bagian : 5 Keamanan Komunikasi

Jika hendak melakukan perbincangan atau merekam suara orang yang tidak ingin identitasnya diketahui orang lain, sebaiknya dilakukan langkah-langkah prefentif berikut ini:
1. Mengubah intonasi suara; jika aslinya keras maka dibuat lembut, jika aslinya lembut maka diperkeras.
2. Memasang kain yang tebal –handuk misalnya—di depan microfon, usahakan jangan mendekatkan mulut ke alat itu agar suara tidak terdengar jelas.
3. Mengubah ritme pernafasan ketika merekam, atau jika memungkinkan mengubah logat.
4. Mengacaukan suara dengan melakukan perbincangan di dekat mesin mobil atau ketika angin berhembus kencang atau di dekat air kran yang sedang mengalir deras…dll.
5. Hati-hati, jangan menggunakan kata-kata yang sering diulang-ulang dalam pembicaraan, seperti: Tidak…tidak, Ya…ya, dst. Sebaiknya –jika memungkinkan—kalimat atau teks dialog yang akan dibaca ditulis terlebih dahulu jika itu tidak membahayakan, ini untuk memastikan bahwa perbincangan itu tidak berisi kata-kata yang terbiasa diucapkan. (Sebagai contoh: pengikut Rafidhoh/ Syiah Moqtada Al-Sadr biasa mengulang-ulang kata: in shohha `t-ta‘biir di antara dua atau tiga kalimat. Sehingga pihak yang menginteli gaya bicara seperti ini tidak perlu bersusah payah untuk mengetahui rekaman suara ini milik siapa).
6. Jika orang yang akan menyampaikan kata-kata atau hendak melakukan wawancara itu posisinya dekat dan dikenal di wilayah yang menjadi tujuan pesan tersebut, maka hendaknya ia mewakilkan tugas melakukan rekaman atau wawancara itu kepada orang lain yang jauh darinya.
7. Mengubah suara dengan komputer, yaitu memakai program-program khusus pengatur suara, ini adalah cara terbaik yang dianjurkan. Contohnya menggunakan program Sound Forge 6.0, ini bisa Antum dapatkan di situs Kantor Berita WA A‘IDDU pada menu: program.
8. Menggunakan pesan-pesan singkat sebagai ganti suara.
9. Selalu mematikan alat komunikasi dengan cara melepas bateraiy dan lempengan timahnya, tidak seperti persangkaan sebagian orang bahwa menonaktifkannya sudah cukup. Jangan mengaktifkannya kecuali penting, itupun di tempat yang berbeda dengan tempat biasa mangkal.
Aparat bias sangat mudah untuk mendapatkan informasi dari Antum, seperti dengan menghubungi nomormu dan mencoba mengorek informasi dengan cara sebagai berikut:
a. Pura-pura salah tanya. Ia berkata: “Apa ini Abu Husain?” tentu jawabannya adalah: “Bukan ya Akhi, Abu Husain tidak ada.” Dia akan bertanya lagi, “Kalau begitu kapan datangnya? Apa dia lagi bepergian?” …dst, dia akan terus mencoba mendapatkan informasi melalui cara bicara atau yang lain.
b. Ia akan berkata: “Siapa bersamaku?” tentu ikhwan akan menjawab: “Kamu bersama Abu Muhammad,” lalu dia akan berusaha mengajukan beberapa pertanyaan kepadamu yang sebenarnya ia tengah mengumpulkan informasi-informasi di balik itu.
Maka ingat…
– Jangan memberi informasi apapun melalui telepone.
– Jangan menyebut namamu atau informasi apapun tentang ikhwan yang lain, atau memberitahu informasi tentang pergerakan, ada tidaknya seseorang, dst…jangan berikan informasi apapun.
TEKHNIK-TEKHNIK PENGAMANAN TELPON:
1. Sebaiknya menggunakan telepon di pinggir-pinggir jalan (Wartel), jangan berbicara dari rumah atau melalui HP atau dari Hotel ketika sedang berada di perjalanan.
2. Periksa, adakah alat penyadap di sekitar lokasi.
3. Selalu memantau kondisi ikhwah yang biasa dihubungi untuk menghindari ketika ia ditangkap lalu aparat meminta disambungkan pembicaraan dari rumahnya atau melalui HP.
4. Hafalkan nomor telpon, atau tulislah dengan kode-kode yang tidak difahami bahwa itu adalah nomor telpon.
5. Memberikan jawaban dalam telpon dengan ungkapan yang telah disepakati antara anggota-anggota yang ada di suatu tempat untuk menghindari kesalahan yang bisa menunjukkan nama dan tempat para penduduk tempat tersebut.
6. Jangan berbicara samar dan terkesan tertutup, sebab itu akan membuat operator telpon merasa mengira ada kode dan aktifitas rahasia.
7. Jangan menyebutkan dari mana ia menelpon, jangan menyebut nama negara atau daerah-daerah pemukiman.
8. Jika bisa menggunakan bahasa asing dan dilakukan dalam waktu yang singkat, maka itu lebih baik. Sebab operator tidak akan mempedulikannya.
9. Jika ikhwah itu masih muda dan dikenal taat beragama, maka mulailah pembicaraan tentang masalah-masalah Sufisme, ini untuk menghindari kecurigaan orang.
PENGAMANAN KOMUNIKASI:
Komunikasi termasuk inti kekuatan dalam peperangan. Dalam kacamata ilmu intelejen, komunikasi ibarat paru-paru pernafasan bagi aparat keamanan pada hari ini.
Komunikasi itu bisa berupa fisik (langsung), yaitu dengan mengadakan pertemuan; bisa juga dengan alat-alat modern seperti menggunakan telpon dengan berbagai jenisnya, dan internet.
Komunikasi Langsung (Pertemuan):
Komunikasi langsung dibagi kepada beberapa jenis: Komunikasi teratur, komunikasi cadangan, dan komunikasi peringatan akan adanya bahaya.
Komukasi teratur terdiri dari: komunikasi biasa, pengganti dan darurat.
Komunikasi biasa adalah yang dilakukan di waktu-waktu biasa setelah memastikan tidak adanya keberadaan aparat keamanan musuh (yang mengawasi) dengan selalu mengubah-ubah waktu, tempat dan cover, menentukan masa menunggu secara singkat dan menentukan waktu bertemu.
Komunikasi pengganti: Ini dilakukan ketika melakukan komunikasi biasa tidak memungkinkan, tetapi harus sudah ada kesepakatan sebelumnya.
Komunikasi darurat: Ini dilakukan ketika menemui seorang Mas’ul di tempat kerjanya atau ketika ia dalam perjalanan menuju tempat kerjanya. Caranya, sang Mas’ul diberitahu bahwa ada yang harus bertemu dengannya pada waktu yang telah disepakati sebelumnya melalui isyarat-isyarat yang tidak samar.
Komunikasi cadangan:
Ini adalah pengganti komunikasi teratur ketika musuh memperketat pengawasannya kepada kita, sehingga komunikasi yang dilakukan harus lebih hati-hati lagi. Komunikasi ini bisa menggunakan cara yang langsung maupun tidak langsung.
Komunikasi Peringatan Akan Adanya Bahaya:
Ini dilakukan untuk memberitahu bahwa telah terjadi penangkapan atau bahaya-bahaya semisalnya. Indikasinya adalah terjadinya pergerakan tertentu yang sudah diketahui seluruh anggota tim, jika itu terjadi maka kegiatan rahasia harus dihentikan untuk mengatur kembali, mengevaluasi, melakukan konsolidasi ulang, bersembunyi, dan membersihkan diri kita dari semua yang ada kaitannya dengan ikhwah yang tertangkap itu.
Pertemuan Rahasia: Yaitu pertemuan antar anggota tim kerja secara rahasia untuk melakukan tukar data dan informasi.
Unsur-Unsur Dalam Melakukan Pertemuan Rahasia Dan Langkah Pengamanannya:
1. Memilih tempat yang tepat untuk bertemu:
– Tempat harus jauh dari lokasi-lokasi mencurigakan dan titik-titik pemeriksaan aparat.
– Pertemuan dilakukan di tempat-tempat yang biasa dan wajar, mudah dijangkau tanpa meninggalkan kecurigaan.
– Bisa mengetahui adanya pengawasan aparat di tempat itu.
– Menentukan tempat pertemuan pengganti (pilihan pertama, kedua, ketiga…yang sebelumnya sudah disepakati), yang apabila tempat pertama tidak memungkinkan digunakan maka ada tempat pengganti yang sudah disepakati.
– Tempat posisi duduk memungkinkan bagi kedua belah fihak untuk mengawasi lokasi pertemuan tersebut.
2. Menentukan tanggal dan waktu yang tepat:
– Tentukan hari dan jam secara rinci.
– Tentukan lama waktu pertemuan.
– Tentukan batas waktu menunggu untuk bertemu ketika terjadi keterlambatan.
– Tentukan urutan siapa yang harus datang terlebih dahulu.
3. Mengatur isyarat-isyarat tertentu:
– Isyarat yang terlihat: Seperti pakaian kedua belah fihak harus saling bisa dikenali sambil meletakkan tanda khusus seperti koran, tasbih, gantungan kunci…dst.
– Isyarat-isyarat pengamanan: Masing-masing dari kedua belah fihak harus memberitahu yang lain bahwa dirinya tidak sedang diawasi dan bahwa lokasi tersebut aman.
– Isyarat kata-kata: Jika kedua belah fihak belum saling mengenal maka harus ada kode ketika bertemu demi memastikan kedua belah fihak. Yang lebih aman kode itu berupa pertanyaan dan jawaban yang sudah disepakati kedua belah fihak sebelumnya, jawaban harus sesuai dengan pertanyaan, jangan dengan jawaban aneh, contohnya: “Apa kabar?” lalu ia menjawab: “Di atas angin…” Jangan memancing kecurigaan, berikan jawaban biasa saja. Ini lebih baik daripada jawaban itu tidak memiliki keterkaitan sama sekali dengan pertanyaan, karena dikhawatirkan akan memicu kecurigaan dari orang-orang di sekitarnya jika ada.
– Isyarat dengan tanda-tanda tambahan: Yaitu menggunakan berbagai macam pertanda dari kertas atau gambar, misalnya.
Termasuk Perkara-Perkara Yang Harus Diperhatikan Dan Tidak Boleh Diremehkan Adalah:
– Dalam kondisi bersembunyi, seorang ikhwan sebaiknya tidak keluar kecuali terpaksa. Apalagi jika kondisinya sangat rawan. Prinsip dalam situasi darurat adalah bersembunyi, sebab setiap ada dua orang yang bergerak maka pasti mereka akan bertemu.
– Hindari pertemuan rutin yang mengundang perhatian, misalnya berkumpul setiap selesai sholat berjamaah, berkerumun di depan rumah.
– Jangan berkumpul di dekat pos-pos keamanan, asrama tentara, atau pos-pos polisi atau tempat-tempat mencurigakan, sebab biasanya tempat di sekitar itu lebih banyak diawasi.
– Pertemuan harus jelas, tepat dan cepat dalam menerima atau menyerahkan data, jangan sampai molor. Arahan dan brifing harus diberikan secara rinci sesuai perencanaan yang telah disusun, tidak boleh ditambah dan dikurangi.
– Jika pertemuan memerlukan satu orang lebih, untuk menyamarkan identitas, maka masing-masing anggota menggunakan cadar/ topeng di hadapan yang lain, supaya masing-masing tidak mengetahui bentuk wajah satu sama lain. Cara ini lebih aman untuk ikhwah.
– Tidak berlaku gugup atau melakukan gerakan-gerakan yang mencurigakan atau bergerombol sehingga mengundang perhatian.
Pengamanan Berkirim Surat Dari Tangan Ke Tangan Dalam Pertemuan Langsung:
Pertama, unsur-unsur keamanan dalam pertemuan rahasia di atas harus dilaksanakan dengan baik.
Selanjutnya:
1. Berpindah ke tempat yang dituju melalui jalan terpendek jaraknya dan teraman.
2. Mengenal dan mempelajari jalan sebelum mengirimkan surat.
3. Pengirim harus tahu siapa yang ia kirim (gunakan kode rahasia secara konsisten).
4. Membungkus surat dengan benda-benda sewajarnya namun disamarkan sampai isinya tidak kelihatan.
5. Tidak pulang melalui jalan yang sama.
6. Selalu memperhatikan kamuflase (pakaian, penampilan, kebiasaan, logat…dst).
7. Berlatih bela diri dan menggunakan senjata ringan.
8. Konsisten dengan waktu yang telah disepakati secara rinci dan sampai di tempat sesuai waktu yang ditentukan.
9. Menggunakan sarana transportasi yang cepat.
10. Tidak langsung menemui orang yang dikirimi surat. Untuk lebih hati-hati, pengirim surat masuk ke dalam gedung yang berhadapan dengan orang yang dikirimi lalu memantau lokasi dengan baik.
11. Menyepakati isyarat-isyarat khusus ketika memasuki gedung dan ketika proses penerimaan surat.
12. Harus mampu menyembunyikan surat dengan baik, dan jangan mengeluarkannya kecuali ketika tiba saat menyerahkan.
13. Membawah alat pemusnah (korek api, zat asam, dll) yang digunakan ketika kondisi darurat.
14. Menentukan tempat dan waktu penerimaan surat dengan rapi.
15. Pengirim harus diberitahu akan pentingnya isi surat yang ia bawa agar yang dikirim segera memusnahkannya dalam kondisi darurat atau setelah selesai diserahkan.
– Ketika menerima surat, penerima juga harus diberitahu penting dan rawannya surat tersebut sehingga dia bersungguh-sungguh dalam menjaganya sampai ia serahkan kepada Mas’ulnya atau dia memusnahkannya.
PERTEMUAN TIDAK LANGSUNG:
Titik Pertemuan Berupa Benda Non Aktif (Mati):
Caranya adalah saling tukar menukar surat atau data yang oleh pihak pertama diletakkan di tempat rahasia yang sulit diketahui orang awam tetapi mudah dijangkau dan didatangi tanpa mengundang kecurigaan, setelah itu pihak kedua mengambil surat tersebut dan mengantarkannya ke tujuan yang dimaksud.
Istilah-istilah (sebagai contoh saja):
Pembawa surat: Disebut sebagai pengirim, suratnya disebut barang kiriman, sedangkan penerima surat disebut: pembongkar muatan.
Aktifitas komunikasi: diistilahkan dengan aktifitas bongkar muat.
Kotak pos: Istilah untuk menyebut tempat atau benda mati tempat kita menyembunyikan surat, seperti lubang dinding, lubang pada sebuah batang pohon, bagian dalam patung, botol kaca dari obat berwarna atau kapsul, sepatu, di dalam buah-buahan, di dalam wadah rokok, mainan anak-anak, atau toko yang sering dikunjungi orang, caranya dengan membeli barang di toko tersebut dan berpura-pura seperti tengah menunggu seseorang yang datang terlambat, lalu titipkanlah sesuatu di took tersebut, lalu katakan kepada pemilik toko, jika nanti ada orang yang datang meminta barang titipan tadi tolong diberikan kepadanya.
Isyarat-isyarat:
• Kode isyarat.
Misalnya jika botol Pepsi dipegang dengan tangan kanan, maka artinya: “Jangan mendekat,” kalau dengan kiri bagaimana…dst. Bisa juga berupa kata-kata yang disimpangkan tapi tidak terlalu khusus, misalnya sebagai ganti ucapan Assalamualaikum mengucapkan kata-kata: Salaam ya Syabaab. Atau: “Apakah ada yang melihat anak kecil hilang?” lalu dijawab: “Apakah dia berbaju merah dengan garis-garis biru?” maksudnya apakah di sekiling kalian tidak ada kecurigaan dari orang lain.
• Isyarat tempat.
Yaitu memberitahukan bahwa barang kiriman telah diletakkan di tempat pertama atau kedua… Ada tempat pertama dan kedua, masing-masing diberi tanda. Misalnya untuk tempat pertama ditandai: *** sedangkan tempat kedua: ##.
• Isyarat barang kiriman: yakni bahwa surat sudah ditaruh di *** karena tempat ini aman, atau bahwa surat ditaruh di ## karena tempat pertama tidak aman.
• Memberi isyarat peringatan bahaya: Hendaknya pembongkar muatan jangan mendekati tempat itu karena sedang diawasi. Isyarat ini oleh pengirim diletakkan di tempat tertentu yang sudah diketahui sebelumnya.
