“… Maka, Pergilah Kamu Bersama Rabbmu!!…” (bag 01)

فَاذْهَبْ أَنتَ وَرَبُّكَ

“… Maka, Pergilah Kamu

Bersama Rabbmu!!…”

…ثم قام المقداد بن عمرو فقال : يا رسول الله، امض لما أراك الله، فنحن معك،والله لا نقول لك كما قالت بنو إسرائيل لموسى : { فَاذْهَبْ أَنتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ } [ المائدة : 24] ، ولكن اذهب أنت وربك فقاتلا إنا معكما مقاتلون، فوالذي بعثك بالحق لو سرت بنا إلى بَرْك الغِمَاد لجالدنا معك من دونه حتى تبلغه .فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم خيرًا ودعا له به.

( الرحيق المختوم صفي الرحمن المباركفوري )

“….(mujahid sejati akan mengatakan) Tetapi, pergilah engkau &

Rabbmu berperang, sesungguhnya kami akan mengikutimu

dan Rabbmu berperang ….!!!”


Created By : Abdul Barr Al-Harby

Pengantar Penulis

مثلهم كمثل سكة حديد في مقدمتها قطار الحكام ويليه قطار قيادات الصف الثاني ومن قرب منهم، وكلا القطارين متوقفين منذ عقود في طريق تحرير فلسطين، فلا سبيل إلى الأقصى إلا بإزاحة كلا القطارين عن الطريق وتجاوزهما، ويصعب أن يتم ذلك قبل أن يستيقظ كثير من المسلمين، فيتركوا التعصب المذموم للأوطان والرجال، حكاماً أو علماءً أو قيادات للجماعات الإسلامية ، ويتركوا معارضة نصحهم وإقامة الحق عليهم، فإن لم يفعلوا فلسان حالهم يقول، إنهم يسيرون على الطريق الذي أهلك الأمم قبلنا، ولذلك فالأمة في تيه الظلمات منذ عقود، ويبدو أنهم لم يفقهوا قول رسول الله صلى الله عليه وسلم (وأيم الله لو أن فاطمة بنت محمد سرقت لقطعت يدها) متفق عليه.

Mereka itu ibarat rel kereta api, paling depan adalah kereta para penguasa dan belakangnya kereta para qiyadah shoff kedua dan orang-orang dekatnya. Kedua kereta itu mogok sejak puluhan tahun yang lalu pada jalan pembebasan Palestina. Maka tidak ada cara lain untuk membebaskan Al Aqsha selain dengan menyingkirkan kedua kereta tersebut dan menyalipnya. Namun hal itu sangat sulit dilakukan sebelum banyak kaum muslimin yang sadar, kemudian mereka melepaskan ta’ashub yang tercela terhadap negeri dan tokoh, baik penguasa, ulama’ maupun para Qiyadah Jamaah Islamiyah, lalu mereka tidak menolak nasehat yang selanjutkan ditegakkan hukum yang benar atas diri mereka. Jika mereka tidak lakukan hal ini maka seolah mereka mengatakan: Sesungguhnya mereka itu berjalan di atas jalan yang telah ditempuh orang-orang sebelum kita. Oleh karena itu umat Islam terjebak dalam gelapnya padang ketidak jelasan sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Dan nampaknya mereka tidak memahami sabda Rasulullah SAW:

Demi Allah, seandainya Fathimah binti Muhammad mencuri pasti kupotong tangannya. (Muttafaq ‘Alaih)

(Maulana Usamah bin Ladin, maret 2009)

إن الحمد لله، نحمده ونستعينه، ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له،

وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له في ربوبيته وألوهيته وأسمائه وصفاته ليس كمثله شيء وهو السميع البصير، وأشهد أن نبينا محمدًا عبده ورسوله إلى الثقلين الإنس والجن بشيرًا ونذيرًا وداعيًا إلى الله بإذنه وسراجًا منيرًا، اللهم صل على عبدك ورسولك محمد وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان

إلى يوم الدين وسلم تسليمًا كثيرًا.

يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ

إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا  يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Syaikh Abu Mus’ab Az-Zarqowy Rahimahulah, Amir tandzim al-Qoidah fi biladirofidain, Iraq. Beliau mengatakan : “Sejarah kembali terulang, jalan cerita sejarah dari zaman ke zaman tidak pernah berubah… manusia dan pemerannya boleh berubah, peralatan-peralatan boleh berkembang pesat; akan tetapi pentas sejarah tetaplah baku; kisah permusuhan hanya satu, yaitu kebenaran melawan kebatilan, Islam memerangi kekafiran, kejahiliyahan, dan kemunafikan yang terselubung. Adapun Uorang-orang lemah dan benyali rendahU, mereka memegang tongkat pada bagian tengahnya; satu sisi ia menyatakan bergabung dengan umatnya, tapi di sisi lain ia lebih mengedepankan kepentingan dunianya sembari menunggu kabut tersingkap dan peperangan berakhir; dengan maksud ingin bergabung dengan kelompok yang kuat dan menumpang kapal fihak yang menang, sungguh teramat jelek apa yang diperbuat orang-orang seperti ini.”

