“…Maka,Pergilah Kamu Bersama Rabbmu”…(bag 8)

  1. 22. Serahkan Barang dagangan kepada “Sang Pembeli”

Kalian telah jual nyawa kalian kepada Alloh Ta’ala, kini di hadapan kalian hanya ada satu pilihan saja, yaitu engkau serahkan barang dagangannya kepada Sang Pembeli.  Allah ta’ala berfirman :

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالإنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Artinya : “Sesungguhnya Alloh telah membeli dari orang-orang beriman, jiwa dan harta mereka, dengan memberikan surga kepada mereka; mereka berperang di jalan Alloh lalu membunuh atau dibunuh. Sebagai sebuah janji yang benar di dalam kitab Taurat, Injil, dan Al-Quran. Dan siapakah yang lebih benar janjinya daripada Alloh? Maka berikanlah kabar gembira dengan jual beli yang kalian adakan, dan itulah keberuntungan yang besar.”(QS. At-Taubah 111)

Syaikh Abu Mus’ab Rahimahullah menjelaskan : “Jika pembeli telah menerima barang dagangan, maka terserah mau Dia apakan dagangan tersebut. Terserah mau Dia letakkan di mana; kalau Dia berkehendak, akan diletakkannya di istana, kalau Dia berkendak akan diletakkannya di penjara, kalau Dia berkehendak akan diberinya pakaian paling gagah, kalau Dia berkehendak akan menjadikannya telanjang kecuali sebatas penutup aurat, kalau Dia berkehendak akan menjadikannya kaya, kalau Dia berkehendak akan dijadikannya fakir miskin, kalau Dia berkehendak akan dijadikanya tergantung di tiang gantungan, atau menjadikan musuh menguasainya lantas membunuh atau mencincangnya.”

Sayyid Qutb Rahimahullah mengomentari kejadian yang menimpa Ashhabul Ukhdud, beliau mengatakan, “Contoh seperti ini pasti terjadi (lagi), di mana orang beriman tidak ada yang selamat dan orang kafir tidak ada yang disiksa. Hal ini agar tertancap dalam benak orang-orang beriman para pelaku dakwah kepada Alloh, bahwa mereka bisa saja dituntut mengakhiri jalan yang ia tempuh menuju Alloh dengan kejadian seperti ini. Supaya mereka mengerti bahwa mereka sama sekali tidak memiliki kekuasaan sedikitpun mengatur urusan, urusan mereka dan urusan akidah semata-mata dikembalikan kepada Alloh. Kewajiban mereka hanyalah melaksanakan kewajiban yang dibebankan kepada mereka setelah itu,  jalan. Kewajiban mereka itu adalah mengedepankan Alloh dan akidah di atas kehidupan, serta merasa tinggi dengan imannya di atas berbagai fitnah, dan berbuat jujur kepada Alloh dalam beramal dan niat. Setelah semua ini, Alloh akan memperlakukan diri mereka dan musuh mereka sebagaimana yang Dia kehendaki terhadap dakwah dan agama-Nya, bisa saja mereka akan mengakhirinya dengan salah satu kejadian yang sudah terjadi dalam sejarah iman, atau mengakhirinya dengan cara lain sesuai yang dikehendaki dan dilihat oleh Alloh. Mereka adalah orang-orang yang bekerja di sisi Alloh, apa kemudian pantas orang yang menjual seekor kambing marah, atau hatinya tidak terima, ketika sang pembeli menyembelihnya?”

Bukankah engkau mendengar kejadian yang menimpa singa Alloh dan singa Rosul-Nya, Hamzah? Perutnya dibelah, hatinya dikeluarkan, dan tubuhnya dicincang.

Bukankah engkau mendengar apa yang dialami manusia terbaik, Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, ketika perang Uhud?

Renungkanlah keadaan para nabi dan rosul yang merupakan makhluk-makhluk pilihan; nabi Ibrohim –alaihissalam– dilemparkan ke dalam api, nabi Zakariya –alaihissalam– digergaji tubuhnya, nabi Yahya –alaihissalam– (yang berjuluk as-sayyid al-hashur, yang artinya seorang teladan dan menahan hawa nafsu) disembelih, Nabi Ayyub  –alaihissalam– berkutat dalam bala ujian selama bertahun-tahun, nabi Yunus –alaihissalam–  dikurung di dalam perut ikan hiu, Nabi Yusuf –alaihissalam–  dijual dengan harga murah dan harus mendekam di penjara selama beberapa tahun.