• Isyarat pembongkaran barang: yaitu bahwa surat sudah diterima. Isyarat ini diletakkan di tempat lain yang terpisah dari tempat isyarat-isyarat pertama yang telah direncanakan sebelumnya sesuai peta lokasi yang dilihat (ditentukan setelah menyusun rencana).
• Pembongkar muatan juga harus bisa memberi isyarat bahaya ketika ia merasakan ada bahaya.
Beberapa Panduan:
• Pengirim dan pembongkar muatan tidak harus saling mengenal dan tidak harus tahu tugas apa yang sedang mereka emban ataupun isi surat tersebut.
• Surat harus selalu dikunci dengan kode.
• Pengirim dan pembongkar muatan harus sama-sama tahu bahayanya misi yang mereka jalankan.
• Ketika diketahui ada pengawasan sebelum peletakkan kiriman, pengirim harus memberi peringatan bahaya dan membatalkan peletakkan surat. Ia harus segera meninggalkan tempat dan melepaskan diri dari pengawasan.
• Ketika diketahui ada pengirim diawasi setelah meletakkan kiriman, maka ia harus kembali setelah beberapa jam untuk mengamati ada tidaknya isyarat dari pembongkar muatan. Setelah itu ia kembali melalui jalan tertentu dan melakukan pengamatan apakah pengawasan masih ada.
• Ketika tidak ada isyarat dari pembongkar muatan, maka ia kembali ke tempat semula untuk mengambil kembali surat tadi.
• Isyarat pembongkar berada di dekat titik pertemuan berupa benda mati (tempat surat diletakkan).
• Pengirim jangan meninggalkan lokasi sebelum ia pastikan keberadaan isyarat dari pembongkar, atau ketika waktu yang direncanakan sudah habis. Maka dalam kondisi ini, pengirim kembali mengambil surat dan keluar dari lokasi.
• Sebelumnya telah sama-sama diketahui bahwa ketika pengiriman pertama gagal, ada tempat dan waktu lain yang telah disiapkan sebagai gantinya.
• Ketika selesai menjalankan misi, masing-masing menulis laporan tentang apa yang ia lakukan dan hasil pengamatannya terhadap keamanan misi tersebut secara total, apa saja kesalahan yang terjadi, dan apa saran-saran untuk meningkatkan program pengamanan.
Titik Pertemuan Berupa Benda Hidup:
Yaitu memindahkan surat dari satu orang ke satu orang yang lain melalui perantara, tanpa keduanya saling mengenal satu sama lain.
Syarat-syarat Melakukan Kontak Melalui Benda Hidup:
• Ada lokasi yang tepat untuk kedua belah fihak.
• Lokasi memiliki cover yang cocok, seperti berpura-pura menjadi pemilik toko, menjadi pegawai pada sebuah restoran, karyawan di sebuah perusahaan dan lain sebagainya.
• Perantara harus memiliki kode ucapan, dia juga harus tahu bahwa ini urusan rahasia, hanya dia tidak perlu tahu apa isi surat itu.
• Selalu memasang kode (password) pada surat.
Langkah-langkah Menentukan Titik Pertemuan Melalui Benda Hidup:
• Menentukan lokasi dan telah men-surveinya.
• Membuat cover tetap bagi perantara dan cover sementara bagi pengirim dan penerima surat.
• Menentukan cara mengirim dan menerima surat.
• Menentukan waktu kedatangan, baik si pengirim maupun penerima.
• Menentukan metode kedatangan dan kembalinya pengirim serta penerima.
Isyarat-Isyarat:
• Isyarat bahwa surat sudah sampai, ini dilakukan di tempat keberadaan surat (bisa di depan pintu lokasi, atau tempat yang berhadapan dengan lokasi yang bisa dilihat dari jalan raya).
• Isyarat bahwa surat sudah diambil dari tempat tadi, isyarat yang diberikan harus berbeda dari isyarat pertama.
• Isyarat ketika ada bahaya yang memberitahukan agar tidak mendekati tempat tersebut.
Mendeteksi Adanya Pengawasan dan Cara Mengelabuinya:
1. Pengelabuan dilakukan ketika Al-Akh merasa dirinya diawasi karena berpemikiran jihadi, atau membawa informasi-informasi penting, atau sebab-sebab semisal, baik pengawasan ini melalui pejalan kaki atau berkendaraan.
2. Pengelabuan dilakukan sewajarnya saja, jangan sampai mengundang perhatian. Kita juga tidak boleh melakukan gelagat-gelagat mencurigakan atau memancing perhatian masyarakat, jangan menampakkan bahwa kita sedang diawasi.
3. Untuk mengelabui pengawasan, sebaiknya kita berlindung di tempat-tempat berikut ini: tempat-tempat keramaian, pasar, alun-alun, komplek-komplek universitas, ladang pertanian, tempat penggembalaan, hotel, atau jalan yang bercabang-cabang.
4. Hendaknya menggunakan kekuatan sesuai keperluan dan brifing dari pimpinan.
5. Mengamankan pengelabuan orang-orang penting terlebih dahulu (pimpinan) dan data-data dan memasang anggota (sebagai tameng pertama).
6. Berlari (kabur) itu lebih mudah daripada mengawasi, maka manfaatkanlah rumus ini.
Cara Mendeteksi dan Mengelabui Pengawas Yang Berjalan Kaki:
1. Jatuhkanlah secarik kertas seolah-olah tidak sengaja, lalu perhatikan siapa yang akan memungut kertas tersebut. Atau, perhatikan bagaimana pandangan mata orang yang Antum curigai itu ke kertas tadi.
2. Berpura-pura mengikat tali sepatu sementara mata melihat ke belakang.
3. Pura-pura menjatuhkan uang lalu membungkuk untuk memungutnya.
4. Berjalan cepat kemudian berbelok tiba-tiba ke kanan atau ke kiri.
5. Memasang pengintai di setiap ujung jalan dan lewat beberapa kali di depan mereka. Jika pertemuan antara dua orang dirasa sangat perlu, maka bisa menaruh seseorang untuk mengawasi tanpa sepengetahuan mereka berdua. Sehingga ketika terjadi situasi darurat atau keduanya tertangkap, ia bisa menyampaikannya kepada yang lain atau kepada pimpinan.
6. Memasang pengintai di belakang pengintai dengan membuat sedikit jarak waktu antara keduanya.
7. Kembali ke titik awal (berjalan membentuk lingkaran).
8. Memanfaatkan pantulan tempat yang berkaca untuk memperhatikan orang yang berdiri atau berjalan di belakangmu, sebab itu berfungsi seperti cermin.
9. Naik dan turun, ke dan dari dalam bus ketika baru saja bus itu berjalan, supaya orang yang mengawasimu masih tertinggal di dalam bus.
10. Orang yang merasa menjadi DPO hendaknya menuju tempat yang sepi dari pejalan kaki, sehingga mau tidak mau orang yang mengawasi itu akan menjauh darinya.
11. Masuk ke bangunan yang memiliki dua pintu.
12. Menggunakan sarana transportasi untuk keluar dari daerah itu.
13. Memanfaatkan bangunan-bangunan yang berpintu dua dari dua arah yang berlawanan.
14. Jika Antum berada di negeri seperti Turki yang wilayahnya terbagi kepada daerah-daerah kecil, di mana jika pengawas menuju ke daerah kecil yang berbeda maka akan ada pengawas lain yang menggantikannya, maka dalam kondisi seperti ini pengelabuan terhadap musuh-musuh Alloh bisa dilakukan dengan memasuki gang/ lorong, setelah itu menuju ke toko baju dan merubah penampilan pakaian, setelah itu keluar dan melanjutkan perjalanan. (Peristiwa seperti ini pernah dialami salah seorang ikhwah dan Alhamdulillah ia bisa mengelabui mereka).
Mendeteksi Pengawasan Melalui Kendaraan dan Cara Mengelabuinya:
1. Berjalan cepat, lalu berhenti tiba-tiba.
2. Masuk ke belokan, lalu berhenti mendadak.
3. Berjalan cepat dan berbelok tanpa ada tanda-tanda sebelumnya.
4. Memperhatikan melalui cermin (spion).
5. Berhenti dan mundur ke belakang.
6. Berputar-putar mengelilingi bundaran.
7. Mengitari sekeliling sebuah bangunan.
8. Berjalan zig-zag membentuk leter (S), kadang ke kanan dan kadang ke kiri.
9. Memasuki tempat parkir mobil, lalu keluar secepatnya.
10. Meninggalkan mobil lalu berjalan kaki, atau menaiki kendaraan umum untuk keluar dari daerah itu.
11. Masuk ke gang buntu.
12. Menyiapkan kendaraan lain untuk mengawasi kendaraan penguntit.
13. Melanggar lampu merah atau jalan yang dilarang dilalui.
14. Ketika bepergian dari satu tempat ke tempat lain, atau dari satu kota ke kota lain, dengan melewati jalur utama, maka setiap beberapa jam hendaknya melewati jalan yang berlawanan arah untuk beberapa saat dalam rangka memeriksa atau mengelabui jika ada mobil yang mengikuti, setelah itu kembali melaju pada jalur yang benar.
15. Secara umum, bisa saja menaiki kendaraan sewa untuk melakukan perjalanan jauh melalui jalan yang tidak memiliki perempatan untuk kembali melalui jalur yang berlawanan, kemudian mintalah kendaraan itu berhenti di tengah perjalanan panjang tadi, lalu Antum memotong jalan dan menyewa mobil lainnya ke arah yang berlawanan. Dengan cara ini, tidak mungkin mobil penguntit akan mampu mengejar melalui jalur yang berlawanan kecuali jika di sana ada pihak-pihak lain yang bekerjasama, mereka bisa saja menyewa kendaraan lalu mengejar di belakangmu. Tapi langkah terakhir ini hanya akan mereka gunakan tergantung sepenting apa nilai orang yang hendak dikejar.
16. Jika orang yang menguntit Al-Akh kedua-duanya ada di Metro maka Al-Akh bisa mendekatkan posisinya di dekat pintu, lalu begitu pintu mulai untuk ditutup, dengan cepat ia keluar sehingga penguntit tidak bisa lagi menyusul setelahnya karena pintu sudah tertutup. (Kejadian seperti ini pernah dialami salah seorang Ikhwah, suatu ketika ia naik ke Metro sesaat sebelum pintunya tertutup, akibatnya dua orang yang menguntit mereka bergelayutan di sisi luar Metro, sebuah pemandangan yang cukup lucu).
LANGKAH-LANGKAH UMUM PENGAMANAN SEMUA ALAT KOMUNIKASI (TELPON DENGAN BERBAGAI JENISNYA, INTERNET…dst):
Di dalam situs berita Mafkarat Islam, termuat pernyataan berikut ini –dengan sedikit adaptasi—:
“Koran harian Inggris, Observers, mengungkap adanya gerakan rahasia di Eropa yang tengah berusaha menjebol mesin-mesin komputer dan membuka surat-surat dalam E-mail…”
Koran itu melanjutkan: “…program-program yang dicanangkan oleh Europol (sayap intelejen dan kepolisian Uni Eropa) merekomendasikan agar perusahaan-perusahaan internet dan telekomunikasi menyimpan jutaan catatan, termasuk rincian daftar kunjungan ke warung internet, komunikasi melalui surat e-mail dan telepon seluler.”
“Melalui gerakan tak resmi yang dilakukan para pengusung pembelaan terhadap hak privasi, ditemukan data yang membuat Observers berkesimpulan bahwa Uni Eropa sekarang telah menentukan “kode bersama” untuk menandai catatan apa saja yang harus disimpan, langkah ini akan diterapkan di semua negara anggota Uni Eropa.”
Sumber-sumber di Kepolisian dan Aparat Keamanan mengatakan: “Kebijakan baru yang memberikan kewenangan untuk masuk ke catatan-catatan pribadi akan segera diberlakukan di Inggris akhir tahun ini.”
DR. Ian Brown, salah seorang pimpinan dinas Intelejent berkomentar tentang kerahasiaan data-data: “Nampaknya Inggrislah yang akan memberi tekanan ke negara-negara anggota Uni Eropa untuk menerapkan undang-undang seperti ini.” Brown menambahkan, 99 % pelaksanaan spionase akan dijalankan secara tepat. Yang jadi pertanyaan: lalu apa makna 1 % sisanya?” Tidak ada kajian cukup tentang prediksi mengenai apa yang akan terjadi di masa mendatang.
Harian ini juga menyatakan: “Seluruh perusahaan pengelola situs-situs internet akan diminta untuk menyimpan kode password yang digunakan semua orang, mendata alamat situs yang dikunjunginya, mengetahui nomor pengamanan dan segala perincian untuk melakukan join ke internet. Khusus untuk surat elektronik (e-mail), akan diketahui siapa pengirim suratnya, ke mana surat itu dikirim, isinya, tanggal pengiriman… dst.”
Sedangkan untuk telepone seluler, koran ini melaporkan: “Akan dilakukan pemantauan kepada telpon-telpon biasa, telpon seluler, dan hp mobile. Nomor yang dihubungi akan tersimpan, demikian juga rincian identitas penggunanya, seperti alamat rumah, data-data bank, dan tanggal lahir dari anggota yang membayar biaya panggilan.” Demikian laporan koran itu.
Berdasarkan fakta ini, sudah selayaknya seorang Mujahid yang jujur untuk bekerja melawan musuh-musuh Alloh, sembari menyatakan sikap:
(مُوْتُوْا بِغَيْظِكُمْ)
“Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu”…” (QS. Ali Imron: 119)
(فَسيُنْفِقُوْنَهَا ثُمَّ تَكُوْنُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُوْنَ، وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا إِلىَ جَهَنَّمَ يُحْشَرونَ)
“Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi penyesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannam lah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan…” (QS. Al-Anfal: 36)
Baiklah, kita mulai dari cara pengamanan secara umum kaitannya dengan alat-alat komunikasi:
1. Jangan menerima dan menjawab telpon yang datang dari daerah-daerah yang mencurigakan di dunia. Sudah banyak contoh, bagaimana dinas intelejen menangkap mereka yang melakukan kontak telpon yang datang dari Pakistan (Al-Akh itu menelepon, lalu dinas intelejen menciduk keluarganya untuk diinterogasi). Yang semisal dengan ini adalah surat-surat e-mail ketika diketahui itu dikirim dari satu daerah mencurigakan secara terus menerus –guna lebih memperjelas gambaran, masalah ini akan dijelaskan lebih lanjut nanti.
2. Menggunakan kode rahasia (password) yang telah disepakati. Kode rahasia antar personel ini sangatlah penting, baik untuk langkah kewaspadaan, ataupun kamuflase di hadapan musuh. Contoh: untuk mengganti kata jihad digunakan kode: “Vitamin C”, Cechnya diganti: “Wuhuusy” (keganasan), Afghanistan diganti dengan “China” dan begitu seterusnya. Tak terhitung lagi contoh yang menunjukkan secara yakin bahwa menyebut informasi penting secara terang-terangan mendatangkan bahaya sangat besar; baik informasi itu berupa nama, waktu bertemu, tempat bertemu, nomor telepon, alamat e-mail…dsb. Banyak sekali kejadian di mana agen-agen intelejen menyadap telpon seseorang yang mereka target kemudian alamat e-mailnya disebut; sebab orang ini bersikpa meremehkan lalu menyebutkan alamat itu secara lengkap melalui telpon. Akhirnya, e-mail pun diawasi, lalu dilakukan pemancingan secara bertahap, dan setelah itu ditangkap.
– Untuk kode peringatan, pada intinya harus ada kalimat yang telah disepakati oleh kedua belah fihak yang berhubungan melalui telpon. Jika orang pertama mengatakannya di awal ia bertelpon, maka pihak kedua menjawab dengan jawaban yang sudah disepakati sebelumnya. Contoh: Jika ia mengatakan: “Apa kabar?” maka di seberang sana menjawab: “Komputer,” artinya, tidak nyambung sama sekali dengan pertanyaan. Tapi sebaiknya jawaban itu dibuat nyambung dengan pertanyaan namun sudah dipalingkan maknanya dan tidak sesuai makna aslinya. Ini agar tidak memancing perhatian ketika ada orang yang mendengarnya, contohnya adalah menjawab: “Di atas angin.”
