaum wanita akan merajut benang harapan di tanah ladang yang tandus selanjutnya membawa kalian menuju taman cinta, kasih-sayang dan simpati.

Wahai suami yang mulia kenalilah karakter khusus istrimu

Yang pertama : ilmu kedokteran mutakhir tanpa menyangsikan memastikan bahwa wanita memiliki karaktert khusus yang tidak sama dengan pria. Dalam pada itu Abûl A´lâ Al-Maudûdî berpendapat :
“Hasil penelitian Biologi menetapkan bahwa wanita tidak sama dengan pria dalam segala sisinya, penampilan, tata caranya dan organ-organ fisiknya hingga partikel-partikel jasadnya, dan inti protein dalam jaringan selnya”.
Wanita melalui masa-masa tidak nyaman di badan saat menstruasi, nifas, hamil, persalinan dan menyusui. Di saat-saat menstruasi dan nifas umumnya wanita menderita sakit untuk sementara waktu, misalnya mulas, sembelit, gangguan pada kantung kemih (urinary), pusing-pusing, letih, stress, sesak nafas, mudah tersinggung, menangis, sukar berkonsentrasi dan lain sebagainya.
Adapun saat hamil biasanya kondisi lebih buruk, umumnya wanita menderita mual, muntah-muntah, tidak nafsu makan dan minum, tentu hal ini perlu banyak istirahat dan tidur. Di samping itu timbulnya gangguan pada sistem syaraf yang mempengaruhi keseimbangan kejiwaan, fisik dan benaknya. Umumnya mereka menderita kekurangan darah yang bisa memicu timbulnya berbagai penyakit. Di antara mereka saat hamil juga sangat peka terhadap bau-bauan tak terkecuali aroma minyak wangi. Acapkali mereka merasa terganggu dengan persetubuhan dengan kata lain cenderung menghindari persetubuhan. Saat hamil umumnya daya tahan wanita terhadap bermacam-macam penyakit menurun, di samping penyakit yang diderita sulit diobati ketika hamil dan menyusui, karena umumnya obat sangat riskan bagi janin maupun bayi yang menyusu.
Umumnya keluhan-keluhan tersebut bukan penyakit yang sesungguhnya, akan tetapi lebih sebagai keluhan-keluhan sesaat sebagai akibat kondisi yang dialami wanita, makanya biasanya keluhan tersebut hilang seiring hilangnya faktor-faktor kewanitaannya.
Maka dari itu semestinya suami muslim memperhatikan karakter istrinya, sebab kondisi tersebut sering menimbulkan berbagai problim pihak suami lantaran kesalah pahaman terhadap karakter khusus wanita, bahkan terkadang berbuntut kepada perceraian.
Pernah seorang lelaki menceraikan istrinya gara-gara tak memenuhi ajakannya. Istrinya menghindari dan tidak merespon ajakan persetubuhan suaminya lantaran bau-bauannya, lalu suami mengiranya tidak lagi menyintai dirinya dan menuduhnya bercinta dengan lelaki lain, padahal sebab utamanya adalah hamil pertama yang membuat sang istri menghindar hanya lantaran bau-bauan yang dipakainya, bahkan ia terasa mual dan mau muntah dikarenakan bau-bauan itu.
Sungguh wanita sangat perasa mudah sekali dipengaruhi perasaan atau emosinya, tertarik kepada beragam warna, terkadang dipengaruhi kewanitaannya atau keibuannya sehingga memicunya melakukan hal-hal yang terkadang tidak logis atau kurang bisa diterima seorang lelaki, sesekali ia membeli barang-barang yang menurutnya sangat penting, padahal menurut suami sama sekali tak bermanfaat buatnya. Wanita seringkali memanjakan putra-putrinya, sementara sang suami menilai hal itu negatif buat anak di kemudian hari.
Rosûlulloh n telah menjelaskan karakter tertentu wanita ini kepada kita melalui beberapa hadits dengan lafazh-lafazh yang hampir sama :
« اَلْمَرْأةُ كَالضِّلَعِ ، إنْ أَقَمْتَهَا كَسَرْتَهَا ، وَ إنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اسْتَمْتَعْتَ بِهَا وَفِيْهَا عَوَجٌ »
“Wanita itu laksana tulang rusuk, jika kamu luruskan niscaya pecah dan jika kamu menikmatinya niscaya bisa merasakan nikmatnya, meski ada bengkoknya.”
« إنَّ الْمَرْأةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ لَنْ تَسْتَقِيْمَ لَكَ عَلَى طَرِيْقَةٍ ، فَإنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اسْتَمْتَعْتَ بِهَا وفِيْهَا عَوَجٌ ، وَإنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهَا كَسَرْتَهَا، وَكَسْرُهَا طَلَاقُهَا»
“Sungguh wanita diciptakan dari tulang rusuk, ia tidak akan bisa komit pada satu prinsip bersamamu, jika kamu menikmatinya niscaya bisa merasakan nikmatnya, meski ada bengkoknya, dan jika kamu hendak meluruskannya pasti pecah, padahal pecahnya berati perceraian.”
« إنَّ الْمَرْأةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ ، فَإذَا ذَهَبْتَ تُقِيْمُهَا كَسَرْتَهَا، وَ إنْ تَدَعْهَا فَفِيْهَا أود وبلغة»
“Sungguh wanita diciptakan dari tulang rusuk, jika kamu meluruskannya pasti pecah dan jika kamu biarkan menyimpang ”
« إنَّ الْمَرْأةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ ، وَإنَّكَ إنْ تُرِدْ إقَامَةَ الضِّلَعِ تَكْسِرْهَا، فَدَارِهَا تَعِشْ بِهَا»
“Sungguh wanita diciptakan dari tulang rusuk, jika kamu meluruskannya pasti pecah, makanya berlemah lembutlah padanya niscaya kamu enjoy bersamanya.”
« أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَاناً أَحْسَنُهُمْ خُلُقاً، وَ أَلْطَفُهُمْ بِأَهْلِهِ »
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik
akhlaknya dan paling lemah-lembut kepada istrinya.”

Pos ini dipublikasikan di Renungan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s