Semua itu mereka jalani dengan rasa ridho terhadap robb dan majikan mereka yang Maha benar.

Dulu, ada sebagian salaf yang mengatakan, “Seandainya tubuhku dipotong-potong dengan gunting, itu lebih aku sukai daripada mengatakan kepada sesuatu yang sudah ditetapkan Alloh: “Seandainya saja itu tidak terjadi.”

Oleh karena itu, wahai ikhwan-ikhwanku, jadilah orang-orang yang tidak mencampuri urusan Alloh –sang majikan— dalam mengurus dirinya, tidak menentang pilihan yang Alloh pilihkan untuknya. Mereka yang kami ceritakan di atas tidak pernah campur tangan dalam pengurusan Alloh terhadap kekuasaannya, dengan mengatakan: “Seandainya begini, tentu jadinya begini,” tidak juga mengatakan, “Seandainya,” “Jikalau,” dan “Kalau saja,”

Pilihan yang Alloh berikan bagi orang beriman adalah pilihan teragung dan terbaik, walaupun tampaknya sulit dan berat, atau di dalamnya ada kehancuran harta, hilangnya jabatan dan kedudukan, kehilangan keluarga dan harta, atau bahkan lenyapnya seluruh urusan dunianya.

Ingatlah kisah perang Badar, lalu renungkanlah baik-baik. Kala itu sebagian shahabat menginginkan peristiwa Badar sebagai waktu menaklukkan kafilah dagang. Akan tetapi Alloh ta’ala memilihkan pasukan perang untuk mereka hadapi, padahal perbedaan antara keduanya sangat-sangat jauh. Apakah yang ada dalam kafilah dagang? Makanan yang disantab, setelah itu pergi ke tempat buang air, pakaian yang kemudian lusuh dan dibuang, serta dunia yang akan segera lenyap. Adapun menghadapi pasukan perang; di sana ada pemisah yang dengannya Alloh pisahkan antara yang haq dan yang batil, ada kekalahan dan bertekuk lututnya kesyirikan, tinggi dan menangnya tauhid, di sana para pemuka kaum Quraisy yang selalu menghalangi Islam terbunuh, dan cukuplah bahwa Alloh melihat hati pasukan Badar kemudian berfirman: “Lakukanlah sesuka kalian, Aku telah ampuni kalian.” …. Sampai disini tuturan beliau syaikh Abu Mus’ab Rahimahullah.

Wahai ikhwan, ambilah pelajaran, … bukanlah dari tabiat jihad hidup dengan menjauhi bala’, kesengsaraan, airmata dan darah….jangan kita ingkari, dengan hawanafsu yang menjerumuskan dan kebodohan yang membinasahkan.  Jangan kalian berangan, … selalu berangan, & terus ingin berangan menegakkan islam tanpa jihad.  Sungguh genderang perang telah di tabuh, bahkan musuh telah siap dengan seluruh kekuatan, akankah kita masih dibayangi subhat tandzim atau jama’ah yang harus di jaga “keselamatannya”, ….

Jangan kalian menunggu ikhwan digulung!!! …. Dan di cincang terus menerus!! … jangan kalian menunda-nunda, hingga semua ikhwan akan tercengang!!!, …. Menanti di penjara atau tiang gantungan tanpa perlawanan!!! … dimana para wanita menggantungkan harapan, dimana anak-anak meletakkan impian!! Jika para perwira mundur dari medan perang dan menganut fiqh “kalah sebelum perang!!!”

23. Jangan halangi mereka ya Ust.!!!.

Ketika ibtila’ terjadi begitu dahsyat, …. dari atas dan dari bawah, dari kiri dan dari kanan, dari depan dan dari belakang, … hidup dalam keadaan tertekan, tertindas, susah tinggal dimana-mana, maisyah tak tentu arah, kawan sendiri menghindar sampai sikapnya tak ramah, selalu diintai musuh, dibuntuti, ditangkap, dipenjara bahkan dibunuh dengan sadis… maka kemana kita akan berharap pertolongan !!!! …. Tidak ada tempat bergantung selain hanya kepada Dzat yang menguasai segala sesuatu dan keadaan.  Yang menguasai malam dan siang, ….. yang menguasai hidup dan mati, ….. yang menguasai maysriq dan magrib, …. Yang menguasani setiap jiwa, …..Yang menguasai setiap ubun-ubun musuh seluruhnya tak terkecuali.