– Jika Al-Akh yang dihubungi tertangkap, ia akan menjawab telpon di bawah tekanan, maka jawabannya justeru dibuat biasa saja, seperti: “Alhamdulillah, baik-baik saja.” Ketika itu yang menghubungi sudah faham bahwa yang dihubungi telah tertangkap. Untuk Al-Akh yang fasih, hati-hati jangan sampai melontarkan kata-kata yang membuat pihak intelejen menyimpulkan bahwa dirinya mengerti sesuatu tentang saudaranya yang tertangkap, seperti kata-kata: “Inna lillaah, hasbunalloh, hasbunalloh…”dst. Tapi hendaknya ia menjawab dengan jawaban yang masuk akal atau mengatakan dirinya sedang sibuk dan akan menghubungi lagi nanti.
3. Cara yang sama juga dilakukan ketika berkirim surat melalui e-mail, harus ada kesepakatan tentang kata kode yang mesti diulang-ulang secara berkala; ketika nanti kata kode ini tidak muncul berarti itu pertanda bahwa Al-Akh telah tertangkap atau dalam keadaan bahaya. Kata ini bisa diletakkan pada judul surat, akan lebih sempurna lagi jika kode bersama itu tersamarkan, seperti tambahan huruf panjang di akhir kata kelima dari setiap surat, atau tanda titik setelah kata keenam, dan lain sebagainya.
4. Sama halnya ketika memasuki messenger, misalnya orang pertama menuliskan nomor maka orang kedua juga menuliskan nomor yang telah sama-sama disepakati. Bisa juga berupa ungkapan kalimat, huruf, dan sebagainya. Sehingga ketika salah satu tertangkap lalu sebagai gantinya aparat menulis surat, maka ia tidak akan menulis kode yang telah disepakati itu.
– Langkah ini tentunya bermanfaat ketika yang tertangkap adalah salah satu kemudian ia dipaksa menulis surat atau aparat menggantikannya sebagai yang menulis surat. Adapun ketika intelejen berhasil mendeteksi dua pihak yang berkirim surat sekaligus pada satu masa, maka mereka akan tahu kode rahasia atau password yang dipakai dua orang itu, sehingga langkah tadi tentu tidak berguna. Nanti akan kita berikan solusi cadangan yang lain dalam pembahasan mengenai internet secara terperinci, seperti mengubah e-mail atau kode password secara berkala.
5. Harus disepakati kode khusus untuk merubah nomor atau tempat. Contohnya untuk mengetahui tempat bertemu, sebutlah nama tempat itu dengan kode yang telah disepakati sebelumnya, seperti kata “Nadi” untuk menyebut sebuah taman yang sudah diketahui kedua belah fihak di suatu negeri.
– Dalam e-mail juga harus disepakati kode perubahan nama antara kedua belah fihak, contohnya: mengambil huruf pertama secara berselang seling dari kata yang ditulis; maka jika tempat pertemuan yang disepakati adalah “لُبْنَان” (Lubnan, Lebanon) kodenya adalah sebagai berikut:
[لولو- حسن- بنان- ياسمين- نسرين- نور- إحسان- سعيد- نعمان]
Ambillah huruf pertama dari kata-kata di atas secara berselang seling, maka hasilnya adalah: لُبْنَان.
– Nama yang digunakan harus bermacam-macam, sehingga jika aparat menangkapnya dan dia ditanya tentang nama-nama ini ia bisa beralasan bahwa itu ia kumpulkan untuk memilih nama terbaik buat puterinya atau keponakannya…atau alasan lain.
6. Contoh lain, bisa juga menyepakati kalimat yang hurufnya tidak ada yang terulang, seperti: (كُُسِرَتْ مَفَاصِلُهُ) kemudian setiap huruf menggantikan nomor secara urut dari 1-10; sehingga kalau Antum hendak memberinya nomor (368) melalui telpon atau email maka menyebutnya adalah: (dieja dari kanan) ص-ف-ر.
– Atau kalau dia menyerahkan kepadamu kata-kata [صالح، فراس، رامي], hendaknya sebelum itu disepakati agar masing-masing mengambil huruf pertama dari setiap kata, setelah itu digunakan nomor sebagai pengganti huruf-huruf tadi sesuai dengan kalimat yang telah disepakati yaitu : (كُُسِرَتْ مَفَاصِلُهُ).
7. Contoh lain: Antum bisa saja bersepakat mengirim nama tertentu dalam bentuk beberapa kata, tapi sudah disepakati bahwa huruf yang dimaksud sebenarnya adalah huruf setelahnya secara urut dari awal. Contohnya, jika Antum ingin agar dia pergi ke Dubai (دبي) maka katakan: Pergilah untuk melihat Kholid-Ahmad-Walid. Perhatikan: setelah huruf Kho’ adalah dal, setelah huruf Alif adalah Ba’ dan setelah huruf waw adalah ya’, sehingga jika digabungkan hasilnya adalah: (دُبَيْ).
8. Bisa juga menyepakati kode bersama seperti kata: (عمران), ketika Antum ingin dia pergi ke Oman (عمان) katakan: sambunglah huruf pertama, kedua dan keempat atau terakhir. Jika engkau ingin dia menghubungi Al-Quds (القدس) katakan: Setelah Alif Lam ambillah tiga langkah dari huruf pertama (ع) (berarti ق), dua langkah sebelum huruf ketiga (ر) (berarti د) kemudian dua langkah setelah huruf ketiga (ر) (berarti huruf س). (Ini sulit tapi terjamin keamanannya Insya Alloh.)
9. Menyepakati angka tetap, contohnya: 1970, maka jika nanti Antum hendak memberikan nomor kepadanya, Antum kurangi nomor tadi dari angka yang disepakati itu. Setelah itu Antum kirim hasil pengurangan itu kepadanya dan katakan: Tambahkan nomor ini ke angka yang telah kita sepakati.
10. Bisa juga mengirim separo nomor dari salah satu e-mailmu ke salah satu e-mailnya, kemudian separo yang lain dikirim dari e-mailmu yang lain ke e-mailnya yang lain, dan menggunakan Warnet yang berbeda. (Akan ada keterangan tambahan seputar ide ini).
11. Atau bisa juga bersepakat melengkapi nomor menjadi angka 10. Maka sepakatilah nomor yang Antum berikan kepadanya agar dia lengkapi menjadi angka 10. Misalnya jika Antum memberinya nomor: 96758, maka nomor yang sebenarnya adalah: 14352. Atau bisa juga menyepakati hanya menyempurnakan dari angka 5 ke atas…dst.
12. Sama halnya ketika menyepakati waktu pertemuan. Kapan pun waktu yang disepakati untuk bertemu, maka pertemuan sebenarnya dilakukan tiga hari sebelum itu. Contoh: Jika pertemuan hendak dilakukan tanggal 24 Romadhon, maka katakan kepadanya bahwa jadwal pertemuan adalah tanggal 27 Romadhon. Fihak yang di sana harus sudah mengerti secara otomatis kapan waktu yang benar sesuai dengan kode yang telah disepakati.
13. Bisa juga Antum buat kode yang isinya meminta agar temanmu mengecek e-mailnya; sebab sampai saat ini e-mail itu lebih aman daripada telpon. Contohnya Antum menghubungi telpon rumahnya atau HP nya sebagai (seolah-olah) teman yang sudah dia kenal, lalu Antum menanyainya tentang daftar table Fisika atau bertanya tentang kesehatannya atau tentang tugasnya –semuanya disesuaikan dengan kondisi dia—. Maka dia harus faham bahwa berarti dia harus mencek e-mail. Atau kodenya bisa dengan memanggilnya dengan tiga kali nada dering ke HP nya.
14. Kode dan password harus dirubah secara berkala.
15. Pastikan di kalangan ikhwah ada kode-kode tertentu dan jangan sampai menyepelekannya. Sebab satu pukulan tidak akan berulang dan kesalahan pertama sama dengan kesalahan terakhir (begitu kata mereka). (Pernah seorang ikhwah hampir saja membeberkan sebuah tim penting kepada aparat, karena dia lalai memperhatikan hilangnya kode yang telah disepakati. Akhirnya salah seorang ikhwah berhasil dipancing setelah aparat menangkap seorang temannya, lalu mereka mengiriminya surat dengan mengatasnamakan dirinya lalu sepakat bertemu di suatu tempat, kemudian ia dikirim kepada CIA).
16. Pengiriman e-mail tidak boleh dilakukan dari rumah atau sebuah tempat yang tetap, namun harus dari beberapa tempat yang umum. Demikian juga hubungan melalui telpon dengan berbagai jenisnya, tidak boleh berhubungan dari HP ke HP kecuali pada kondisi-kondisi tertentu yang akan kami bahas pada tempatnya nanti. Yang tepat adalah dari wartel di pinggir jalan menuju nomor HP atau menuju telpon permanen. Hal ini dilakukan demi meminimalisir kemungkinan-kemungkinan terbongkarnya jaringan melalui pemantauan telpon dari salah seorang yang melakukan kontak. Apalagi jika ada dua orang yang berbicara melalui dua nomor yang tetap dalam sebuah perusahaan yang sama dan menggunakan nama-nama tertentu yang bisa dikenali, ketika salah seorang terdeteksi tentu saja yang lain juga akan terdeteksi. Lain halnya jika kontak dilakukan dari pinggir jalan (wartel) dengan menggunakan nama-nama palsu dan informasi yang diberikan terkode, maka jika ada yang terkena getahnya maka hanya satu nomor telpon saja.
17. Dalam tekhnik komunikasi modern, bisa saja aparat Intelejen berdiam diri dan mengumpulkan data setelah satu tahun. Maka jangan tertipu dengan situasi yang nampaknya tenang, sebab “badai besar terjadi setelah cuaca tenang”. Maka kelabuilah musuh, cabutlah tali jaringan, kemudian gantilah e-mail semua anggota tim dalam waktu yang bersamaan, demikian juga dengan telpon, demikian juga dengan penampilanmu, harus berubah-rubah, dan hal-hal yang semisal dengannya seperti aksen suara, kalimat yang terlalu sering diulang yang bisa membuat seseorang diketahui identitasnya.
18. Sudah kita bahas dalam bab pengaman data tentang sebuah ide yang cukup bagus, kami perlu mengulangnya di sini: Tulislah nomor atau alamat yang Antum perlukan dalam file word, lalu simpanlah di salah satu e-mailmu setelah menguncinya dengan kode password yang panjang (sebaiknya diselang-seling antara huruf kecil, huruf besar dan angka). Dan harus ada satu e-mail khusus untuk menyimpan hal-hal yang rawan, juga beberapa e-mail dengan nama yang sama dan dari perusahaan penyedia e-mail yang berbeda-beda, sebab dikhawatirkan akan terjadi kerusakan pada salah satu perusahaan. E-mail khusus ini jangan pernah Antum gunakan untuk mengirim atau menerima surat; artinya e-mail ini khusus untuk menyimpan data-data seperti tadi. Kemudian, ambillah beberapa halaman penting di menu signer lalu simpanlah di dalam e-mail atau situs tertentu. Yang penting, minimal letakkanlah data-data itu di tempat yang tidak diketahui orang di dalam rumah, sehingga ketika terjadi situasi darurat Antum bisa mengambilnya atau membakarnya atau mengirim orang lain untuk melakukannya, dan ketika situasi seperti itu terjadi jangan bersikap gugup.
Selanjutnya, kita akan membahas tentang telpon permanen, telpone nirkabel (Handi Talky/ HT), kemudian HP.
A. Telpon permanen:
– Anggaplah selalu bahwa telpon itu terpantau atau dalam kemungkinan terpantau.
(Ada kejadian seorang ikhwan menelpon keluarganya dari Afghanistan, pembicaraan mereka berhasil dideteksi dan direkam. Begitu pulang ia langsung ditangkap. Peristiwa ini sebelum adanya tekanan ketat pasca perang melawan apa yang mereka sebut “terorisme” itu mengglobal di seluruh dunia seperti sekarang. Dan banyak kejadian penangkapan terhadap orang-orang yang menghubungi buronan aparat, padahal ia tidak punya kaitan sama sekali dengan urusan jihad, hanya sekedar teman menelpon orang yang kebetulan dicari oleh aparat sementara ia tidak tahu bahwa ternyata intelejen memburunya. Tak lama setelah ia menelpon, ia dipanggil, ada di antara mereka yang dipenjara hingga 70 hari dan menerima berbagai macam siksaan yang Alloh Maha tahu bagaimana kejamnya, padahal di masyarakatnya ia bukan dikenal sebagai orang yang taat beragama. Kasus lain ada seseorang yang dipanggil gara-gara berhubungan via telpon dengan temannya yang baru saja pulang dari sebuah negara Teluk, dan Alloh sudah takdirkan bahwa ternyata temannya itu dicari oleh dinas Intelejen di negara thoghut tersebut. Namun demikian, ingat: “Apa yang ditakdirkan menimpa dirimu, tidak akan meleset darimu.”
– Jangan telpon berlama-lama, jangan banyak berbicara tentang hal-hal yang tidak bermanfaat, meskipun pengawasan dari aparat intelejen menggunakan sistem acak; artinya pihak yang berwenang untuk memantau percakapan masyarakat mendengarkannya secara acak. Sebab jika ia mendengar kata-kata yang aneh, ketika itulah ia akan melanjutkan aktifitas memata-matai. Jika percakapan ini kembali seperti biasa, ia akan mengawasi percakapan yang lain dan meninggalkan percakapan ini. Sedangkan berlama-lama bicara dalam masalah-masalah di luar pembahasan akan memancing “anjing-anjing” intelejen untuk memata-matainya, sebab mereka khawatir ada apa-apa di balik perbincangan panjang ini.
– Telpon hanya dipakai untuk menentukan waktu pertemuan. Sedangkan untuk lokasi pertemuan, jauh-jauh sebelumnya harus sudah disepakati, atau menggunakan alat selain telpon yang bersangkutan, bisa dengan memakai telpon milik orang lain atau melalui e-mail. Karena dikhawatirkan telpon itu dipantau. Dengan cara ini, informasi menjadi terbagi-bagi; jika telpon itu ternyata betul terpantau, maka pemantau tidak akan mendapat keuntungan apapun, demikian juga halnya ketika e-mail dipantau. Akan tetapi jika semuanya ditentukan lewat telpon, maka jika telpon itu benar tersadap maka intelejen akan segera memasang perangkap.
– Yang paling aman, informasi disampaikan dengan kode. Tadi sudah kami singgung contoh-contohnya, itu sudah cukup Insya Alloh.
– Selalu menghubungi teman melalui telpon jalanan (wartel) untuk meminimalisir kemungkinan terbongkarnya jaringan melalui pemantauan telpon yang dipakai anggota-anggota tim yang menelpon. Demikian juga ketika dua orang berbicara memalui dua nomor telpon permanen dari satu perusahaan telekomunikasi yang sama dan dengan nama orang-orang tertentu, maka jika salah satu terdeteksi orang kedua pun pasti akan terdeteksi. Lain halnya ketika kontak telpon dilakukan dari pinggir jalan, lalu nama yang digunakan fiktif, informasinya diberi kode, maka tidak akan ada yang terkena dampak negatifnya kecuali satu nomor telpon saja.
– Hati-hati jika berada di negara yang rawan, jangan menghubungi telpon permanen seseorang dari negara ini, sebab bisa membahayakan sang pemilik telpon.
– Jika berada di hotel, jangan menghubungi dari kamar ke kamar, sebab itu akan membahayakan pemilik telpon walaupun tidak sekarang.
– Aktifitas mata-mata terhadap kegiatan orang mungkin sekali dilakukan oleh para pemilik perusahaan telpon jika mereka diberi kompensasi berupa uang dalam jumlah tertentu.
– Mencatat nomor sebaiknya diletakkan pada catatan pribadi yang telah disamarkan jika memungkinkan.
– Jangan memakai nama asli dalam telpon. Langkah ini berguna ketika gerakan kita tercium, manfaat lainnya agar pihak yang dihubungi tidak tahu nama asli yang menghubungi. Sebab intelejen biasanya menanyai keluarga (ayah-ibu, saudara-saudari, kerabat, isteri, anak…dst) tentang nama orang-orang yang pernah menghubungi orang yang mereka kejar atau mereka tangkap.
– Mencopot sambungan telpon bertombol jika berada di dalam tempat pertemuan (rapat). Sebab intelejen bisa mendengar perbincangan cukup ketika gagang telpon itu terangkat, lalu pesawat telpon itu akan berfungsi seperti alat perekam yang akan merekam semua yang terjadi di majelis itu jika intelejent menginginkannya.