Dan beliau berkata : “Tapi mereka dihentikan oleh orang-orang robbaniyyuun, yang mengangkat bendera di zaman kerusakan, mengangkat kepala di zaman kehinaan, tekat mereka mengarungi angkasa, pergi menuju Alloh, Dzat Yang Maha melihat lagi Maha mendengar, meneladani Sang pembawa peringatan dan kabar gembira, Muhammad ––shallallahu alaihi wa sallam–, mereka orang-orang asing yang wajahnya hangus terbakar angin keterasingan, kaki mereka yang tanpa alas kaki, meneteskan darah di sahara yang berkobar oleh api permusuhan, Utidak ada pintu yang mau menerima merekaU sehingga mereka mengetuk pintu langit, lalu dibukalah pintu tersebut untuk mereka, langsung dari tengah-tengah surga untuk menghidupkan hati, tersirat kegembiraan iman dalam diri mereka, sehingga tidak ada seorangpun dari mereka yang mundur, karena mereka marah demi agamanya, walaupun seluruh dunia bersatu-padu membidiknya.”

Ikhwany, …. ketahuilah bahwa dien yang benar adalah din yang diamalkan oleh setiap  pemeluknya -–bukan hanya dipelajari dan untuk mendapatkan gelar–, dan jalan yang lurus adalah jalan yang menghantarkan kepada kemuliaan akherat, meski dunia tidak didapatkannya.

…. bagian dari keyakinan kita bahwa setiap sesuatu akan mendapatkan jatah kapan berakhirnya (ajalnya atau kerusakannya) terjadi, …  dan rizki telah dibagi-bagi dengan adil kepada setiap hamba, tanpa terkecuali, … sebagaimana Allah telah membagi amal-amal bagi setiap hamba yang diiringi dengan usaha hamba yang keras untuk mendapatkannya, …  Setiap jiwa akan mendapatkan mati, …  bahwa jannah (syurga) itu –didapat—di bawah kelebatan pedang (peperangan), … Barangsiapa yang berdebu kakinya di jalan Allah, maka diharamkan baginya neraka, … barangsiapa yang berinfak satu dinar saja (menjadi : 4,25 gr emas di Indonesia), akan ditulis baginya 10 kali sampai 700 kali lipat pahalanya, dalam riwayat lain akan di balasi sampai 70.000 kali lipat pahalanya, … Orang yang enggan berinfak fi sabilillah, sungguh ia celaka dengan kecelakaan yang besar,…Karena itu, berinfaklah fi sabilillah!!, dan jangan ceburkan dirimu dalam kebinasaan –-celaka sebelum datangnya kiamat–,  … Sungguh para syuhada itu hidup di sisi Allah ta’ala dan senantiasa mendapatkan rizki-Nya, … arwah mereka berada di dalam tembolok-tembolok burung hijau di syurga, … dipersiapkan bagi syuhada itu berbagai kenikmatan di syurga, … Bagi seorang syahid akan diampuni seluruh dosa-dosanya dan kesalahannya, … Dia di beri hak member syafaat 70 orang keluarganya dan orang-orang yang ia cintai, … Dia terbebas dari huru-hara kiamat di akherat, … tiada kesusahan baginya menghadapi maut dan dahsyatnya padang makhsyar, … Ia tidak merasakan mati ketika syahid, kecuali seperti dicubit (atau digigit semut), … makan dan tidur di medan jihad (di jabhah qitaliyyah) lebih mulia dari puasa dan sholat di tempat lain, … barangsiapa yang berjaga-jaga di area ribath, maka matanya tidak akan disentuh api neraka, … Bagi orang yang ribat (lalu syahid), maka amalnya tetap mengalir sampai kiamat datang, … Ribath (berjaga-jaga) dari serangan musuh satu hari saja, nilainya lebih baik dari dunia dan seisinya, … seorang syahid akan aman dari siksa kubur dan adzabnya, … dan ia akan menjadi orang yang sangat mulia di akherat dengan kedudukan yang setara dengan para anbiya, sholihin, shodiqin, ….