Ingatlah ikhwan sekalian, betapa gambaran ibtila’ yang dahsyat  sangat akrab dengan para sahabat.  Ketika mereka melihat ancaman yang sangat besar dari pasukan multinasional (gabungan kabilah-kabilah jaziroh arab) pada perang ahzab, di dalam kota Madinah sendiri bani quraidhoh dan kroninya hendak membokong kaum muslimin, hingga Rasulullah mengungsikan para wanita dan anak-anak.  Betapa berat ujian ketika itu hingga para sahabat tidak bisa lagi melihat dan berfikir sehat, dan menyangka dengan persangkaan yang beraneka ragam

Allah ta’ala berfirman :

إِذْ جَاءُوكُمْ مِنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَإِذْ زَاغَتِ الْأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ الظُّنُونَا هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالًا شَدِيدًا

Artinya : “(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka. Disitulah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat.” (QS. Al-Ahzab 10-11)

Ikhwan sekalian, hari ini jika kalian merasakan kegoncangan yang dahsyat akibat perbuatan musuh-musuh kalian, …. maka berbahagialah!!!.  Mudah mudahan Allah akan menaikan derajat dan maqom kalian.  Namun ditengah-tengah kegoncangan ini, masih ada sebagian ikhwan yang justru melemahkan dan “nggembosi” sebagian kelompok anak-anak muda yang aktif melakukan serangan-serangan, melakukan balasan-balasan dan pukulan-pukulan terhadap musuh.

Bukankah anak muda menjadi andalan & simbul kekuatan kaum muslimin dalam memukul dan membalas perbuatan-perbuatan musuh!!!  Tidakkah kalian ingat ashabul kahfi, semuanya pemuda.  Para sahabat yang gagah berani yang maju ke medan perang, rata-rata adalah para pemuda.  Ghulam yang telah membunuh daabah, hingga rahib mengatakan “Hari ini, engkau lebih baik dari aku!!! (karena engkau meski ilmunya sedikit, namun telah berani melakukan amal untuk manfaat yang banyak). Thaliban & Abu sayyaf Group (ASG), mayoritas mereka adalah para pemuda, dan serangan yang penuh barokah terhadap gedung kembar WTC di New York city USA, adalah belasan para pemuda utusan syaikh Usama!!!

…….. lalu apakah dalil yang bisa kalian kemukakan, jika kalian melarang anak-anak muda dari umat ini melakukan amaliyat!!! ….. Jangan halangi mereka ya Ust.!!!….. jangan halangi, jangan melemahkan mereka dengan komentar-komentar kalian, jangan gembosi mereka, jangan kalian pasung mereka dengan seperangkat aturan tandzim dan jangan jauhkan mereka dari area dan medan pertempuran.

Panutan kita Asy-Syaikh Abu Abdillah bertutur “Dan demikian pula pada hari ini, para mujahidin mengatakan kapada para ulama’ dan da’i yang mencintai

kebenaran dan tidak berkompromi dengan kebatilan; Kalian telah mengangkat bendera agama Islam dan kalian mengetahui bahwa yang kalian angkat itu adalah benar-benar ajaran Rosululloh, dan sesungguhnya jika kalian mengemban agama itu dengan benar, itu artinya kalian pasti memisahkan diri dari pemerintah-pemerintah Arab dan juga selain Arab di seluruh muka bumi, membunuh para pemuka kalian dan kalian akan dihimpit oleh pedang. Maka jika kalian mampu bersabar untuk melaksanakan itu semua maka jagalah bendera itu dan Alloh akan memberikan pahala kepada kalian. Dan jika kalian takut maka biarkanlah bendera perlawanan dan peperangan berjalan, dan janganlah kalian halang-halangi para pemuda Islam untuk berjihad fii sabiilillaah, karena hal itu lebih ringan bagi kalian di sisi Alloh.” (Taujihat Manhanjiyyah, vol 2)