– Ada sebagian wartel yang menyediakan kartu, jika terjadi kontak hubungan antara dua nomor melalui kartu ini, di mana salah satu dari nomor itu dipantau sementara satunya tidak, maka aparat bisa mengetahui nomor yang menghubunginya dengan bekerjasama dengan perusahaan telekomukasi. Jika itu terjadi, maka semua isi percakapan yang dilakukan melalui kartu ini akan diketahui. Ini adalah point yang sangat penting, sebab banyak sekali ikhwah yang mengira bahwa berhubungan via kartu cukup untuk memutus mata rantai. Padahal faktanya itu justru mengungkap banyak sekali jaringan. Oleh karena itu, sebaiknya menggunakan telpon koin, atau minimal ada satu kartu yang dikhususkan untuk hubungan yang bersifat umum dan satu kartu lagi untuk hubungan yang agak rawan.
– Beberapa point penjelasan tentang telpon permanen akan disebutkan nanti dalam pembahasan Keamanan HP.
B. Telpon Nirkabel (Handy Talki):
– Jangan bicara terlalu lama (maksimal 3 menit).
– Merubah gelombang frekwensi secara otomatis, dan sebaiknya gelombang terima dibuat beda dengan gelombang mengirim secara otomatis. Sehingga kalau percakapan terpantau sekalipun, informasi yang diterima hanya sepotong-potong; sebab kalimat pertanyaan datang dari satu gelombang sedangkan jawaban yang diterima melalui gelombang yang berbeda. Tapi, dua belah fihak harus sudah menyepakati bahwa gelombang terima berbeda dengan gelombang kirim. Jika alat penyadap musuh berhasil menemukan salah satu gelombang tadi, tetap saja percakapan yang disadap kurang lengkap (“Apa kabar?…di mana bertemu…? dst). Jadi musuh tidak mengambil manfaat sebanyak jika gelombang kirim dan terimanya sama; karena jika sama, mereka akan mendengarkan pertanyaan dan jawabannya sekaligus.
– Menyepakati kode-kode pembicaraan seperti yang telah kami jelaskan pada bab: LANGKAH-LANGKAH UMUM DALAM PENGAMANAN ALAT-ALAT KOMUNIKASI.
– Mengganti kode secara berkala.
– Jangan terlalu lama dan banyak bicara.
– Mengirim pesan melalui tempat-tempat yang alat seperti ini banyak digunakan (bandara, asrama-asrama…dll).
– Menggunakan Handy talky sambil berkendaraan.
C. Hand Phone (Mobile)
– Ilmu pengamanan HP sangatlah penting, karena banyak sekali bahaya menimpa ikhwah gara-gara HP. Gara-gara HP pula Umat Islam harus kehilangan satu dari pemuda-pemuda tangguhnya, di antaranya adalah Komandan Yahya ‘Ayyasy ketika sebuah wadah bermuatan 7 gram bahan peledak yang diletakkan di tempat baterai, meledak. Demikian juga Komandan Johar Dudayef, Cechnya, beliau terbunuh karena perbincangannya tersadap. Dan banyak sekali ikhwah yang tertangkap karena mereka tidak memperhatikan dengan baik langkah-langkah pengamanan dalam hal ini.
– Ikhwah Mujahidin yang sekarang berada di front-front jihad sudah tidak menggunakan HP, khususnya para petingginya, kecuali dalam kondisi tertentu dan sudah dipelajari sebelumnya. Tukar-menukar informasi mereka lakukan melalui kurir yang terpercaya, atau melalui surat yang sudah diberi kode tertentu, atau melalui e-mail, setelah menempuh berbagai langkah pengamanan yang terkait dengan itu, yang akan kita kaji nanti.
– Sebagai pelajaran, kami ingatkan bahwa tertangkapnya Abu Zubaidah tak lain disebabkan perbincangan telpon dari seorang ikhwah yang tidak dikaji dulu sebelumnya, di mana ia sering sekali menelpon Abu Zubaidah. Akhirnya pemilik HP ini dipantau setelah mereka mengetahui posisi dia, kemudian tatkala mereka berhasil mengepung lokasi di mana ia berada akhirnya rumah itu digerebek di malam hari dalam sekali waktu.
– Sebelum itu koran-koran memberitakan terjadinya salah satu amaliyat di Yordania yang berhasil digagalkan oleh pihak Intelejen Yordania, koran itu menulis: “Pada tanggal 30 November pihak berwenang Yordania berhasil menyadap perintah dari Abu Zubaidah agar memulai operasi penyerangan yang mereka sebut dengan “Hari Ulfiyah”. Jenderal Ubaidat, Kepala Perwakilan Umum Yordania, menegaskan: “Kami menyimpulkan bahwa tidak ada alasan lagi bagi kami untuk menunggu-nunggu.”
– Harian Asy-Syarq Al-Awsath merilis sebuah laporan berikut ini:
PETINGGI AL-QAEDA, SAIFUL ADEL, MENGKRITIK LEMAHNYA ASPEK KEAMANAN DALAM ORGANISASINYA
London: Muhammad Syafi‘i
“Saiful Adel Al-Mishri, penanggung jawab militer Al-Qaeda, yang namanya tercantum dalam daftar 22 buronan Amerika yang paling berbahaya, bercerita tentang kisahnya ketika dirinya dibombardir oleh militer Amerika di Afghanistan. Ia menyayangkan kelemahan intelejen dalam anasir Al-Qaeda dalam aspek ilmu-ilmu khusus masalah keamanan penggunaan telpon satelit luar angkasa. Sebuah kelemahan yang menurutnya: “Memudahkan Amerika untuk menentukan di mana saja posisi-posisi keberadaan Mujahidin Arab di Afghanistan, di Kandahar pada bulan Oktober dan November 2001.”
Catatan: Saeful Adel masih bebas berkeliaran ketika beredar santernya berita bahwa ia tertangkap, namun pemikiran-pemikiran yang beredar melalui HP itu benar adanya.
– Di judul lain: “TELEPON GENGGAM, ALAT UTAMA ZIONIS MENGUNTIT KORBAN YANG AKAN DIBUNUH DAN DICULIK.” yang dilaporkan secara khusus pada tanggal 9/9/2003 dinyatakan –berikut ini nukilannya dengan sedikit adaptasi—:
Militer penjajah Yahudi berhasil meminimalisir anggaran kekuatan militernya setelah berhasil menyerang musuh sebagai target pembunuhan dari jarak jauh (ightiyal). Di sisi lain, gerakan-gerakan perlawanan Palestina juga melakukan langkah-langkah pengamanan, yang paling banyak digunakan adalah meminimalisir penggunaan HP setelah terbukti bahwa penggunaan benda itu memberi peranan besar terhadap terjadi operasi pembunuhan dan penculikan oleh pasukan penjajah. Pihak intelejen Zionis juga mulai meningkatkan penggunaan teknik klasik secara meluas dalam melakukan operasi pembunuhan. Mereka tidak hanya menggunakan roket Blue Fire anti Tank pembakar dan helikopter serang Apache, namun mereka juga membuat alat-alat penyadap elektonik paling canggih untuk memantau pergerakan orang-orang yang mereka buru dan mendengarkan perbincangan telpon yang mereka lakukan.
Para tawanan di penjara-penjara Zionis kini sampai kepada sebuah kesimpulan penting yang intinya bahwa pasukan penjajah Israel bisa menyelidiki suara setiap aktifis gerakan milisi Palestina melalui penyadapan pembicaraan, dengan cara ini mereka berhasil mendengar percakapan itu dan setelah itu mengetahui identitas pembicaranya.” Demikian isi laporan itu.
KELEBIHAN KOMUNIKASI DENGAN HP:
– Bisa saling tukar informasi melalui SMS.
– Penelpon biasa tidak bisa mengetahui di mana pemilik HP berada maupun kota di mana ia berada, berbeda dengan aparat intelejen ketika mereka berhasil memantaunya.
– Kebebasan bergerak dengan tetap bisa berkomunikasi dengan fihak lain. Karena hubungan antara HP bergantung kepada pemancar-pemancar HP yang tersebar di seluruh wilayah geografis tempat para pemakai HP. Pemancar ini biasanya berbentuk menara tinggi dan bentuknya sudah cukup populer, atau bisa juga berupa antena yang terpasang di atap bangunan-bangunan besar –yang kedua ini belum banyak diketahui orang—. Pemancar ini bekerja dengan sistem Hand Over, artinya sinyal HP pengguna dipindahkan dari menara satu ke menara berikutnya tanpa ia sadari, baik melalui operator lokal maupun interlokal. Setiap terjadi perpindahan, data-datamu dan berbagai informasi tentangnya akan diperbaharui, seperti akan dijelaskan pada point berikutnya.
SARAN-SARAN DALAM MENGAMANAN HP (APA YANG DITERIMA OPERATOR DARI HP?)
Begitu diaktifkan, HP akan memberi sinyal kepada pemancar pusat jaringan terdekat sehingga HP tersebut bisa berfungsi, setelah itu ia akan memberikan informasi-informasi penting tentang pengguna yang akan kami sebutkan, berikut saran-saran mengenai pengamanan anitisipasi:
1. Operator akan memberi data-data lengkap tentang pengguna sesuai dengan data dalam kartu perdana dari perusahaan. Ditambah dengan informasi tentang jenis HP yang dipakai, nomor model HP (masing-masing HP punya nomor sendiri-sendiri yang biasa disebut IMEI, sama seperti ciri khas yang dimiliki setiap orang) dan tanggal produksi barang tersebut…dll.
– Ini artinya, kalau dalam satu mesin HP digunakan lebih dari satu kartu, maka aparat bisa sekali untuk menyusun informasi dalam beberapa kartu itu. Sebab mereka tahu spesifikasi mesin HP yang digunakan.
– Oleh karena itu, salah besar jika mengkhususkan satu kartu untuk tujuan tertentu dalam satu HP yang beroperasi secara normal. Karena aparat intelejen sangat bisa menghimpun data dari dua kartu itu lalu mengenali pemiliknya. (Pernah aparat intelejen dari sebuah negara kafir memantau salah seorang ikhwah setelah mereka mengetahui nomor yang ia pakai dalam HP, kemudian ia nonaktifkan HP itu selama sebulan atau dua bulan dan tidak ia jual, karena ia senang dengan modelnya, setelah itu ia kembali memakainya dengan menggunakan nomor baru tapi dengan HP yang sama).
– Jangan membeli HP dengan memakai nama asli dari sebuah counter, jika memang harus mendaftarkan nama, gunakanlah nama fiktif.
– Menggunakan kartu pra bayar lebih bisa meminimalisir bahaya, sebab kartu pasca bayar itu rawan terkena pemantauan intelejen. Lain halnya dengan kartu prabayar, ia bisa dibeli di mana saja. Tapi ingat, kartu pra bayar tetap bisa diketahui nomornya di kemudian hari, sehingga aparat intelejen bisa memperoleh nomor yang pernah dihubungi, meskipun ini kartu pra bayar.
– Jika sebuah kartu dipakai pada HP untuk menghubungi lokasi atau nomor telpon yang “bersih” lalu kartu itu dipasang pada HP lain dan dipakai untuk menghubung nomor yang “kotor”, maka tidak diragukan bahwa HP itu telah “hangus.” Namun, bila HP yang pertama tidak digunakan untuk menghubungi nomor-nomor “kotor” apakah “hangus” juga? Artinya, bisakan aparat intelejen mengetahuinya atau tidak? Kita perlu pakar untuk menjawab pertanyaan ini secara pasti.
2. Operator bisa memberikan informasi dari titik terdekat Antum berada dan menentukan lokasi keberadaanmu melalui pemancar operator. Akan tetapi ia tidak bisa menentukan lokasimu secara tepat kecuali dengan menggunakan alat lain dari pemantau terdekat dari titik pemancar. Ini berbeda dengan alat komunikasi yang menggunakan sambungan satelit angkasa, alat seperti ini bekerja berdasarkan garis lintang dan bujur, ia mampu meng-update posisi penggunanya secara terperinci hingga jarak 10 cm saja. Oleh karena itu, mudah saja mengetahui posisi pengguna alat komunikasi seperti ini secara terperinci, seperti yang dialami oleh Dhohar Dudayef sebelum ia dibunuh; juga seperti yang menimpa Mulla Umar tapi kemudian Alloh menyelamatkan beliau dari berbagai percobaan pembunuhan menggunakan roket, dan banyak lagi kasus serupa yang menimpa ikhwan-ikhwan.
– Oleh karena itu, jika nomor ikhwah yang menggunakan alat seperti sudah diketahui musuh, ia harus segera melenyapkannya.
– Pengguna alat komunikasi satelit jangan melakukan kontak dari satu tempat secara terus menerus. Jika hendak menelpon, hendaknya ia menjauh dari tempat ia berada yang jauh dari pemantauan.
– Khusus untuk penggunaan kartu telpon dengan bantuan pemancar-pemancar di bumi, melakukan kontak secara terus menerus dari satu tempat seperti dari rumah, atau selalu mengaktifkan kartu yang sudah dipantau dari satu tempat saja dalam jangka waktu lama meskipun hanya sesaat demi sesaat, itu akan memberikan petunjuk bahwa pengguna kartu tinggal di lokasi tersebut. Oleh karena itu waspadalah, jangan mengaktifkan kartu yang penting kecuali dari tempat-tempat yang jauh dari lokasi keberadaanmu, dan jangan lupa mengganti kartu dan Hp-nya sekaligus secara berkala.
– Sebaiknya pengguna HP menonaktifkan HP-nya dan mencabut baterainya sebelum pergi menemui seseorang yang ia inginkan selama rentang waktu secukupnya, jika ia merasa bahwa HP-nya itu diawasi. (Nanti akan dibahas tentang masalah baterai).
– Siapa yang ingin menghindar atau lari dari orang yang memantaunya, ia bisa pergi ke sebuah arah lalu meninggalkan HP-nya di tempat tersebut, atau membuangnya dalam keadaan aktif, atau memberikannya kepada orang yang berada di arah yang ia tuju yaitu di arah timur jika sebelumnya ia berada di barat.
– Jika ada ikhwah yang ingin menghubungi keluarganya dari tempat yang tidak bersih, lakukanlah langkah berikut untuk menghindari bahaya: Anggap saja ia sedang di Pakistan, maka hendaknya ia menghubungi nomor operator di Turki yang menyediakan jasa ini, lalu nomor ini akan menyambungkannya dengan keluarganya yang berada di Yordania, misalnya, dengan cara yang sudah diketahui dan biasa dilakukan oleh para ikhwah. Kalau toh saluran telpon keluarganya dipantau, yang akan muncul adalah percakapan dari Turki.
– Ada juga tekhnik bagaimana agar nomor itu tersembunyi dan tidak muncul di layar monitor pemeriksaan ketika melakukan kontak dari luar negeri. Kalau dalam contoh kita tadi, di layar monitor masih keluar nomor Turki, bukan Pakistan.
– Bisa juga menunjuk salah seorang Al-Akh sebagai penanggung jawab yang tinggal di Eropa, di Prancis misalnya, kemudian ikhwan tadi menghubunginya dari Pakistan lalu si bertanggung jawab tadi menghubungkan ke keluarganya melalui alat lain. Setelah itu, hendaknya ia balik dua gagang telpon, yang untuk bicara berfungsi sebagai pendengar, yang alat pendengar berfungsi untuk bicara. Jika situasinya tenang, percakapan tetap bisa didengarkan oleh kedua belah fihak.
3. Ketika Antum menon-aktifkan HP, maka informasi yang ketika itu berada di operator adalah informasi terakhir. Inilah informasi terakhir tentang diri Antum yang memungkinkan diperoleh orang lain melalui jaringan HP.
– Artinya, jika Antum ingin melenyapkan nomor Hpmu, maka usahakan melakukan percakapan terakhir di tempat yang jauh sekali dari lokasi tempat Antum berada, supaya informasi terakhir percakapan ini tersimpan dalam mesin mereka. (Nanti akan dibahas masalah keberadaan baterai dan kartu dan sejauh mana efeknya dalam menentukan posisi pembawa HP).
4. Setiap negara mempunyai alat khusus untuk menyimpan semua percakapan telpon, baik lokal maupun interlokal, mesin itu adalah mesin OMEGA yang mampu menampung 250.000 memori, mesin ini mampu menampung sekitar 2 juta percakapan dalam sehari, mengurai kode lebih dari 200.000 kode dalam satu detik. Meskipun demikian tidak semua perbincangan yang masuk ke operator bisa dimonitor, bahkan itu hal yang mustahil; sebab jika ditotal akan ada jutaan percakapan. Hanya saja, beberapa kalimat bisa disaring sehingga alat pemantau bisa memilahnya, baik berupa SMS atau suara, seperti menyaring setiap kata: jihad, amaliyah, istisyhad…atau nama-nama seperti: Usamah bin Ladin, Mulla Umar… atau bisa juga yang disaring adalah nomor tertentu.
