“… Maka, Pergilah Kamu Bersama Rabbmu!!…” (bag 02)

02. Mujahid, sejatinya sedikit.

ظهر ومعه ثلة من المؤمنين، كانوا سبعة عشر رجلاً، وليسوا سبعة عشر جيشاً، فتواثقوا وتعاهدوا، وعاهدوا الله تعالى أن ينصروا دينه، أو يهلكوا دونه، رِجالٌ و الرِجالُ قليلُ.

Abu Mush’ab Az Zarqawi muncul bersama sekelompok kecil orang beriman. Dahulu jumlah mereka hanyalah 17 orang, bukan 17 pasukan. Lalu bereka saling bersumpah dan berjanji. Mereka berjanji kepada Allah ta’ala untuk membela agama-Nya sampai mati karenanya. Mereka adalah lelaki sejati, dan lelaki sejati itu sedikit jumlahnya.

(Maulana Usamah bin Ladin, 13 juni 2006)

Sudah menjadi ketetapan dari Allah bahwa mujahid itu sejatinya sedikit sekali.  Bahkan akan terjadi mujahid yang melaksanakan irhab, ightiyal dan amaliyat akan di cela oleh ikhwannya sendiri dan bahkan dimusuhi.  Mereka akan dikatakan tidak prosedural, isti’jal, tidak taat dan menyelisihi kesepakatan.  Mereka akan dikucilkan, dibahas aib-aibnya di majelis-majelis, dikatakan mereka mujahid tapi salah langkah, mereka dikatakan tidak paham manhaj jam’ah dll. …. Hingga, lahaula wala quwwata ilabillah, ketika mereka sudah syahid (sudah mati pun) dan Allah tampakakan karomah-karomah-Nya pun masih dibahas kesalahan-kesalahan mereka –sebagai mujahid yang salah langkah–.

Padahal merekalah sesungguhnya mujahid yang gagah berani, merekalah cahaya dan inisiator (pemicu) sifat saja’ah yang kian sirna dari para mujahidin yang kian tenggelam dengan racun (baca upas ulo) dunia dan materi, mereka ibarat obor di tengah kegelapan kancah jihad yang kian meredup ditelan “manhaj jama’ah nanti kita akan berjihad!!!, nanti kita akan begini!!! dan nanti kita akan begitu!!!”

Dan sesungguhnya mereka membuat kita terkesima betapa kecil, ciut dan penakutnya kita di depan musuh-musuh kaum muslimin. Dan sungguh, mereka membongkar aib kita sebenarnya kita ini baru sebagai penonton dan pengamat yang cuma  berkomentar dan berceloteh tentang aib-aib para singa mujahidin, padahal borok, penakut dan aib kita sebesar gunung Himalaya.

Wahai saudaraku, takutlah kalian kepada Allah ta’ala jangan-jangan kita tidak termasuk mereka mujahid yang sedikit itu, takutlah jangan-jangan kita tidak termasuk thoifah manshuroh yang ciri utamanya selalu berperang melawan musuh-musuhnya,  –bukan I’dad-I’dad saja kemudian selesai, dan menyangka sudah berjihad, habis perkara!!–, takutlah kepada Allah jangan-jangan kita ini seperti bani Israil yang berputar-putar di “kegelapan padang tiih”, lantaran tidak mau berperang bersama Nabi Musa, dan jangan-jangan kita ini baru calon-calon mujahid, karena belum ada tanda-tanda mujahid sejati pada diri kita, seperti melakukan irhab, ightiyal dan berperang.

Allah subhanahu wata’ala telah berfirman mengenai sedikitnya pasukan Thalut yang ikut berperang melawan pasukan Jalut :

فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوتُ بِالْجُنُودِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ مُبْتَلِيكُمْ بِنَهَرٍ فَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّي وَمَنْ لَمْ يَطْعَمْهُ فَإِنَّهُ مِنِّي إِلَّا مَنِ اغْتَرَفَ غُرْفَةً بِيَدِهِ فَشَرِبُوا مِنْهُ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ فَلَمَّا جَاوَزَهُ هُوَ وَالَّذِينَ آَمَنُوا مَعَهُ قَالُوا لَا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو اللَّهِ كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

Artinya : “Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah pengikutku.” Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: “Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.” Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Qs. Al-Baqarah 249)