Biarkan para pemuda itu melakukan amaliyat, …. biarkan para pemuda itu menukar kesenangan dunia mereka dengan akherat yang kekal, …. biarkan mereka berperang menemui kesyahidan, …. Biarkan mereka menemui janji-janji Allah berupa pertolongan dan kemenangan, di dunia dan di akherat …. diam kalian wahai para ust!!!!, lebih baik di hadapan Allah, daripada komentar kalian justru menghalangi para pemuda dari mengorbankan darah dan tulang-belulang mereka untuk menjadi tumbal tegakknya kalimat Allah.  ………. karena kalimat Allah tidak akan tegak hanya dengan dakwah & tazkiyah saja,  atau yang lainnya, …..  tetapi kalimat Allah itu tegak dengan jihad fi sabilillah!!!! …. degan amal nyata, ….. dengan serangan-serangan fisik yang menimbulkan kekalahan nyata di fihak musuh.

Maka sudah selayaknya bagi para pemuda yang telah Alloh lapangkan dadanya

untuk mencintai agama ini dan menjadi tumbal di jalan Alloh, ….. tidak usah menoleh kepada para Qoo’idun, tidak usah menoleh kepada orang-orang yang condong kepada dunia dan perhiasannya.

Allah telah berfirman :

فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآَخِرَةِ وَمَنْ يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

Artinya : ”Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat (mereka) berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.” (QS. An-Nisa’ 74)

…..perhatikanlah & berhati-hatilah kalian dari berbagai pendapat dan perkataan orang-orang yang duduk-duduk & tidak ikut berperang dan amaliyat, karena perkataan ahlu tsugur lebih diutamakan dari pekataan mereka.  Meski mereka ust. Besar, kibar jama’ah, senior jama’ah, dan sebutan lainnya. ….nasalullah al-afiah.

25. Fakta jangan dikalahkan dengan husnudzon!!

فينبغي على كل أخ من الأخوة المجاهدين أن يتدبر ويُعمل عقله ولا يعطله وأن يفرق بين  حُسن الظن بالقادة وبين أن يكون كَيِّساً فطناً يزن الأمور والرجال بميزان الإسلام ويترفع عن أن يكون إمَّعَة يتبع القادة على غير بصيرة ,

Hendaknya setiap mujahid itu merenung dan menggunakan akalnya, jangan malah mengebirinya. Hendaknya ia bisa bedakan antara husnudzon terhadap Qodah dengan bersikap cermat, menimbang segala sesuatu dan semua orang berdasarkan timbangan Islam. Jangan sampai ia membeo saja, mengikuti Qodah tanpa mengerti.

(Maulana Usamah bin Ladin, 29 desember 2007)

Sejatinya demikian …. Banyak ikhwan pekewoh!!! Ndak enak kecuali taat!!! Ga usah neko-neko jika para ustadz atau para petinggi sebuah jama’ah telah memberikan putusan dan arahan.  … pokoknya taat bulat, titik!!! Inilah fenomena sebuah jama’ah yang tidak sehat, … tak ada progress berarti dan jumud.  Seharusnya ada dalam komunitas tersebut suasana saling nasehat-menasehati antara komandan dan bawahan, antara mas’ul dengan anggotanya, ….

Tetapi nyatanya, … anggota atau bawahan jama’ah tersebut mengekor tanpa batas, …. Apa yang dilakukan komandan dan mas’ulnya ditelah sebagai sebuah kebenaran yang tak ada kata, kecuali : siaaaaap!!! … Laksanakan tugas!!!.  Meski keputusan, aturan, atau program yang dibuat tidak mengarah kepada jihad yang nyata, …. Tidak mengarah kepada pengerahan personal untuk melawan dan membalas pukulan-pukulan musuh, … meski program yang dilakukan pada hakekatnya hanya duduk-duduk dari amaliyat, … meski hakekatnya ta’thilul jihad!!!! Lahaula wala quwwata ilabillah!!!