– Oleh karena itu, sebaiknya tidak berbicara lebih dari 3 menit secara terus menerus, sebab terlalu lama berbicara memancing mereka untuk melakukan pengawasan saluran.
– Berpindah tempat setiap kali melakukan pembicaraan itu lebih baik.
– Jangan mengucapkan kata-kata “terlarang” secara terang-terangan di telpon, sebab biasanya pemantauan dan penangkapan bermula dari “simpul benang”.
5. Penyadapan melalui HP bisa dilakukan musuh untuk mencapai tujuan-tujuan mereka, ketika baterainya masih terpasang (baterai adalah komponen inti dalam HP) meskipun HP itu sudah nonaktif, sebab masih ada komponen inti (baterai) yang terkoneksi dengan memori di dalamnya. Dengan cara ini, HP bisa dimanfaatkan untuk misi-misi penyadapan memori di dalamnya. Apalagi jika memori itu menggunakan baterai kecil, maka fungsinya akan melebar menjadi bisa diketahuinya model HP tersebut; maka dalam kondisi ini HP tidak terputus dari memorinya, dan memori itu berperan utama menyimpan data-data yang diinginkan.
– Yang lebih penting lagi, jangan membiarkan kartu tetap berada di dalam telpon, meskipun baterainya sudah dicopot. Kartunya harus juga dilepas. Inilah cara kerja yang dibuat oleh perusahaan telpon Swedia, Ericson, bekerja sama dengan dinas Intelejen Swedia, CEBO, dengan menciptakan program penyadapan dengan menggunakan HP tersebut. Mereka menayangkan sebuah program di televisi khusus membahas topik ini (penyiaran topik seperti ini adalah hal yang biasa dilakukan di negara-negara Skandinavia).
– Jadi, ketika menunggu perbincangan, HP harus ditaruh di dalam, mic dan speakernya di arahkan ke dalam.
– Cobalah mendapatkan HP Ericcson tipe R 1520 M, HP ini sulit dibongkar karena ada sesuatu yang dipasang di dalamnya, di sisi lain baterainya kecil sekali.
– Pastikan baterai dan HP dalam kondisi bersih (aman) sebelum digunakan, karena dikhawatirkan Al-Akh akan mengalami kejadian yang pernah menimpa Majelis Rakyat Palestina; ketika itu Yahudi memasang mesin penyadap di dalam HP Yasser Arafat dan para pengikutnya. Oleh karena itu, waspadalah, jangan menerima HP hadiah dari pihak yang tidak dikenal, jangan membeli HP dari orang yang mencurigakan, dan waspadalah barangkali HP-mu ditukar tanpa Antum sadari. Oleh karena itu, ada baiknya HP diberi tanda pengenal tertentu sehingga ketika ditukar orang tanpa sepengetahuanmu Antum bisa mengenalinya. Dan sebaiknya jangan memberikan HP kepada orang yang tidak Antum kenal dengan baik.
– Mengganti baterai setiap pekan itu lebih baik, untuk pergantian HP sebaiknya dilakukan 2 kali dalam satu bulan.
– Jika HP dalam keadaan non-aktif tapi bateray masih terpasang, bisakah posisi pembawa HP tersebut diketahui karena baterai tadi, ataukah dengan dinonaktifkannya HP sudah cukup untuk menghindari terdeteksinya posisi pembawanya? Ini adalah point penting, salah seorang ikhwah menulis sebuah artikel di internet yang intinya bahwa menonaktifkan HP sudah cukup agar posisi tidak terdeteksi, bahkan menurut dia itu sudah aman dari aktifitas spy, dia menulis: “Tidak perlu mencopot baterai seperti yang dilakukan sebagian orang, menonaktifkan HP itu sudah cukup, sebab fungsi penonaktifan itu adalah menghalangi tersebarnya sinyal yang nantinya akan menentukan koordinat posisimu, bukan untuk menghalangi penyadapan suara, sebab dalam kondisi HP mati suara tidak akan mungkin terdengar. Maka jika engkau mematikan HP tanpa melepas bateray, tidak mungkin dirimu dimatai-matai. Intinya: yang jelas, sinyal yang dikirim pemancar ke HP mu adalah sinyal pigging (suara), sedangkan sinyal yang akan diambil pemancar dari HP adalah apa yang disebut signaling. Maka, jangan pernah memberi informasi khusus kecuali pada kartu khusus dan pemakai khusus seperti telah dijelaskan, sehingga sinyal-sinyal ini tidak bisa mengirimkan percakapan –bahkan suara—apapun ketika tidak ada aktifitas perbincangan. Jika engkau melakukan percakapan, sinyal-sinyal ini akan mengubah percakapanmu menjadi isyarat-isyarat yang disebut isyarat-isyarat telpon, artinya ia bisa mengirim suara. Oleh karena itu, ketika HP dinonaktifkan, tidak mungkin bisa dimanfaatkan untuk memata-matai suara.”
Namun demikian, pernyataan di atas dikritik salah seorang ikhwah yang berpendapat bahwa terpasangnya baterai itu cukup untuk melakukan aksi mata-mata, (kemudian ia membawakan beberapa ulasan yang telah kami ringkaskan di awal bab ini mengenai perusahaan Ericson) dan pendapat ini nampaknya lebih tepat. Tapi tersisa sebuah pertanyaan lagi; mungkinkah posisi pembawa HP diketahui ketika HP sudah dinonaktifkan dan baterai masih tertinggal di dalam? Jika memang bisa, apakah perlu juga melepas Sim card? Bagi ikhwan yang punya pengetahuan dalam masalah ini, silahkan mengirimkannya dengan dilengkapi penjelasan dari orang yang memang ahli dibidang ini. Tapi, apapun jawabannya, langkah pengamanan paling tepat adalah mengambil yang lebih hati-hati sampai semuanya jelas.
6. Banyak sekali ikhwah yang melalaikan obyek di masa lalu yang telah dihubungi, mereka hanya memperhatikan obyek yang sekarang. Padahal memalui fitur tertentu, nomor-nomor pembicaraan yang terekam di masa lalu bisa dikembalikan, baik panggilan keluar atau masuk, sesuai dengan nomornya.
– Oleh karena itu, bagi mereka yang khawatir Hp-nya diawasi, hendaknya menggunakan kartu-kartu yang dijual tanpa harus menyertakan dokumen resmi dan menggantinya secara berkala. [Namun nampaknya cara inipun juga kurang berguna; sebab nomor yang pernah dihubungi bisa direkam oleh mesin HP sehingga aparat bisa mendapatkannya].
– Jika ia menggunakan kartu kedua, maka jangan menggunakannya pada HP yang pertama. Ia harus menghindari pemakaian HP itu dengan cara menjualnya di suatu daerah yang jauh atau kepada orang yang jauh darinya, seperti kepada orang Yahudi, Nashrani dan orang-orang kafir non-Ahli Dzimmah di negara-negara Barat, atau kepada orang yang tidak tampak tanda-tanda taat beragama dan tidak berbahaya jika aparat meminta HP ini darinya.
– Salah satu ide praktis tapi penting –sebuah tekhnik pengamanan yang jitu—adalah memiliki dua HP, yang satu untuk menerima dan satu lagi untuk mengirim, dan jangan menyimpan nomor di dalam HP yang untuk mengirim. Dengan begini Antum memperkecil resiko bahaya, karena Antum menggunakannya tapi nomornya tidak tersimpan di HP itu. Dan seperti telah kami singgung, ada program (cara) khusus yang bisa Antum gunakan untuk menyembunyikan nomor di hadapan penerima, sehingga ia tidak tahu nomor HP pengirim yang Antum gunakan untuk menghubunginya itu, dengan demikian rembetan bahaya bisa terputus dengan terputusnya kartu. (Ada tempat-tempat tertentu pada telpon-telpon umum yang ketika menelpon tidak mencantumkan nomornya walaupun hubungan itu dilakukan dari luar negeri).
– Jika orang yang pernah menghubungimu melalui telpon tertangkap, maka langkah pengamanan yang paling selamat bagi semua yang pernah berhubungan dengannya adalah mengganti HP dan kartunya sekaligus, dan menghilangkan semua yang punya hubungan dengan keduanya, seperti chashing, nomor modelnya, data-data khusus tentang kartu seperti kode rahasia dan nomornya…dsb.
– Jangan menghubungi dengan kartu tidak resmi ke nomor telpon yang resmi, sebab itu membuka peluang bagi pihak lain untuk mengenalimu. (Pernah mereka menangkap seseorang yang dia memiliki salah satu nomor telpon Abu Zubaidah, lalu melalui perusahaan yang mengeluarkan HP ini mereka bisa tahu semua nomor yang pernah dihubungi dengannya. Dan ternyata –itu sudah takdir Alloh—Al-Akh yang tertangkap ini pernah menghubungi keluarganya dari nomor Abu Zubaidah tadi; akhirnya ia bisa membahayakan keluarganya sendiri akibat sikap meremehkan ini karena tidak mau pergi ke jalan lalu menelpon keluarganya).
– Jangan asal saja dalam memberikan nomor telpon kepada orang, jika Antum memberikannya maka ingatlah siapa dia. Jika Antum tahu ada orang yang memperoleh nomor pribadimu yang tak resmi, maka usahakan menghilangkan kartu tersebut sekaligus HP-nya dengan cara menjualnya ke counter atau ke orang yang tidak mengenalmu dan tidak membahayakan, atau musnahkan saja. Ini jika Antum termasuk orang-orang penting, atau pernah menghubungi orang-orang penting. Ingat, mengorbankan kartu dan HP seharga 300 dolar itu lebih ringan daripada mengorbankan saudara sendiri sehingga ia terhambat melakukan banyak tugas-tugas penting.
– Jika ada yang meminta nomor salah seorang ikhwah kepadamu, jangan memberikannya sebelum Antum meminta izin kepadanya. Mintalah juga nomor orang yang minta tadi lalu berikan kepada ikhwah yang nomornya diminta tersebut. (Ingat, jangan menghubungi orang yang meminta ini dari HP pribadi, tapi dari telpon jalanan).
– Jika jaringan kontak hanya terbatas sesama anggota (tertutup), tidak mengapa menggunakan HP, karena jika ada salah satu yang mengalami sesuatu maka anggota yang lain bisa langsung ganti HP dan membatalkan program-program yang sudah disusun.
– Jika ingin menghubungi orang di luar tim, maka cara paling aman adalah menghubungi HP nya dari telpon jalanan, jangan dari HP ke HP, agar jaringan terputus. (Pernah seorang ikhwan menyepelekan hal ini, lalu ia menghubungi sebuah keluarga yang lari menyelamatkan agamanya dari thoghut dari HP ke HP. Kemudian Alloh takdirkan salah satu orang yang ia kenal tertangkap, akhirnya intelejen menemukan di memori HP-nya nomor-nomor antara dia dengan ikhwan yang meremehkan tadi. Maka intelejen negara pertama mengirim utusan kepada negara kedua untuk melakukan pemantauan, akhirnya ikhwan tadi tertangkap di hotelnya. Kemudian mereka menemukan di dalam HP-nya nomor keluarga yang melarikan diri tadi, akhirnya intelejen menangkap mereka padahal sebelumnya mereka sudah dalam kondisi aman, kemudian intelejen menyerahkan mereka kepada negara ketiga!!! Wallohul Musta‘an)
– Salah seorang ikhwan pernah membeli HP dengan nama samaran, akan tetapi kemudian dia menghubungi banyak nomor yang di antaranya ada yang tidak bersih. Nomor-nomor tadi kemudian dipantau, tapi intelejen tak kunjung mengetahui nama sebenarnya dia karena dia selalu memakai nama samaran. Namun ternyata hubungan sering dilakukan dari bumi perkemahan ‘Ainul Halwah, kemudian mereka memeriksa fitur-fitur, akhirnya terlihat bahwa ia menghubungi seseorang di Lebanon dan kemudian orang ini ditangkap lalu mereka menyiksanya hingga akhirnya ia menyebut nama sebenarnya dari orang yang selalu menghubungi dari ‘Ainul Halwah, akhirnya mereka menungguinya dan berhasil menangkapnya. Inilah akibat sikap meremehkan, maka tidak cukup menggunakan nama samaran ketika membeli HP, langkah-langkah pengamanan yang lain harus juga ditempuh.
– Jika menghubungi HP tapi pemilik tidak menjawabnya, maka apakah nomor tersebut tersimpan dalam fitur khusus di dalam mesin operator yang bersangkutan atau tidak? Ini membutuhkan penelitian lagi.
7. Ketika terjadi kesalahan di saat menelpon dari HP ke HP atau ke telpon permanen, atau telpon dari teman yang tidak mengerti langkah-langkah pengamanan ini, maka harus segera melakukan hubungan telpon secara acak sebanyak mungkin, bisa juga dengan cara menghubungi orang-orang kafir yang tinggal di kota tempat terjadinya kesalahan telpon itu. Tujuan dari ini adalah, ketika fitur nomor terbongkar maka yang keluar adalah nomor-nomor telpon dalam jumlah banyak (100 nomor misalnya). Cara ini barangkali bisa membuat aparat tidak melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap setiap nomor, siapa pemiliknya dan ke mana saja ia bergerak. Atau paling tidak, cara ini bisa memperlama dan mempersulit penyelidikan terhadapnya, sehingga harus makan waktu, tenaga dan biaya.
8. Bahkan dalam kondisi normal sekalipun, ada baiknya Al-Akh menghubungi nomor telpon secara acak sesering mungkin dari waktu ke waktu. Dan sebaiknya menghubungi nomor musuh-musuh Alloh supaya kontak terhadap teman yang multazim tidak membahayakan di masa mendatang. Sehingga ketika suatu hari nanti fiturnya terbongkar, penyelidikan dari aparat intelejen tidak bisa dijalankan, atau minimal memakan waktu lama. Paling tidak, Antum sudah memberikan sumbangsih menjerumuskan anggota dan unsur-unsur intelejen ke dalam urusan yang rumit, sehingga memaksa mereka untuk mengeluarkan tenaga dan biaya…
(فَسَيُنْفِقُوْنَهَا ثُمَّ تَكُوْنُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُوْنَ)
“Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi penyesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan…” (QS. Al-Anfal: 36)
Cara menelpon secara acak ini jelas tidak bermanfaat ketika Al-Akh menghubungi satu nomor dalam intensitas yang sangat sering. Sebab penyelidikan dari fitur nanti akan menunjukkan bahwa satu nomor ini memiliki sesuatu yang berbeda dari yang lain, karena begitu sering dihubungi. Kendati demikian, kami ulangi lagi, menjalankan langkah pengamanan bisa jadi tidak menjamin keselamatan selain hanya dalam rangka meminimalisir berbagai kemungkinan, meskipun hanya dari satu sisi atau kondisi tertentu.
9. Gunakan HP hanya dalam keadaan darurat, dalam kondisi normal harus selalu dinon-aktifkan (dengan mencabut baterai dan kartu, untuk lebih berhati-hati).
10. Jangan menyimpan nomor atau data apapun yang berbahaya di dalam memori HP, andalkanlah ingatanmu atau gunakanlah kode angka.
11. Usahahkanlah mengubah aksen suara ketika berbicara. (Abu Zubaidah biasa mengubah aksen suaranya di telpon pada saat hari-hari terakhir sebelum beliau tertangkap, karena khawatir pembicaraan itu dipantau berdasarkan aksen suara).
12. Di sana ada metode membuat password pada HP. Ini jauh lebih baik daripada HP yang tidak dipasangi password. Sebab itu memiliki beberapa faedah, minimal adalah memperlambat waktu untuk membongkar dan mengetahui isinya berupa data-data dan nomor mana saja yang dikontak. Berbeda dengan yang tidak ber-pasword, isinya bisa diketahui dengan cepat.
PENGAMANAN TRANSPORTASI DAN BEPERGIAN, UNTUK PERORANGAN DAN KELOMPOK
Kita akan mengkaji transportasi dalam kota dan dalam situasi perang (operasi militer):
ِA. Mobil Pribadi:
– Harus memiliki empat pintu.
– Mengganti tampilannya setiap selesai menjalankan suatu operasi.
– Disimpan (tidak dipakai) setelah amaliyah.
– Mematikan lampu atap yang berada di ruang belakang.