Ikhwany, …. Ketahuilah bahwa tanah (Daulah Islam) itu didapat dengan darah dan tulang belulang, … kemuliaan itu di dapat dengan jihad fi sabilillah, … jihad itu bukan I’dad, tetapi perang, ightiyalat, irhab, membunuh ….dll., …. I’dad itu persiapan iman dan askary (militer) sebelum dilakukannya jihad, … setiap mukmin dibebani melakukan I’dad apapun profesinya –tanpa terkecuali–, … tidak ada dalilnya I’dad itu ditunda & nanti-nanti!!! Tidak ada dalilnya jihad (perang/amaliyat) itu nanti-nanti !!! ketika jihad telah menjadi fardhu ain, … barangsiapa menunda-nunda I’dad, ia akan celaka, …. Barangsiapa menunda-nunda jihad (amaliyat—membunuh), ia akan dibunuh musuh, … barangsiapa yang berjihad ia akan dapati rizki yang banyak dan tempat hijrah yang luas, … barangsiapa yang berjihad berarti ia menolong din Allah, maka ia berarti akan mendapatkan jatah diteguhkan Allah kedudukannya dan di tolong Allah dalam setiap gerak langkahnya, …

Diantara musuh jihad adalah sebuah tandzim atau jama’ah –apapun namanya– yang meniadakan (ta’thilul) amaliyat jihad,… musuh jihad adalah gandrung dan tamaknya seorang –calon—mujahid kepada kemewahan dan kesenangan dunia yang sedikit, … musuh jihad adalah tanazu’ (berbantah-bantah & berselisih) yang tak berujung pangkal, … musuh jihad adalah orang kaya yang menahan hartanya dari mujahidin yang sangat memerlukannya untuk melakukan berbagai amaliyat, … musuh jihad adalah rutinitas kerja yang menipu dan melenakan dari jihad, ….musuh jihad adalah takut mati dan rakusnya seseorang terhadap dunia.

Ikhwany, … orang yang menghindar dari amaliyat jihad, ia akan celaka, … yang meninggalkan jihad akan celaka, … status mukminya tergadai, …yang jauh dari medan-medan pertempuran ia akan celaka, … yang tidak mau mendekat dengan area pertempuran dan area amaliyat, dan tidak bergabung dengan mujahidin yang beramal nyata, maka ia akan menjadi penakut dan bertambah-tambah takutnya, … lalu ia, …. Lalu ia, … masyaallah!!!, menjadi manusia yang adanya seperti tidak adanya, ….. naudzubillah!!!! Lahaula wala quwwata ilabillah!

Ikhwany, … apa yang kami tulis dalam buku ini adalah gambaran jujur!!!, …..jujur, kami bertutur, …. Apa adanya, …. Pahit!!! Pahit!!! Pahit rasanya jika anda membaca apa yang kami tulis. Tetapi itulah sifat obat pahit, tetapi manfaat mengobati. …. Tidak ada yang kami ditutup-tutupi, sebagai tadzkiroh para qoodah, qiyadah, dan para kibar jama’ah jihad apapun namanya.  Karena barangsiapa yang mau merenungkan butit-butir apa yang kami tulis, mudah-mudahan ia mendapat manfaat untuk jihadnya dan tandzimnya.  Kami tidak membatasi untuk tandzim tertentu, tetapi semua tandzim, yang merasa tersentuh –syaratnya salamatus shadr/hati yang bening— dengan apa yang kami paparkan ini, … sekali lagi mudah-mudahan bermanfaat, terutama kepada para amir dan komandannya & para mas’ul dan anggotanya.

Ikhwany, …. Hari ini kita hidup seperti di zaman Fir’aun saja rasanya, atau kita hidup seperti pada zaman bani Israil rasanya, …. Dimana sebagian besar       –orang yang mengaku– kaum muslimin malah memusuhi mujahid yang beramal, melakukan irhab, ightiyalat, isytisyhadiyah, atau peperangan, …

Bahkan yang lebih meyakitkan banyak kalau tidak disebut mayoritas “mujahidin” yang sangat anti dengan berbagai amaliyat, peledakan, pengeboman, pembunuhan terhadap pihak musuh, dll. yang sejatinya adalah sunnah nabi yang kita sanjung setiap saat, nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan sangat bermanfaat bagi umat (jika mereka sampai pada ilmu dan hikmahnya).

Buku ini hadir di hadapan anda untuk memberi inspirasi terhadap kemandegan, kebekuan, keterpasungan, keterbelengguan, keterpurukan, terkungkungan dan keterasingan beramal jihad di hadapan mujahidin internasional, atau jihad global.

Aneh memang!!!!, ….  jika para ikhwan yang akan berjihad —di Indonesia ini— seperti terputus “sanad” dengan para masayikh mujahidin yang telah terbukti jihadnya, semisal Syaikh Usamah bin Ladin, Mullah Muhammad Umar, Syaikh Abu Umar Al-bagdady, Syaikh Aiman, Syaikh Abu Muas’ab rahimahullah, Syaikh Yusuf Al-Uyairi, Syaikh Abdullah Azzam rahimahullah, ….dll. Aneh sekali, …. Jika kita seperti berbeda dengan mereka!!!! ….. ini seharusnya tidak terjadi!!!! Karena panutan kita sama Al-Qur’an & Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, …tetapi mengapa berbeda….. mesti ada yang nggak pass ini!!! & tentu ada fikroh yang nggak beres!!!