Faktanya, …. Tak ada jihad (baca : amaliyat) yang ditekuni secara jamai, ….. fakta tidak bisa dikalahkan dengan dhon, … atau husnudzon (baik sangka) para anggota sebuah jama’ah dengan para pimpinannya.  Sejatinya, ya apa yang tengah terjadi dalam jama’ah tersebut.  Puluhan tahun tak ada pukulan-pukulan berarti terhadap musuh. … musuh yang telah mengoyak-ngoyak izzah islam dan kaum muslimin, musuh yang telah membantai anggota-anggota jama’ah yang terbaik dan berprestasi, musuh yang telah membangun dinding-dinding kekuatan untuk menindas kaum muslimin, ……  dibiarkan saja. …. Ya dibiarkan saja, …

…. Dibiarkan saja, meski jika dengan 20 orang saja dari kalian yang benar-benar bersabar dalam amaliyat dan masyaqoh, maka akan mengalahkan 200 orang dari musuh-musuh kalian dari kalangan kafirin dan murtadin, … ini rumus dari al-Qur’an (Al-Anfal), …. Jangan kalian menutup mata, jangan kalian pura-pura tidak tahu, jangan kalian lari dari formula dan janji ini, … meski anda telah menghafal ayat tersebut berkali-kali!!!

Lupakah kalian dengan “the single fighter of mujahedeen” ; Ramzi Yusuf???? Dengan arahan sedikit saja dari syaikh Usama hafidzuhullah, beliau ramzi Yusuf mampu menggoncang dan menyerang dengan dahsyat sekian negara, …… diantaranya menyerang Amerika, Iran, Thailand, Pakistan, dan Philipina.  Sendirian …. Ya sendirian!!!!!, dengan berbagai kemampuan yang ia miliki, ia mampu mewakili dunia islam ketika itu, … mewakili sekian juta manusia yang duduk-duduk!!!! Untuk memberikan pukulan-pukulan yang mengena dan mematikan terhadap kepentingan dan posisi musuh.

Karena itu, … husnudzon kalian dengan para petinggi kalian bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun adalah belenggu!!!!, …. Belenggu yang berbahaya.  …. Kalian katakan kepada petinggi kalian, “kita ini terserah saja dengan apa yang dilakukan oleh petinggi-petinggi kita”, … “kita ini ikut saja dengan mas’ul”, …. “apalah Kita ini dibandingkan dengan petinggi-petinggi kita”, …. Dan ungkapan-ungkapan lainya, yang intinya husnuzdon yang membabibuta kepada komandan dan apa yang dilakukan mereka.  Padahal kenyataan yang menimpa jama’ah tersebut yang berbicara, …. Fakta-fakta yang terjadi dilapangan dari sebuah jama’ah jihad, merupakan cerminan taktik dan strategi para pemimpinnya, ….

Sekali lagi fakta di lapangan tidak bisa dikalahkan dengan husnudzon kalian dengan komandan kalian, …. Oleh karena itu, kalau kalian tidak dapat atau tidak bisa memberikan masukan atau tidak bisa membuat perubahan dalam jama’ah yang nasibnya seperti itu, ……. Maka, kami nasehatkan pergilah kalian dari jama’ah itu, …. kemudian cari dan angkatlah pemimpin yang benar-benar mengajak kepada kemuliaan dengan mengobarkan semangat berperang melawan musuh-musuh Allah dan kaum muslimin. …. Meski sedikit, …. Meski beberapa orang atau hanya puluhan orang. Tetapi yakinlah dan bersabarlah!!!!, … insyaallah kalian dapat memanggul bendera jihad dengan benar dan nyata ….. kalian mampu melaksankan faridhoh jihad yang disyariatkan.

Tidak ada dakwah yang lebih manjur, kecuali da’wah bil hal!!! … ya dengan perbuatan, dengan amal nyata, dengan langkah-langkah serius menuju amaliyat dan mengejar musuh dimanapum mereka berada. … mengejar musuh paling utama, yaitu amerika dan sekutu-sekutunya, …. Lalu musuh utama, yaitu pemerintah murtad dan kroninya, dan ketiga musuh yang berbaju sama dengan kalian dari golongan pengekor orang-orang kafir dan murtadin serta aimatul kufr.

26. Jangan menyerang Amerika dan sekutunya di Indonesia!!!

Banyak ikhwan yang masih belum memahami bagaimana sejatinya hukum memerangi AS di Indonesia, ada yang setuju tetapi lebih suka diam saja, ada yang tidak setuju karena dianggap merugikan dan tidak sesuai dengan misi dakwah yang sedang diusung. Atau tidak sesuai dengan khitoh jama’ah tertentu karena dianggap kontra produktif dan tidak sesuai dengan tahapan program.