– Spion harus lengkap.
– Tampilannya merakyat, tidak mencolok, baik jenis mobilnya, warnanya maupun bentuknya.
– Mesin harus kuat.
– Jangan melanggar rambu-rambu lalu lintas.
– Nomor dan surat-surat sudah dipalsukan.
– Nomor mobil harus yang susah dihafal.
– Selalu memeriksa seluruh komponen mobil untuk memastikan keamanannya sebelum melakukan operasi.
– Yang memeriksa harus orang yang terlibat dalam operasi.
– Lampu luar harus berfungsi dengan baik, periksa bahan bakar, air dan semua yang diperlukan sebelum operasi.
– Satu hari sebelum operasi, mobil tidak boleh digunakan.
– Sopir mobilnya harus berpengalaman.
B. Sepeda Motor:
– Harus sepeda motor yang standar.
– Hanya digunakan di daerah yang banyak motor banyak digunakan.
– Digunakan untuk pertempuran dan merintangi musuh.
– Ikuti semua langkah dalam pengamanan mobil pribadi di atas yang sesuai penerapannya untuk sepeda motor.
C. Keamanan Perorangan Ketika Berkendaraan Umum (Dengan Bus, Mobil…dsb):
– Jangan berbincang-bincang dengan sopir.
– Pada perjalanan antar kota dalam negeri, jika Antum bisa bepergian tanpa harus menulis nama pada daftar penumpang, maka itu lebih baik. Sebab keberadaan namamu bisa-bisa menghantarkanmu ke penjara di kemudian hari. Untuk memastikan hal itu, tumpangilah kendaraan ketika kendaraan itu sudah keluar dari Stand Pemberangkatan beberapa meter, buatlah kesan seolah-olah Antum terlambat, dalam kondisi seperti ini biasanya namamu tidak akan ditulis.
– Ketika pulang jangan turun di terminal bus, demi menghindari pemantauan.
– Di negara yang memberlakukan peraturan harus menulis nama penumpang, maka untuk kamuflase hendaknya Antum menentukan tujuan ke kota yang lebih jauh dari kota yang sebenarnya Antum tuju, kemudian turun sebelum sampai di kota tersebut. Sebab seringnya, pemantau di sini menyebutkan tentang ciri-cirimu, kendaraan yang Antum naiki, nomornya…dsb, kemudian di kota sana anjing intelejen sudah menunggumu. Tekhnik ini juga memiliki kelebihan lain di kemudian hari; contohnya, ketika sudah berlalu waktu beberapa tahun dan mereka ingin menangkapmu, mereka akan memeriksa kembali catatan-catatan seperti ini, dengan demikian Antum telah berhasil mengelabui musuh-musuh Alloh (ini dalam kondisi jika Antum belum mereka tangkap, mereka akan mempelajari dan menyelidiki hal ini ketika mereka mau menangkapmu).
– Bahkan jika orang yang mengawasimu berada dalam satu bus denganmu, maka ketika Antum turun sebelum tujuan yang tertulis itu akan mempermudahmu untuk mengetahui pengawasan itu.
– Jika bisa menaiki kendaraan secara terpotong-potong namun tidak mencatat nama-nama penumpang karena jarak yang ditempuh pendek, maka ini lebih baik. Maka daripada menaiki satu kendaraan antara dua kota, lebih baik menaiki tiga kendaraan. Dan banyak sekali kendaraan-kendaraan yang menuju desa-desa yang terletak di antara dua kota.
– Jika Antum naik bus membawa barang-barang terlarang yang bisa membahayakanmu, maka taruhlah barang itu di tempat yang agak jauh darimu dan tersembunyi. Sehingga jika mereka membukanya, mereka tidak tahu siapa pemiliknya. (Misalnya Compact Disk, kaset, USB, dan lain sebagainya)
Keamanan Pribadi Dalam Transportasi Umum, Ketika Bepergian Dan Bersembunyi (Jika Di Dalam Kota):
1. Pada prinsipnya, pergerakan itu dilakukan di siang hari, bukan di malam hari. Sebab anggota kepolisian atau yang semisal justru banyak berkeliaran di malam hari, bukan di siang hari.
2. Bayangkan selalu bahwa kemungkinan adanya pemeriksaan di jalan pasti terjadi, sehingga Antum bisa bersiap-siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam situasi seperti itu, siapa tahu mobil yang Antum tumpangi distop dan diperiksa.
3. Jangan membawa barang-barang terlarang selagi tidak mendesak, meskipun itu benda-benda remeh seperti kunci. Sebab keberadaan benda-benda ini pada dirimu ketika terjadi pemeriksaan bisa menghantarkanmu ke pintu yang tidak baik akibatnya. (Pernah ada kejadian salah seorang ikhwah membawa secarik kertas kecil berisi resep obat mata seseorang, kemudian aparat intelejen menginterogasi dan memukulinya karena mengira itu adalah kode rahasia para “teroris”).
4. Maka jangan membawa kertas yang berisi tentang sebuah rencana operasi, kecuali kalau ingin memindahkannya ke tempat lain atau Antum diutus untuk menyerahkannya ke orang lain.
5. Usahakan menyerahkan surat secepat mungkin, dan persingkatlah waktu keberadaannya.
6. Kalau bisa hafalkanlah informasi-informasi berharga seperti nomor telpon dan alamat rumah, atau kalau tidak ubahlah nomor itu sehingga tampaknya adalah nomor adalah daftar belanja sayuran atau yang lain.
7. Surat yang dibawa harus diberi kode dan disamarkan.
8. Hindarilah membawa benda-benda terlarang ke dalam masjid, apalagi akan Antum tinggal pergi jauh. Sebab ada kemungkinan benda itu akan terbuka dan diketahui isinya. (Pernah kejadian salah seorang anggota intel masuk ke sebuah masjid pada saat sholat Dzuhur, lalu terlihatlah dia membuka-buka kantong-kantong yang terletak di belakang jamaah sholat, ketika itu ada beberapa orang yang tengah menuntut ilmu di masjid. Hal yang sama terjadi pada saat sholat Asar, pada sore harinya ia datang lagi dan melihat seorang pemuda kemudian ia terus melontarkan banyak pertanyaan kepada pemuda itu: “Kapan masjid ini dibuka? Apa saja pelajaran yang dikaji di dalamnya? Adakah ada murid yang mempelajarinya? Siapa yang menunjukimu masjid ini?”…dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang rutin dan bodoh.
9. Jika membawa tiket, baik asli maupun palsu, maka ucapan dan perbuatanmu harus sesuai dengan isi tiket tersebut ketika berada dalam perjalanan; artinya, tidak logis ketika Antum ditanya mau ke mana kemudian Antum menjawab: “Aku tidak menuju Pakistan” sementara di tiket disebutkan bahwa tujuanmu adalah Pakistan.
10. Jangan membawa lebih dari satu tiket dalam satu waktu. (Kesalahan ini menjadi contoh bagaimana tiga orang ikhwah tertangkap di Turki, Suriah dan Yordania).
11. Jika dalam keadaan bersembunyi, jangan sampai keluar rumah kecuali terpaksa. Apalagi jika situasinya semakin genting. Rumus di saat menghadapi situasi darurat adalah bersembunyi, sebab jika ada dua orang yang bergerak maka pasti keduanya akan bertemu. (Ketika invasi Salibis kepada Pemerintahan Islam Taliban di Afghanistan dimulai, ada sebagian ikhwah Arab yang (ketika sedang sembunyi) tiba-tiba ingin makan daging kambing, akhirnya mereka ditangkap oleh dinas intelejen Pakistan, semoga Alloh membebaskan mereka).
12. Jika bertemu dengan orang yang Antum kenal di wilayah operasimu di jalan raya, maka jangan menampakkan bahwa Antum mengenalinya; jangan mengucapkan salam kepadanya, jangan menjabat tangannya dan jangan tersenyum kepadanya.
13. Jika salah seorang yang mengenalmu melihatmu di jalan padahal Antum dalam kondisi bersembunyi, atau tidak ingin posisimu bocor, atau engkau sedang diburu dan akan bersembunyi…dst, dan Antum yakin bahwa orang itu benar-benar mengenalimu, maka lebih baik Antum bicara terus terang kepadanya supaya ia tidak bercerita bahwa ia telah melihatmu. Caranya dengan mengatakan: “Situasi sedang tidak bagus…”, “Situasi sedang panas…” dsb. Ini agar dia nanti tidak asal bicara sehingga keberadaan dirimu terbongkar. Bisa juga Antum menakut-nakutinya dengan memberitahu bahwa jika ia bercerita melihat dirinya maka dia sendiri yang akan terkena bahayanya, yaitu didatangi aparat untuk diinterogasi. (Ini adalah rumus secara umum, bisa saja suatu ketika tidak memberitahunya itu lebih baik, yang jelas masing-masing orang adalah “dokter” bagi situasi yang ia hadapi).
14. Jika orang itu termasuk tipe orang yang tidak mudah menceritakan rahasia, maka bisa saja Antum memberitahunya agar tidak bercerita bahwa ia telah melihatmu. Di sini, Antum bisa membuat berbagai alasan yang seolah-olah wajar, seperti mengatakan bahwa Antum tak ingin jika ia bercerita Antum ada di daerah situ karena malu tidak bisa mengunjungi rekan-rekan karena berbagai kesibukan…dsb. Alasan seperti ini bisa dibenarkan, asal orang yang melihatmu itu tidak mudah menceritakan rahasia kepada orang lain.
15. Jika Antum bertemu dengannya karena berpapasan secara kebetulan ketika sama-sama berjalan, maka jangan menjawab salamnya seolah-olah Antum tidak kenal dengannya. Sikap ini bisa membuatnya ragu-ragu, apalagi jika hanya bertemu berpapasan dan di malam hari.
16. Ada bagusnya juga membuat kantong kecil di bagian dalam celana untuk menghindari pencopetan.
17. Yang penting, kenalilah karakter setiap negara di mana Antum berada. (Kasus pencurian/ pencopetan banyak terjadi di Iran).
18. Selalu menyediakan uang kecil di saku, sebagai antisipasi untuk menelpon misalnya, atau mengurangi berhubungan dengan semakin banyak orang ketika akan menempuh jarak perjalanan yang pendek.
19. Bersikap wajar di depan semua orang, tidak menimbulkan perhatian atau memancing gerakan yang mencurigakan berupa apapun (contohnya terlalu banyak menoleh ke belakang atau dengan cara yang aneh sehingga menimbulkan kecurigaan).
20. Tidak melakukan Amar makruf nahi mungkar demi mengambil madhorot yang lebih kecil.
21. Hardisk yang berisikan data-data rawan sebaiknya selalu berada di dalam saku tempat yang biasa Antum memasukkan tangan ke dalamnya. Sehingga ketika terjadi situasi darurat, Antum bisa merusaknya dengan kuku-kuku jarimu setelah membuka besi penutupnya. Tapi ingat, ada program-program yang bisa mengembalikan isi harddisk meskipun telah diformat. (Menaruh benda terlarang di dalam tubuhmu adalah langkah yang tidak aman, kecuali dalam kondisi terpaksa).
22. Letakkan di sakumu hard-disk berisi hal-hal yang biasa, seperti masalah kesehatan dan berbagai keajaiban (karena berita yang tidak biasa terkadang bisa membuat aparat berkesimpulan bahwa orang yang membawanya patut dicurigai dan selalu mengikuti perkembangan politik), supaya ketika Antum suatu hari keluar dari warnet dan tiba-tiba datang anjing-anjing intel sedangkan Antum ingin menyembunyikan aktifitas surat menyurat antaramu dan orang lain maka dengan hard-disk ini Antum bisa memberi bukti bahwa Antum hanya mengunjungi situs-situs biasa dan tidak ada surat menyurat melalui e-mail. Langkah ini bisa memperingan masalah dan menutup celah.
23. Jika suatu negara memiliki pintu menyeberang masuk lebih dari satu sementara Al-Akh membawa identitas palsu, maka sebaiknya ia memiliki jalur yang paling ramai dilewati orang-orang yang senegara dengannya. (Pernah ada Al-Akh yang tiba-tiba harus bersembunyi, lalu ia menyeberangi daerah perbatasan melalui jalur yang mana jarang orang seperti dia melewatinya, ini bisa memancing aparat di perbatasan untuk memeriksa siapa sebenarnya pemilik identitas tersebut, Wallohul Musta‘an).
24. Jika petugas keamanan di perbatasan terlihat ragu bahwa data identitasmu palsu lalu mereka mengatakan padamu bahwa itu palsu, maka jangan sekali-kali Antum iyakan. Sebab hukuman menurut undang-undang mereka adalah sama antara tersangka yang berhasil mereka bongkar dan yang mengaku sendiri. Maka biarkanlah urusannya tersamar di hadapan musuh-musuh Alloh, cara terbaik ketika petugas perbatasan mengatakan kepadamu: “Ini adalah kartu palsu,” adalah tertawa dan terus tertawa supaya tidak terlihat kesan bahwa Antum panik karena pucat atau terlihat gugup. Bisa juga Antum sambil mengunyah permen karet untuk membantu menyembunyikan perubahan wajah yang terlihat gugup, dan siapa meminta tolong kepada Alloh akan mudahlah urusannya. (Cara ini pernah dicoba ketika salah seorang petugas intelejen mencoba memancing salah seorang ikhwah agar mengakui bahwa kartu identitasnya adalah palsu, tapi Al-Akh ini justeru malah tertawa dan pura-pura merasa aneh dengan tuduhan mereka hingga akhirnya Alloh menyelamatkannya).
25. Bisa juga –disesuaikan dengan kondisi negara yang Antum berada di dalamnya—memakai cara mengadukan dan melakukan perlawanan. Misalnya, jika mereka menuduh visamu palsu maka ajukanlah tuntutan kepada kedutaan besar negaramu secara terus menerus dan lagukan aksi mogok bicara sampai staf dari sana datang. Antum juga bisa mengeluarkan ancaman akan menyebarluaskan perlakuan mereka yang tidak mengenakkan, atau mengancam Antum akan mengajukan protes, dan lain sebagainya. Ingatlah bahwa polisi atau intel tidak punya wewenang menangkap duta besar, ia terkait langsung dengan kementerian Luar Negeri saja. (Setiap sektor selalu memiliki ciri khusus yang berbeda dengan yang lain).
26. Tentunya langkah ini berguna di beberapa negara, tapi di negara lain kadang tak berguna –bahkan membahayakan—jika dilakukan di banyak negara Arab, karena itu hanya akan membuat intelejen semakin meningkatkan penyiksaan. Sebab mereka adalah orang-orang bengis dan kejam, semoga Alloh binasakan mereka. (Cara ini –pengaduan dan protes— pernah dilakukan salah seorang ikhwah di negara Austria, dengan gencar ia bicara ke pihak intelejen sambil mengajukan tuntutan kepada duta besar, akhirnya mereka melepaskannya).
27. Dalam banyak kondisi, pergi ke bumi Jihad dengan visa palsu itu lebih baik dan ini sangat penting ketika visa itu sama sekali berbeda dengan Al-Akh; sebab intel biasanya memegang “ujung benang” lalu mempersempit lingkaran, lalu mempersempit lagi dan mempersempit lagi hingga mereka melihat ke daerah-daerah perbatasan tentang seseorang yang memiliki ciri yang mirip dengan data yang mereka miliki hingga sesaat sebelum umurnya yang sekarang dan seterusnya, lalu dengan cara ini mereka bisa menemukan orang itu. Adapun jika visa yang digunakan adalah palsu, maka kemungkinan mereka mengenalinya lebih jauh.
28. Berdasarkan ujicoba terpercaya, yang paling selamat adalah: jangan ada dua orang yang berteman yang keluar rumah bersama. Tapi hendaknya satu demi satu, supaya keduanya tidak saling dikaitkan oleh aparat intelejen.
29. Jika ada yang tertangkap ketika dalam perjalanan menuju medan jihad atau muaskar latihan (tadrib) dan intelejen mengetahui bahwa ia memiliki hubungan dengan pihak tertentu yang mengirimnya, maka ia mesti mengirim kepadanya pesan yang sudah dikode dan disepakati sebelumnya. Contohnya: “Saya baik-baik saja, bagaimana kesehatanmu Bahlul? Kirimkan nomor baru kepadaku.” Katakan kepada intelejan bahwa itu adalah kode kepada pihak lain tersebut agar dia tahu bahwa dirinya baik-baik saja, padahal sebenarnya itu adalah kode bahwa dirinya telah tertangkap atau tertimpa sesuatu yang tidak mengenakkan.