Dalam tafsir At-Thobary disebutkan bahwa pasukan Tahlut berjumlah 80.000 mujahid. Kemudian tholut menerangkan kepada pasukannya bahwa Allah akan menguji mereka dengan sebuah sungai yang akan mereka lewati,  mereka tidak boleh meminumnya kecuali seteguk dua teguk.  Namun pada akhirnya ketika mereka benar-benar menemui sungai itu, sebagian besar mereka lupa dan meminum airnya dengan puas.  Hingga mereka tidak bisa mengikuti thalut berperang melawan pasukan jalut.  Dan jumlah pasukan yang taat kepada thalut hanya sekitar 4.000 mujahid, dalam riwayat yang lain sejumlah 300 mujahid lebih belasan, dari jumlah 80.000 pasukan thalut.

Namun yang paling kuat adalah riwayat yang menyatakan bahwa pasukan yang mengikuti thalut sama dengan jumlah pasukan badar, yaitu 300 lebih belasan.

Sebagaimana dalam riwayat Barro bin Azif, dia telah berkata :

أن عِدَّةُ أَصْحَابُ بَدْرٍ عَلىَ عِدَّةِ أَصْحَابُ طَالُوْت الذين جَاوَزُوا النَهَرَ مَعَهُ، وَلمَ يُجَاوَزُ مَعَه إِلاّّّ مُؤْمِن: ثَلَثُمِئَة وَبِضَعَة عَشَرَ رَجُلاً.

Artinya : “Bahwasannya jumlah ashabu (pasukan) badar atas (sama dengan) jumlah pasukan tholut, yaitu sejumlah orang-orang yang melewati sungai bersamanya, dan tidaklah mereka melewati sungai itu, kecuali mereka termasuk orang mukmin ; yaitu 300 lebih belasan pasukan (mujahid).” (diriwayatkan oleh Thobary dengan 6 jalan/sanad, seluruhnya dari Barro bin Aziff, lihat tafsir Thobary; dan diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad, Imam Bukhory, Imam Ibnu Katsir, & Imam Baihaqy).

Jadi kalau pasukan Tholut jumlahnya 80.000 mujahid dan yang ikut berperang bersama tholut hanya 300 lebih belasan mujahid, maka sisanya sejumlah 79.680-an sekian mujahid terjebak dengan ujian sungai (dunia –upas ulo–), kemudian terlena dan mereka tidak termasuk orang-orang mukmin. Lahaula wala quwwata illabillah!! Berapa persen jumlah pasukan 300 lebih sedikit di hadapan 79.680 pasukan!! Kurang dari 1 %-nya, Allahhu akbar!!!

Sungguh indah apa yang dikatakan Sayyid Quthb Rahimahullah ketika mengomentari firman Alloh:

كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

Artinya :“ Betapa banyak kelompok yang sedikit bisa mengalahkan kelompok yang banyak dengan izin Alloh dan allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah 249)

Beliau berkata, “Ayat ini adalah kaidah dalam perasaan orang-orang yang yakin bahwa mereka pasti akan berjumpa dengan Alloh, kaidah ini menyatakan bahwa kelompok orang-orang beriman itu sedikit, sebab kelompok inilah yang bisa menapaki tangga ujian yang berat hingga puncaknya, sehingga mereka mencapai predikat sebagai pasukan pilihan. Meski sedikit, tapi merekalah yang menang, sebab mereka memiliki kontak dengan sumber segala kekuatan, dan mewakili kekuatan yang pasti menang; yaitu kekuatan Alloh yang pasti memenangkan urusan-Nya, Dzat Yang Maha pemaksa di atas hamba-hamba-Nya, yang menghancurkan orang-orang bengsis, menghinakan orang-orang dzolim, dan menundukkan orang-orang yang sombong.”

Jadi, sedikit sekali orang yang benar-benar berjihad (maknanya disini berperang, buka I’dad lalu selesai). Mujahid yang melakukan irhab, ightiyal dan berperang itu sedikit sekali.  Namun meski sedikit Allah berkenan menolong mereka atas musuh-musuh mereka, …… maka yakin lalu bersabarlah!!!

Pos ini dipublikasikan di AKIDAH, Al Jihad, NASEHAT, True Story. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s