Adapula yang menganggap Amerika & sekutunya yang berada di luar medan jihad semisal Iraq, Afghonistan, Somalia dll. itu dianggap terikat perjanjian dengan kaum muslimin, …. apakah itu benar??

Coba kita rujuk kepada pendapat Syaikh Nashir Al-Fahd tentang masalah-masalah tersebut. Beliau menjelaskan : Tidak diragukan lagi, musuh terbesar bagi Islam dan kaum muslimin pada zaman sekarang adalah AS. Jika kita ingin mendata kejahatan-kejahatan AS kepada Islam dan kaum muslimin pada abad-abad belakangan ini, tentulah memakan banyak tempat. AS membantai banyak bangsa Islam. Jumlah korban umat Islam, yang mereka bunuh di Iraq dan Afghanistan saja mencapai sekitar dua juta jiwa. AS mengembargo, mengusir, mencucui otak, merampas kekayaan alam, dan menginvasi banyak bangsa muslim. AS mengangkat thaghut-thaghut yang memerintah bangsa muslim dan memperlakukan umat Islam dengan kekejian yang belum pernah ditimpakan oleh musuh-musuh Islam, baik pada masa dahulu maupun masa belakangan.

Sekarang kita menyaksikan, AS menembakkan ribuan rudal dan berton-ton bom ke arah kaum muslimin, tanpa membeda-bedakan antara anak-anak, orang tua dan kaum wanita. Untuk apa harus meilah-milah? Bagi mereka, kaum muslimin tak lebih dari serangga yang harus dimusnahkan dari muka bumi.

Berjihad, mengincar dan memerangi mereka di manapun mereka berada (termasuk di Indonesia, pen.), termasuk kewajiban paling wajib, dan qurubat (amalan untuk mendekatkan diri kepada Allah) yang paling agung. Mereka telah menghancurkan Negara, membunuh banyak rakyat, dan memerangi umat Islam di setiap tempat. Tidak diragukan lagi, dan tak terbantahkan lagi, mereka adalah aimmatul kufri (gembong kekafiran) abad ini. Allah berfirman ( Dan perangilah para pemimpin kekafiran, karena sesungguhnya mereka tidak mempunyai jaminan keamanan). Seandainya saya — Syaikh Nashir Al-Fahd– mempunyai sepuluh anak panah, niscaya akan saya bidikkan semuanya ke arah mereka, saya tidak akan membidik selain mereka. Saya bersumpah demi Allah, jika saya dimudahkan (berkesempatan)  untuk melaksanakan bom syahid terhadap mereka, saya tak akan ragu-ragu sesaat pun.

Jika Allah memudahkan, dari 1 milyar umat Islam ada 1000 orang yang melakukan operasi bom syahid untuk menghantam seluruh kepentingan dan pangkalan mereka di setiap tempat, niscaya 1000 orang tersebut akan mengalahkan dan memukul mundur mereka dalam keadaan hina dan merugi.

Duhai alangkah hina dan memalukan Fir’aun-Fir’aun itu memperbudak dan menyiksa umat Islam dengan keji, namun umat Islam tidak menemukan orang yang melawannya, bahkan Fir’aun-Fir’aun itu mendapat perlindungan dari para thaghut dan antek-anteknya !!!!!

Amat tepat apa yang dikatakan oleh Al-Qadhi Abu Sa’ad Al-Harawi rahimahullah setelah Al-Quds jatuh ke tangan tentara salib :

Kulihat, umatku tak melepaskan tombak

Ke arah musuh, padahal ialah tiang agama

Kalian jauhi api karena takut binasa

Kalian lupa, itu pasti kan berbuah kehinaan.

Relakah pasukan bangsa arab disiksa

Tunduk hina di hadapan singa bangsa ajam.

Duhai, kiranya mereka tak gagah membela

Agama, cemburulah tuk bela kehormatan keluarga.

Hendaklah kita memahami, inti syubhat orang-orang yang mengharamkan memerangi dan membunuh AS di selain negara yang mereka invasi (semisal Iraq dan Afghonistan), ada dua yaitu :

a. Syubhat perjanjian damai (‘ahd). Mereka mengatakan : “AS adalah mu’ahadun, dan siapa yang membunuh mu’ahad tidak akan mencium bau surga, sebagaimana disebutkan dalam hadits.”

b. Syubhat mashlahat dan mafsadah. Mereka mengatakan : “Memerangi AS akan menghantarkan umat Islam kepada musibah yang tidak mampu mereka tanggung.”