30. Jika kemudian aparat intelejen yang mengirim surat namun tidak ber-password, berarti ada sesuatu tengah terjadi. Sebab semestinya di antara Ikhwah itu ada kode khusus untuk memastikan bahwa semua baik-baik saja. Intinya, harus ada dua kode, yang pertama untuk memberi tahu kawan yang lain bahwa ia baik-baik saja sehingga kalau kode itu tidak disebut berarti tengah terjadi sesuatu; dan jika password kedua yang disebut berarti ia dalam kondisi bahaya. Adanya kode peringatan itu berguna juga untuk menampakkan bahwa dirinya seolah mau bekerja sama dengannya dan mau memberitahu kode rahasia, padahal sebenarnya kode rahasia itu adalah kode peringatan.
31. Di banyak negara (bahkan mungkin kebanyakan negara), kita bisa keluar dari situasi sulit dengan duit. Kondisi ini sering sekali dimanfaatkan oleh ikhwah ketika menghadapi tentara Rusia (mereka ini tega menjual ibunya hanya demi mendapatkan segepok uang). Kondisi yang sama juga terjadi di banyak negara Arab. Tapi catat, berikanlah uang 1.000 USD untuk urusan yang sebenarnya cukup dibayar dengan 100 USD, ini dalam rangka menghindari keraguan dari petugas yang bersangkutan. Dan secara umum, para pegawai di negara-negara Timur bisa disuap, karena pemasukan mereka kecil, berbeda dengan negara-negara Barat.
32. Bisa juga menyimpan hal-hal yang penting di dalam botol obat, atau di sepatu yang bagian depannya sudah dicopot, atau di cincin, atau di dalam kaset setelah diambil bagian magnetisnya untuk memperkecil ukuran, atau di dalam USP. Bisa juga diletakkan di pakaian dalam yang biasanya tangan tidak akan menyentuhnya ketika pemeriksaan biasa di perbatasan terjadi. Semua ini dilakukan di jalan Alloh dan pahalanya ada di sisi Alloh. Kalau bukan karena kezaliman musuh-musuh Alloh terhadap Mujahidin tentu mereka tidak akan “dipaksa” melakukan cara-cara seperti ini.
33. Kartu internasional khusus bagi pelajar kadang banyak berguna bagi yang membawanya, seperti ketika tidak adanya visa palsu. Kami sarankan, sebaiknya kartu pelajar ini juga palsu, sebab menerbitkan kartu asli harus melewati berbagai unsur di lembaga intelejen untuk dapat disetujui. Maka tidak perlu menempuh jalan sulit ini selagi memalsukannya itu mudah.
34. Antum harus mengetahui di mana saja letak money changer di negara yang Antum singgahi, berapa kurs uang tersebut dengan dolar yang hari ini menjadi ukuran kurs mata uang dunia. Hal ini supaya Antum tidak tertipu dan banyak rugi secara finansial, bisa saja Antum bertanya kepada lebih dari satu tempat penukaran uang lalu membandingkan harga-harganya.
35. Jika singgah di negara asing, jangan bertanya kepada orang yang membidangi keahliannya. Contohnya bertanyalah kepada sopir angkutan sewa tentang harga makanan, jangan menanyainya tentang lokasi-lokasi hotel.
36. Di daerah-daerah yang Antum tidak mengetahui bahasanya, dan Antum tidak ingin diketahui sebagai orang asing, maka jangan bicara sampai mereka tahu sendiri bahwa Antum orang asing –atau minimalisir berbicara sebisa mungkin—. Antum bisa memperkirakan ongkos untuk jarak yang jauh lalu memberikannya kepada sopir angkutan sewa, atau beri saja dia uang dalam jumlah besar. Sebab kalau Antum memberinya ongkos kurang, bisa jadi dia akan mengajakmu bicara dan minta ongkos lebih, dan ini tentu akan membuat dirimu ketahuan.
37. Jangan menghubungi atau menyewa taksi dari area bandara, tapi harus dari luar. Dan lebih baik lagi kalau Antum menggunakan bus yang disediakan bandara.
38. Tempat sewa terbaik adalah tempat yang banyak dihuni orang-orang asing, sebab di situ Antum tidak terlalu nampak sebagai orang asing dikarenakan banyaknya orang-orang asing lain sepertimu.
39. Yang terpenting begitu pertama Antum turun adalah menaruh semua keperluanmu di suatu tempat sebagai barang titipan, baru carilah tempat menginap. Jangan berjalan sembari membawa barang kebutuhan supaya tidak mengundang perhatian.
40. Ada hotel yang menyewakan kamar mulai dari harga $10 USD saja.
41. Jangan terlalu banyak ngobrol dengan penghuni hotel.
42. Tunjukkan selalu bahwa Antum terburu-buru ketika di hotel dan di titik-titik pemeriksaan, contohnya seolah-olah Antum mau terlambat datang ke bandara dan khawatir akan ketinggalan pesawat. Bisa juga Antum sediakan permen untuk hadiah agar ia terpancing untuk akrab sehingga tidak terlalu memperhatikan dirimu. Ini adalah urusan mental dan sudah pernah dilakukan.
43. Jika membawa informasi ke negara selain negara asalmu, maka sembunyikanlah tulisan-tulisan yang bisa menunjukkan negara aslimu. (Contohnya: baju yang di bagian dalamnya ada nama tempat di mana membelinya, kecuali jika Antum bisa beralasan bahwa itu adalah hadiah dari seseorang, namun itu adalah titik lemah).
44. Jawaban harus sudah disiapkan ketika nanti Antum ditanya tentang tujuan kedatanganmu ke negeri yang Antum kunjungi. Jawabannya disesuaikan dengan negara itu; Iran misalnya maka katakan saja hendak ke tempat-tempat ziarah [Antum harus mengunjungi tempat ziarah yang paling terkenal dan mengenalinya paling tidak], Yordania: untuk studi atau berobat, Turki: berwisata atau studi, Pakistan: berdagang atau mencari alat-alat kedokteran…dst. Usahakan jawabanmu benar-benar tepat, tidak masuk akal jika Antum katakan kepada aparat Turki, misalnya, bahwa Antum ke sana dalam rangka berwisata tapi datang di awal tahun masehi.
45. Jika Antum tinggal di suatu negara dalam waktu lama maka ini adalah titik kelemahan yang harus Antum tutup. (Misalnya, jika Antum tinggal selama 6 bulan di Turki maka itu terlalu lama, maka tutuplah kelemahan ini dengan mendaftarkan diri di Pendidikan Kursus Bahasa misalnya).
46. Sebaiknya tidak mendaftarkan diri di tempat yang disebut “Mukhtar Al-Hayyi” (tempat di mana di sana tercantum daftar lokasi-lokasi pilihan) ketika Antum baru tiba ke sebuah daerah atau kota baru, karena merasa ini adalah langkah yang aman disebabkan cover yang digunakan resmi dengan data pribadi palsu. Jangan. Karena dalam mencari seseorang, aparat intelejen akan meminta nama-nama dari tempat seperti ini, sehingga tanpa disadari oleh Al-Akh ia telah mencelakai dirinya sendiri karena pendaftaran tadi sekaligus mempercepat penangkapan.
47. Cover yang digunakan harus sesuai dengan komplek yang ditempati. Jika di tengah para tetangga Antum berprofesi sebagai pegawai, maka Antum harus keluar rumah bersamaan dengan para pegawai. Atau jika mahasiswa di Universitas, maka keluar ketika jam belajar. Atau jika turis, maka tidak masuk akal jika selama sebulan penuh hanya tinggal di dalam rumah dan tidak keluar-keluar!. Jika tetangga mengetahui bahwa Antum sendirian, maka tidak tepat jika setiap hari memasukkan makanan untuk lima orang. (Ada salah satu Jamaah Islam yang anggota-anggotanya bersembunyi di gunung, kemudian salah satu dari mereka turun dan membeli makanan untuk teman-temannya dari wilayah terdekat. Lama-kelamaan hal ini mengundang kecurigaan, sebab ia membeli sekitar 100 kaleng ikan tuna!!!).
48. Jika Antum ingin menghilangkan penampilan Islami, maka perhatikan hal lain selain jenggot dan sholat jamaah, seperti mengucapkan: “Assalamualaikum,” ketika meninggalkan seseorang, atau yang semisal. Kemudian jangan melihat ke arah mata (wajah) orang; memang tersenyum ramah (di muka orang lain) itu sedekah tapi Antum bukan bertujuan agar mendapat hati manusia, langkah ini dimaksudkan agar penampilan Antum tidak diingat-ingat terus oleh masyarakat di situ. Maka dari itu, hindarilah hal-hal seperti ini, kurangilah kegaduhan dan pembicaraan secara umum, gantilah dengan isyarat sebisa mungkin. Misalnya, tunjuklah barang yang hendak dibeli dan gerakkan tanganmu seperti orang yang bertanya tentang harga sambil menganggukkan kepala ketika cocok dengan yang diinginkan.
49. Antum juga bias menyemir rambut ketika ingin tampil beda di suatu tempat, atau merubah arah sisir rambut. Atau, cukurlah kumis jika aslinya ada, dan biarkan tumbuh jika aslinya tidak ada. Jangan lupa memakai topi dan mengubah kostum.
50. Wajib menghindari rumah sakit-rumah sakit umum jika data-data identitas yang Antum bawa ada kelemahannya; sebab nama-nama pengunjungnya akan dilaporkan kepada intelejen dan pernah beberapa ikhwah ditangkap gara-gara ini. Termasuk dalam hal ini hotel-hotel. Bahkan, pasca terjadinya berbagai aksi serangan di berbagai belahan dunia dewasa ini memaksa dinas intelejen untuk mewajibkan seluruh hotel menyerahkan nama-nama pengunjung secara rutin.
51. Terkadang seseorang perlu melakukan operasi wajah untuk mengubah tampilannya, demi memudahkan proses bersembunyi atau melarikan diri, dan ini hanya dalam kondisi-kondisi yang sangat mendesak sekali.
52. Jangan menggunakan nama asli, gunakanlah nama alias yang cocok dengan waktu dan tempat. Menggunakan nama alias saja tidak cukup, sebab adanya informasi-informasi yang saling melengkapi kadang bisa membongkar nama asli Antum. Maka, seorang Akh harus difahamkan tentang pentingnya sebuah informasi. Kami akan menyebutkan contoh-contoh nyata yang menyedihkan tentang bagaimana identitas ikhwan-ikhwan terbongkar dan banyak sekali mereka yang terkena dampak buruknya. (Secara ringkas bahwa: ketika intelejen mengetahui nama alias, taruhlah Abu Muadz, maka mereka akan bertanya kepada mereka yang sudah tertangkap tentang perkiraan usianya dan kapan dia pergi keluar negeri, setelah itu mereka mengirim surat ke daerah-daerah perbatasan dan meminta semua foto-foto pemuda berusia antara 20-30 tahun yang keluar di waktu itu. Selanjutnya, mereka memperlihatkan kepada ikhwah yang sudah tertangkap poto-poto itu dengan menyatakan mereka ingin menguji kejujuran mereka. Di sini, banyak sekali ikhwan yang mengklaim dirinya kenal dan jika ia mengaku ia mengira itu bisa memberinya keuntungan untuk dirinya dan tidak akan membahayakan saudaranya yang ia sebut tadi…akhirnya intelejen pun tahu bahwa foto ini adalah foto dari nama alias Abu Muadz, dengan demikian mereka juga tahu siapa nama sebenarnya. Selanjutnya, apa saja kemungkinan yang akan dilakukan intelejen terhadap orang yang dikejar (buron)? Pembaca tentu sudah tahu sendiri jawabannya).
53. Banyak sekali warnet yang secara otomatis menyimpan nama User, sehingga tercatatlah kapan waktu ia memulai dan kapan selesai, setelah itu baru dihitung harga bayarnya. Dalam kondisi ini, Antum tidak usah memberikan nama asli, gunakanlah nama lain yang wajar (Abdulloh, Abdurrohman, Muhammad…dst).
D. Pengamanan Pribadi Ketika Bergerak Dalam Situasi Perang (Operasi Militer):
1. Jika musuh melihatmu, maka Antum bisa saja menjadi sasaran langsung peluru senapannya, tidak mencari tempat sembunyi bisa menyebabkanmu menjadi sasaran tidak langsung dari pelurunya. Oleh karena itu, cover kamuflase harus dibuat seaman mungkin, demikian juga yang digunakan untuk menyembunyikan tubuh kita.
2. Cover bisa berfungsi melindungimu dari musuh dan menjaga dari benda-benda seperti peluru, pecahan-pecahan bom, kobaran api, radiasi nuklir, zat-zat kimia dan sebagainya. Dan cover ini ada yang alami, ada juga yang buatan.
– Yang alami seperti pohon, lembah, lekukan tanah, lubang-lubang…dsb. Sedangkan yang buatan misalnya dinding, lubang galian, reruntuhan bangunan, parit…dsb. Jika cover alami tidak memadai, maka harus dibuat cover buatan untuk melindungi dan menjaga dirimu, peralatanmu, dan tempatmu.
3. Hindarilah ground-ground terbuka, jangan berdiri di tepian-tepian atau di puncak-puncak bukit (gundukan tanah).
4. Bersembunyi dan kamuflase:
– Kamuflase adalah semua cara yang dilakukan supaya: dirimu, alat-alatmu dan tempat persembunyianmu, tidak kelihatan seperti aslinya. Kamuflase ada yang alami dan ada juga yang buatan. Kamuflase alami biasanya lama-kelamaan akan mati, memudar, atau hilang efeknya. Demikian juga kamuflase buatan, bisa saja hilang atau memudar. Jika ini terjadi, maka dirimu, alat-alatmu dan tempat persembunyianmu mungkin tidak bisa lagi berbaur dengan lingkungan sekitar, sehingga memudahkan musuh untuk mengetahui keberadaanmu.
– Adapun bersembunyi, tidak selalu mampu melindungimu dari terjangan peluru lawan, ia hanya menghindarkanmu dari penglihatannya.
– Bersembunyipun ada yang alami dan ada yang buatan. Yang alami seperti hutan, rerumputan, pohon, bayang-bayang, dsb. Sedangkan buatan seperti seragam tempur resmi, tali-tali kamuflase, cat di wajah, dsb. Yang jelas harus bisa berbaur (sewarna) antara yang asli dengan yang buatan.
– Kegelapan tidak mampu melindungimu dari penglihatan musuh, sebab kamera-kamera malam hari dan alat-alat pendeteksi lain yang dimiliki musuh bisa menemukan keberadaanmu, baik di bawah sinar matahari atau di kegelapan.
– Ada gerakan-gerakan yang bisa membuat musuh mengetahui keberadaanmu, maka hindarilah, seperti menyalakan asap di tanah terbuka, menghidupkan alat-alat yang bersuara, gerakan yang biasanya menimbulkan perhatian, kedipan cahaya yang mengundang perhatian seperti cahaya di malam hari, lampu senter, lampu truk bagian atas, rokok yang terbakar, permukaan-permukaan yang memantulkan sinar, seperti tameng, helm, potongan kaca, jam tangan, kulit terbuka…dsb.
– Komunikasi bisa dilakukan tanpa suara, seperti isyarat tangan. Gerakan ini dilakukan dalam kondisi terpaksa sambil merunduk. Dan hindarilah bergerak di tempat-tempat yang rata (tidak memiliki penutup).
– Untuk memperkecil pantulan cahaya, permukaan alat-alat dan truk pengangkut hendaknya dilumuri cat atau tanah atau bahan-bahan kamuflase. Dan tutuplah kulitmu dengan baju yang diwarnai dengan pewarna yang pekat. Bahkan ketika ada serangan nuklir sekalipun, membungkus kulit dengan warna hitam bisa sedikit menyaring radiasi, ia tidak lebih mudah terbangkar dibandingkan kulit telanjang.
– Bentuk helm bisa dikenali dengan mudah, begitu juga bentuk tubuh manusia.
– Jika antara warna kulitmu dan warna latar belakangnya tidak selaras, maka akan membuat musuh tahu.
– Jalur-jalur yang umum dan tempat teduh kadang bisa membongkar tempat persembunyian dan alat-alatmu.
5. Bergerak di dalam komplek bangunan:
Untuk memperkecil kemungkinan terkena peluru ketika bergerak di komplek bangunan, lakukanlah langkah-langkah berikut ini:
– Jangan menampakkan diri untuk menjadi sasaran, bersembunyilah dan gunakan cover.
