“…Maka,Pergilah Kamu Bersama Rabbmu”…(bag 03-04)

03. Meninggalkan jihad (amaliyat & perang)

dapat menghilangkan status mukmin

Dalam riwayat Imam Bukhory sebagaimana riwayat yang lain, di sebutkan (dalam menafsirkan ayat 249 Surat Al-Baqarah) …

وَلمَ يُجَاوَزُ مَعَه إِلاّّّ مُؤْمِن

“Dan tidaklah melewati (sungai) itu bersama (Thalut), kecuali (statusnya) sebagai mukmin,” (Riwayat Bukhary, Bab Al-Maghozy, 7/290. lihat Tafsir Baghowy, 1/302. Maktabah Syamilah, dan beberapa riwayat lain yang shahih).

Disini jelas sekali para mujahidin yang telah bertekad berjihad di jalan Allah bersama pemimpin mereka yaitu Thalut, namun kemudian terlena, lupa dan tenggelam dengan ujian (kenikmatan) sungai.  Maka Rasulullah menghukumi mereka sebagai orang yang bukan mukmin.  Perhatikanlah hal ini wahai saudaraku!! …..saya sudah sampaikan!!!

Tidak ada musibah bagi mujahid yang lebih besar melebihi hilangnya status mukmin dalam dirinya, ini hal yang sangat serius, bukan hal remeh temeh.  Ingatlah wahai saudaraku, hal ini berkaitan dengan ketaatan pada syariat Allah, bahwa Allah mewajibkan kaum mukminin berjihad di jalan-Nya.  Baik ringan atau berat, baik kaya maupun miskin, baik sibuk ataupun lapang, lebih-lebih  pada saat jihad menjadi fardhu ain bagi setiap mukmin.

Bahkan Allah Ta’ala akan memasukkan orang-orang yang enggan berhijrah dan berjihad ke dalam neraka jahannam. Lahaula wala quwwata ilabillah!!!

Mereka memilih hidup yang tenang, hidup mewah dan dan segala kesenangan dunia. Mereka tidak peduli dan tidak mau menyambut seruan hijrah dan jihad setelah iman, maka tidaklah bermanfaat iman mereka.  Bahkan Allah akan memasukkan mereka ke dalam neraka jahannam dan tidak bermanfaat (hilang) iman mereka yang selama ini mereka bangun. Allahu akbar !!! Tidak ada musibah yang lebih besar melebihi hilangnya status iman seseorang, status mukmin seseorang.

إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنْتُمْ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا فَأُولَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

“Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya : “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?.” Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah).” Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?.” Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An-Nisa’ 97)

Apakah kita termasuk orang yang meninggalkan hijrah dan jihad ….!???, kemudian kita selalu mengutamakan “kebijakan jama’ah”, “Qaul Qiyadah”, “manhaj jama’ah”, “belum ada instruksi”, “belum ada perintah” dan lain sebagainya diatas perintah syar’iy??? Di atas dalil yang qoth’i??? diatas jihad yang hukumya fardhu ain??? Berhati-hatilah wahai saudaraku, iman kita, status mukminnya kita, maqom kita tergadai dengan hijrah dan jihad, Wallahu alam bi showab.

04. Meski Sedikit, dijamin Allah Ta’ala.

Syaratnya adalah yakin … yakin dengan faridhoh jihad, yakin dengan apa yang di janjikan Allah, yakin dengan kemenangan setelah beratnya ujian, pengorbanan maksimal baik jiwa maupun harta, yakin dengan pertolongan dan karomah Allah ta’ala. Dan yakin bahwa Allah akan menolong mujahid yang benar-benar berjihad di jalan-Nya, yaitu mereka yang senantiasa melakukan irhab, ightiyalat dan berperang melawan orang-orang murtad dan kafir (Yahudi dan Nasrani).

Sebagaimana diterangkan oleh imam Baghowy dalam tafsirnya, bahwa Allah ta’ala berfirman :

“قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو اللَّهِ كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ ”

Artinya : “Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah.” (QS. Al-baqarah 249)

Beliau berkata bahwa “Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah” adalah orang-orang yang berilmu, dan meyakini bahwa mereka akan benar-benar bertemu Allah.

Masih paparan imam Baghowy bahwa “kam min fiatin” disini maknanya adalah banyak, –sering kali & acapkali–, (lihat tafsir Imam Baghowy).   Jumlah yang sedikit mengalahkan jumlah yang banyak menjadi sebuah kepastian dengan qodho dan izin Allah ta’ala.

Jadi ikhwan sekalian ……!!! Antum yang jumlahnya sedikit …!! Antum yang sedikit dan senantiasa melakukan irhab, ightiyalat dan berperang !!

Yakinlah dan gigehlah …!! Antum akan menang melawan musuh-musuh Allah dan musuh orang-oran mukmin. Meski antum sedikit, meski antum tujuh orang, lima orang, tiga orang atau bahkan bersendirian!!  Bahkan hendaknya setiap mukmin berjihad memerangi musuh-musuh Allah sekalipun yang tersisa hanyalah dia sendiri.

Ingatkah kalian dengan beberapa amaliyat irhabiyyah berikut yang menakutkan musuh-musuh Allah dan musuh kaum mukminin. Yang insyaallah sebagian irhab ini menghentikan kecongkakan, penindasan dan penjajahan atas negeri-negeri muslim.

Hancurnya Kedutaan besar Amerika di Nairoby, dengan korban yang banyak …

Lumpuhnya dan hancurnya Kapal Perang USS Cole di teluk Aden …

Meledak dan Terbakarnya Super Verry 14, berpenumpang 900 orang di Philipina, yang menewaskan ratusan orang kafir…

Robohnya gedung kembar WTC yang menelan korban ribuan orang kafir …

Robeknya pusat kendali pertahanan USA, Pentagon …

Tragedi Mumbay, india yang membunuh 200 orang kafir…

Dan masih banyak lagi yang lainnya …

Saksikanlah!!, saklsikanlah!!, wahai ikhwan!!  sesungguhnya pelakunya dari kalangan mujahidin muda yang gagah berani yang jumlahnya sangat sedikit, satu orang hingga belasan orang.

Kenapa Allah berkenan, meridhoi irhab mereka!!! Kenapa Allah menolong dan memberi karomah-karomah kepada mereka?? Kuncinya hanya satu mereka yakin dengan janji Allah ta’ala.  Meski mereka miskin, meski mereka (dianggap) bodoh, meski mereka dianggap tidak memiliki apa-apa. Meski mereka para pemuda yang dianggap belum mumpuni ilmunya. Tetapi karena mereka yakin dengan dien mereka, dengan jihad mereka, Allah menolong mereka dengan sempurna.

Jadi jangan (selalu) berangan-angan, “kita akan berjihad jika jumlah kita banyak!!!”, jika kita sudah memiliki mahjar!!!, jika kita sudah memiliki uang yang banyak!!!, jika kita sudah memiliki dai yang banyak!! Jika kita telah memiliki qiyadah yang solid!!! dll. Jangan bermimpi ikhwan !! ….kalau pada akhirnya mereka melakukan ta’thilul jihad (hakekatnya meniadakan jihad –meski tidak sadar–), kita berlindung kepada Allah dari keburukan amal-amal kita dalam perjalanan jihad ini.

Pos ini dipublikasikan di AKIDAH, Al Jihad, NASEHAT, True Story. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s