Jawaban beliau –Syaikh Nashir Al-Fahd– Syubhat mereka bisa dijawab :

  1. Masalah ‘ahd. Demi Allah, antara kita dengan mereka tidak ada ‘ahd. Mereka adalah kafir harbi di manapun mereka berada dan menetap, sekalipun mereka menggelayut pada kain KA’BAH. Perjanjian yang diadakan oleh pemerintah-pemerintah (di negeri kaum muslimin, terutama Negara-negara Teluk-pent) dengan tentara salib itu bukanlah perjanjian yang syar’i (berdasar dan sah menurut syariat Islam). Perjanjian itu diadakan berdasar konstitusi thaghut PBB, diadakan oleh kelompok (pemerintah murtad—pent) yang tidak muraqabah kepada Allah dalam menjalankan tugasnya, bahkan kepentingan mereka hanyalah menjaga kursi kekuasaannya semata. Taruhlah perjanjian itu sah menurut syariat, namun pembatal-pembatalnya bukan hanya puluhan, namun ratusan. Mulai dari : memerangi agama kita, deklarasi perang salib, pengusiran umat Islam dari negeri kaum-muslimin, membantu musuh (Israel dll.) dalam mengusir umat Islam, pembatalan banyak perjanjian, campur tangan dalam banyak hukum Islam, membantu musuh-musuh Islam di setiap tempat, memburu-membunuh dan menawan mujahidin di seluruh penjuru dunia, merampas kekayaan alam kaum muslimin, dan banyak hal lainnya yang 1/10-nya saja sudah cukup untuk membatalkan perjanjian damai (‘ahd), kalau memang perjanjian damai tersebut sah menurut syariat.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam mengadakan perjanjian damai (gencatan senjata, SHULHU HUDAIBIYAH-pent) dengan Quraisy. Ketika Quraisy secara sembunyi-sembunyi membantu Bani Bakr (sekutu Quraisy)  dalam menyerang Bani Khuza’ah (sekutu kaum muslimin), perjanjian tersebut dianggap batal, padahal Quraisy hanya membantu sekali saja !!!!. Bagaimana dengan pelanggaran-pelanggaran AS pada masa sekarang yang tidak bisa dihitung lagi ????

Bukan termasuk perjanjian damai yang syar’i, bila isinya pemberian keamanan kepada tentara salib untuk menghantam umat Islam semaunya sendiri.

Alhamdulillah, saya sudah menjelaskan secara rinci dalil-dalil syar’i dan pendapat para ulama yang menetapkan bahwa antara kita dengan tentara salib tersebut tidak ada perjanjian damai, bahwa antara kita dengan mereka adalah perang. Saya juga telah membantah syubhat-syubhat seputar masalah ini dalam buku saya “Nasyrul Bunud”.

b. Masalah mashalih dan mafasid : memang benar, jika mafasid sebuah urusan lebih besar dari mafasidnya, maka saat itu urusan tersebut tidak disyariatkan. Namun, dalam hal ini saya ingatkan dua hal :

–   Mashalih dan mafasid yang dimaksud di sini adalah mashalih dan mafasid syar’iyah hakikiyah (berdasar syariat dan betul-betul nyata), bukan dalam dugaan (dzhon belaka).

–   Orang yang paling layak memandang mashalih dan mafasid jihad adalah mujahidin, bukan qa’idun (orang yang duduk-duduk tidak berjihad) yang tidak mengerti cara membawa pistol !!!

Pos ini dipublikasikan di Al Jihad, Hukum, NASEHAT, True Story. Tandai permalink.

Satu Balasan ke “…Maka,Pergilah Kamu Bersama Rabbmu”…(bag 8)

  1. rohimin alasror berkata:

    blog yang bagus, teruskan syi’ar dengan slalu mengisi dunia cyber berbagai wawasan dari khasanah islam, semoga tetap sukses dan Allah meridloi kita amien, silahkan mampir ke rumah kita di http://www.rohiminalasror.com semoga bisa saling berbagi kajian, amien.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s