– Hindari lewat di tempat-tempat terbuka (jalanan-teras). Jika terpaksa, maka bergeraklah dengan cepat untuk menghindari peluru lawan (prinsipnya: bergerak cepat dan tetap waspada).
– Pilih tempat yang ada pejalan kakinya sebelum bergerak ke tempat lain.
– Tutup gerakanmu dengan asap, bangunan, ranting-ranting yang banyak bercabang…dst.
– Ketika bergerak ke tempat yang sangat sulit, gunakan tembakan untuk melindungi gerakanmu.
6. Cara Bergerak Dan Melakukan Pemantauan Pada Operasi-Operasi Di Komplek Bangunan:
– Melalui dinding:
Seseorang harus melihat sisi lain dari tempat yang akan ia tuju, setelah itu melompat dengan cepat sambil merundukkan badan dan menempelkannya di bagian atas dinding, sehingga ia tidak menjadi target mudah bagi musuh.
– Memantau dari sudut (salah satu tiang bangunan).
a. Sudut atau tiang termasuk tempat berbahaya, seseorang harus memeriksa daerah sekitar ketika akan bergerak, jangan memposisikan senjatanya terlihat dari balik sudut supaya posisinya tidak diketahui.
b. Jika akan mengawasi atau memeriksa suatu sudut, tiaraplah dan letakkan senjata di sampingmu, angkatlah kepalamu setinggi ukuran yang cukup untuk mengawasi sudut.
– Bergerak di balik pintu-pintu jendela.
1. Ketika terjadi pertempuran di dalam gedung, jendela termasuk titik bahaya. Sebab seseorang kadang melewati depannya atau melongokkan kepala darinya, dengan begitu ia menjadi sasaran empuk bagi musuh.
2. Cara yang benar ketika melewati jendela adalah merundukkan badan lebih rendah dari posisi jendela sampai tidak terlihat dari luarnya, sambil menempelkan tubuh di dinding untuk menghindari bahaya peluru lawan.
– Bergerak di lubang-lubang bawah tanah yang posisinya di bawah kaki:
a. Perhatikan baik-baik lobang seperti ini, jangan berlari atau berjalan di dekatnya. Sebab lobang ini merupakan sasaran yang bagus bagi musuh dari dalam gedung dan selalu mereka awasi.
b. Untuk mengatasi masalah lubang-lubang di bawah tanah ini, maka Antum harus selalu di posisi dekat dengan bangunan, lalu melompatlah dengan cepat ketika melewatinya dan jangan biarkan dua betismu menjadi sasaran bahaya peluru lawan.
– Memanfaatkan pintu-pintu.
a. Jangan menggunakan pintu sebagai tempat masuk atau keluar, sebab biasanya titik ini selalu diawasi dan diblokir dengan peluru dari lawan. Kalaulah terpaksa harus keluar dari pintu masuk, maka gerakannya harus cepat sambil tetap merunduk semaksimal mungkin.
b. Sebelum bergerak dari posisimu, harus sudah dipilih posisi yang lain dengan menggunakan tembakan sebagai pelindung.
– Bergerak di antara gedung-gedung bangunan.
a. Kadang-kadang gedung-gedung tidak bisa dimanfaatkan untuk maju dari dalam. Oleh karena itu, seseorang atau sebuah tim yang kecil harus bergerak keluar gedung sembari menggunakan gas dan tembakan untuk pelindung, yang ditembakkan dengan deras untuk melindungi gerakan.
b. Dan agar Antum bisa bergerak dengan posisi yang benar di luar gedung, Antum harus menempelkan tubuh di dinding gedung sambil merundukkan badan, dan gerakanmu harus cepat. Dengan cara ini, musuh akan kesulitan untuk mengenakan pelurunya kepadamu.
– Bergerak di dalam gedung.
Ketika bergerak di dalam gedung di dalam sebuah operasi penyerangan, lakukanlah hal-hal berikut ini:
a. Hindarilah menempelkan tubuh pada pintu atau jendela.
b. Jangan menampakkan diri sehingga menjadi sasaran yang besar dan jelas bagi lawan, ketika sebuah tim tertuntut untuk menggunakan bagian dalam gedung.
c. Majulah dengan cepat melalui sela-sela gedung untuk keluar dari lorong-lorong.
– Cara menyeberangi area-area terbuka.
Jika ingin melewati area-area terbuka, ikutilah langkah-langkah ini:
3. Tentukan dan selidikilah jalan yang akan Antum lalui menuju titik lain sebelum mulai bergerak.
4. Pilihlah lokasi yang paling bagus untuk bersembunyi dan mengambil cover.
5. Gunakan asap (gas) untuk menutupi gerakanmu.
6. Jangan berjalan dengan langkah yang lurus, sebab ini membuat dirimu rawan menjadi sasaran terjangan peluru lawan dalam waktu lama.
7. Jika jarak yang harus ditempuh menuju titik lain itu jauh, usahakan berjalan menuju ke sana sambil melompat.
8. Bergeraklah maju di bawah cover tembakan peluru perlindungan.
9. Bergeraklah ke gedung terdekat.
– Bergerak ke gedung sebelah.
Jika satu tim bergerak menuju gedung sebelah, maka mereka harus menyisakan jarak antara masing-masing anggota sejarak 3 hingga 5 meter dengan menggunakan isyarat yang sudah disepakati sebelumnya.
– Bergerak di antara beberapa titik.
Gerakan harus berupa loncatan individu, masing-masing maju ke tempat yang dituju sambil bersembunyi dan tercover, sementara yang lain melindunginya dengan tembakan. Jika orang pertama berhasil mencapai posisi barunya, ia bersiap untuk ganti memberikan tembakan perlindungan untuk pergerakan teman-temannya yang masih tersisa. Pada setiap individu harus ada beberapa hal berikut ini:
a. Mampu menembak bertumpu pada pundak manapun.
b. Hindarilah menembak dari atas tempat persembunyian.
c. Jangan menampakkan diri atau bayangan pada tembok.
d. Menembak dari sekeliling tempat bersembunyi, ini akan memperkecil kemungkinan terkena peluru lawan.
Ingat…mencopot baterai saja terkadang belum cukup untuk jenis HP generasi terbaru!!!
Sebab salah seorang pakar perusahaan Handphone Nokia –yang bermarkas di Finlandia—menyatakan bahwa seluruh perusahaan telekomunikasi dan HP, baik Nokia maupun yang lain, berdasarkan permintaan dari Dinas Intelejen Barat (bahkan Arab juga!), Interpol dan pasukan Anti Islam (yang kata mereka sih Anti terror, tapi mereka dusta!) telah melengkapi HP-HP yang mereka produksi (khususnya generasi terbaru) dengan baterai kecil internal yang terkoneksi dengan mesinnya. Fungsinya adalah untuk bisa memantau orang yang dicurigai dan kaum “Teroris” secara lebih akurat melalui hubungan telponnya, meskipun baterai sudah sama sekali dicopot!!
Para ikhwah harus benar-benar waspada dan tidak main-main untuk urusan ini!
Marilah kita belajar dari para pendahulu kita, baik komandan maupun mujahidin biasa, yang berhasil mereka bunuh karena menggunakan HP…wallohu `l-Musta‘an!
Anehnya, masih saja ada ikhwan Mujahidin yang menggunakan HP tanpa terlebih dahulu memeriksa sebelum mengaktifkannya, dan tanpa melalui prosedur-prosedur pengamanan, baik yang umum maupun yang khusus dalam masalah HP…wallohu `l-Musta‘an!
Saya, sebagai hamba Alloh yang fakir ini, sudah pernah berinisiatif secara pribadi untuk meneliti HP tipe Nokia generasi baru dengan dibantu oleh beberapa ahli di bidang telpon seluler, dan kami pun menyimpulkan secara yakin adanya bahaya ini! Oleh karena itu, kami sarankan kepada Mujahidin yang kini tengah berjuang di medan tempur untuk memeriksa dengan baik setiap HP yang mereka pegang. Dan saran kami kepada ikhwah, terutama yang baru terlibat dalam urusan jihad –setelah berbagai pengalaman pahit yang menimpa Mujahidin—untuk tidak usah menggunakan HP sama sekali.
Dan asal tahu saja, semua pimpinan tinggi Jihad di manapun mereka tidak menggunakan HP secara langsung –dengan terus menjaga kewaspadaan demi menjaga agama Alloh Ta‘ala—. Sedangkan ikhwah Mujahidin yang tengah bekerja saja, mereka membatasi berhubungan dengan alat komunikasi dan sangat hati-hati, waspada serta menempuh sebab-sebab yang digariskan oleh Alloh (Pemilik semua sebab). Sebenarnya ada hal-hal lain, namun tidak bisa dipublikasikan di sini karena itu menyangkut Mujahidin secara langsung dan tidak diketahui sama sekali oleh musuh-musuh Alloh.
HP ini bisa diganti dengan Handi Talky dengan saluran terbatas (tertutup), dan ini bisa diperoleh dengan mudah Inysa Alloh. Dan untuk pertama dan terakhir, kita tidak boleh melupakan sikap jujur, ikhlas, keyakinan yang kuat kepada Alloh, tawakkal penuh kepada-Nya, sembari menempuh semua sebab dengan menyandarkan diri kepada pertolongan-Nya.
Sebagai penutup kami katakan: Tidak ada sarana komunikasi yang lebih baik dan lebih aman selain melalui kurir yang bertemu langsung!
Pertama: Kalaulah harus berhubungan dengan HP, maka dua jenis HP yang digunakan harus berlainan, atau dengan ungkapan yang lebih tepat: dua operator HP yang berbeda.
Sedangkan untuk HP yang menggunakan satelit angkasa, ini bagi yang tidak mengenal HP mobile, biasanya berukuran besar, bentuknya unik, tidak bergantung dengan pemancar-pemancar di bumi tapi terkoneksi melalui satelit luar angkasa. Ketika diaktifkan dia tidak hanya bisa mendeteksi Antum di satu negara saja, sebab jaringannya meliputi wilayah kira-kira dari Maroko hingga ke India dan Cechnya. HP jenis ini tidak bagus dan sebaiknya jangan dibawa. Karena ia akan selalu meng-update posisi pembawanya dengan perbandingan jarak sekitar 10 cm. Artinya, ia bisa memberikan data-data tentang posisimu secara detail, saking detailnya hingga hanya berjarak 10 cm. Nah, HP seperti ini sangat tidak bagus, dan bisa dipastikan bahwa mencopot baterainya tidak akan berpengaruh, sebab di dalamnya ada baterai internal yang digunakan untuk mendeteksi keberadaannya dan pemegangnya, ia juga akan terus menebar sinyal yang menunjukkan posisi pemegangnya dalam waktu yang lama, sekitar satu bulan.
Meskipun HP jenis ini memiliki kelebihan bisa Antum pakai ketika berpindah ke mana saja, namun dari aspek keamanan alat ini ibarat mata-mata yang sangat jeli dalam memantau. Saya tidak menyarankan siapa saja memakai alat ini dalam urusan-urusan jihad, mengirim perintah atau larangan hanya karena ingin cepat. “Barang terlaknat” ini telah menghilangkan puluhan nyawa Mujahidin karena posisi pemegangnya berhasil dideteksi melaluinya lalu –setelah posisinya diketahui—ia pun dirudal dengan tepat. Ikhwan-ikhwan di Cechnya sangat faham tentang masalah ini.
Kedua: HP yang memanfaatkan pemancar-pemancar di bumi, inilah yang hari ini umum digunakan orang. Hp jenis ini memiliki beberapa generasi, tapi semuanya memiliki satu kesamaan yaitu bisa berfungsi mengirim semua data tentang posisi pembawanya dan nomor seri mesinnya, serta di mana titik pembawanya dari menara jaringan. Biasanya, jarak dia antara pemancar tak akan kurang dari 5 KM. Spesifikasi ini ada pada jaringan.
Dan tentu saja ketika kartu HP diganti, maka kartu yang baru akan segera mengirim nomornya dan posisi keberadaannya kepada menara sinyal terdekat.
HP jenis ini ada beberapa macam:
Pertama yang berukuran besar, seperti Nokia 5110, Ericcson 688 dan kebalikannya. Hp jenis ini, pembuatnya tidak terlalu memperhatikan masalah pendeteksian posisi, sehingga jika baterainya dilepas ia tidak akan bisa mengirim sinyal yang menunjukkan posisinya. Kelebihan ini adalah dalam penggunaannya, bukan dalam membawanya. Sebab di samping murah harganya, jika setelah baterainya Antum lepas lalu Antum buang setelah merusakkan kartunya, maka tidak akan ada seorangpun yang bisa menjangkaumu selagi Antum belum terpantau secara cepat dari menara induk. Oleh karena itu, harus dipersingkat pembicaraan dan waktunya.
Kedua adalah generasi terbaru, yaitu HP dengan tampilan berwarna. Semua HP jenis ini memiliki baterai internal, seperti Nokia 6610, 7210, 7250 dan kebalikannya. HP-HP ini meskipun sudah Antum lepas baterainya, dia tetap akan mengirim sinyal ke pemancar induk yang menunjukkan posisi keberadaannya. Untuk HP jenis-jenis ini, lebih baik Antum hindari. Adapun yang ketiga adalah seperti yang dituturkan oleh Al-Akh Saif Al-Atsari, semoga Alloh memberi balasan yang lebih baik kepadanya. Yang intinya adalah, kita harus sangat berhati-hati dalam menggunakan alat-alat seperti ini.
Adapun masalah pendeteksian lokasi, maka secara umum ada dua:
Pertama, jaringan operator mengawasi seseorang karena perintah dari penguasa, dalam kondisi ini maka yang bersangkutan akan dipantau semua perbincangannya dan direkam. Semoga Alloh menolong ikhwan yang seperti ini kondisinya dalam menghadapi musuh-musuhnya.
Kedua, dan ini ada di semua negara, yaitu apa yang disebut sebagai sistem penyaringan pembicaraan. Secara ringkas maksudnya: percakapan antara dua HP harus melalui perantara pihak ketiga yaitu jaringan operator. Operator inilah yang mengubah data perbincangan dari kedua belah pihak menjadi suara yang bisa didengar. Nah, di sinilah operator meletakkan kata-kata tertentu seperti jihad, istisyhad, atau yang mirip dengan kata-kata jihad, lalu ketika kata ini muncul pada perbincangan maka jaringan akan segera mengikuti dan merekamnya, kemudian ada pegawai tersendiri yang akan mendengarkan rekaman ini setelah itu mengambil keputusan apakah pemantauan akan diteruskan atau tidak.
Terakhir, saya tidak menyarankan para ikhwah menggunakan HP kecuali dalam kondisi sangat mendesak lalu segera melenyapkannya, dan HP yang dipakai mesti yang harga murah seperti telah kami jelaskan. Dan, jangan mengganti satu kartu dengan kartu yang lain (dalam satu HP).
Pertama: Setiap Muslim dan Muslimat harus tahu bahwa menon-aktifkan HP tidak berarti HP itu tidak berfungsi dan tidak bisa mengirim sinyal-sinyal tertentu. Untuk membuktikan kata-kataku ini, cobalah mengaktifkan alarm di HP itu lalu non-aktifkanlah, maka engkau akan melihat HP itu berbunyi ketika tiba waktu alarm yang dipasang.
Kedua: HP lain yang dilengkapi dengan JPS, artinya HP tidak menerima sinyal dari satelit luar angkasa tapi dari sebuah alat penerima yang digantungkan pada tiang pemancar seperti tiang listrik, bentuknya segi panjang dan bergantung pada ketinggiannya. Dalam setiap tiang terdapat 5 atau 6 alat seperti ini yang masing-masing punya nomor IP sendiri, yaitu nomor khususnya.
Ketiga: Semua dari kita harus menyadari bahwa lebih dari 90 % pembicaraan itu melewati tempat yang terpasang alat khusus untuk mendeteksi suara dan alat pendeteksi tempat keberadaan alat penerima sinyal.

di ambil dari ishoomy.blogspot.com

Pos ini dipublikasikan di Al Jihad, NASEHAT. Tandai permalink.

2 Balasan ke bagian : 5 Keamanan Komunikasi

  1. HilMy !nfo berkata:

    postingan yang menarik😀
    salam dari kami yang sedang blog walking
    ditunggu kunjung baliknya di :
    http://hilmyinfo.wordpress.com/2010/07/18/belum-diersenjatai-2-orang-satpol-pp-paksa-pengunjung-monas-layani-nafsu-mereka/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s