Sepertinya para ikhwan ini banyak yang terbius jihad lokal!!…. jika anda tidak setuju, … tetapi faktanya, ya begitu,…. Mau bilang apa kita.  Sehingga yang terjadi thoriqoh sebuah jama’ah di sini tidak sejalan, dan beda jalur dengan jihad global pimpinan Al-Qaida, …. Ini mesti ada yang salah!!! Ada yang ganjil!!! Ada yang missunderstanding!!!…. atau kalau tidak mau disebut sebagai kejumudan atau kita bisa katakan (baca: ngak mau bercermin) pada mujahid yang lebih berpengalaman menghadapi thogut internasional dan turunan-turunannya yang ada di setiap negara termasuk di indonesia, …. Ini kejujuran kami, bukan kami ingin berlaku dan berkata kasar pada para pemimpin dan para qiyadah jihad di Indonesia, … tetapi fakta atau amal kita yang akan bicara, ….  Bukankah seseorang itu di lihat dari amalnya, … bukan banyaknya ilmu, atau lulusan mana ia, ….lulusan Afghanistan, libiya, Iraq atau Moro, …bukan, bukan!!!  Maka renungkanlah wahai ikhwan, kami hanya sekadar mengajak merenung, … atas capaian jihad kita, kalau masih salah, ya segera belajar dan berubah, …. Belum terlambat, ….belum terlambat, ….

Kami yakin –wallahu alam—berdasarkan ilmu  kami yang sedikit, tajribaat di medan jihad, tajribat di sijn, tajribaat menjadi matlubiin dan hidup di tengah-tengah ikhwan, bahwa jika kita mau berjalan beriringan dengan thoriqoh jihad global, dan menekuninya, … meski konsekwensinya leher-leher kita jadi taruhannya, darah-darah kita tertumpah, keluarga kita kocar-kacir, dan kita hidup bagai dipenjara, tetapi insyaallah perjalanan jihad kita justru benar, …. Karena begitulah tabiat jihad.

Walhasil, yang penting kami tekankan diantaranya adalah hendaknya sebuah jama’ah jihad  tidak statis siasatnya (kepaten, jw. khud’ah) dalam menghadapi kekuatan kafir, thogut dan antek-anteknya, karena siasat (khud’ah) ini mendasari jalan mana (kebijakan/taktik dan strategi) yang hendak ditempuh oleh sebuah tandzim atau jama’ah.  Jangan sekali-kali memaksakan sebuah thoriqoh atas dasar pemikiran belaka, tanpa melihat siasat apa yang paling cocok menghadapi keganasan thogut dan antek-anteknya.  Kesalahan thoriqoh ini akan fatal akibatnya, …

Kemudian, … sikap-sikap sangat berani, tegas, dan cepat mengirimkan regu-regu, atau squad, atau bahkan satu atau dua orang untuk memukul keganasan musuh hendaknya dimiliki oleh seorang amir, …. Jika tidak —afwan— kami sarankan untuk mundur, itu lebih ringan di hadapan Allah.  Amir safar yang anggotanya hanya dua orang saja, semua kepemimpinannya akan dihisab dan dipertanggung jawabkan, bagaimana kalau anggotanya ratusan, atau ribuan mujahidin, …. Sementara kata-kata yang keluar dari mulut seorang amir sebuah tanzdim : “kita tidak punya orang!!!, kita lemah!!!, kita belum waktunya melakukan amaliyat!!!, kita belum punya uang dan biaya amaliyat!!! pedoman perjuangan kita belum mengijinkan amaliyat!!!… kita belum tahapannya kearah sana (amaliyat) ….dll.,” …. Afwan!, kami katakan Ini adalah sebuah kebodohan & dhon!!!, … ini kebodohan & dusta!!!, … ini kebodohan & karena kurangnyan khibroh qitaliyyah!!! … lahaula wala quwwata illabillah.

Imam Ibnu Qudamah menjelaskan bahwa “Penundaan jihad akan menyebabkan maslahat jihad pada saat itu akan hilang —tidak ada kesempatan/waktu terulang dua kali.” (lihat Al Mughni). Lalu jika kesempatan jihad hari ini dalam bentuk amal nyata (ightiyalat, isytisyhadiyah, dll.) membela mereka yang tertindas, memberikan balasan terhadap musuh yang menyiksa, dan membunuh sebagian mujahidin, ….jika kesempatan ini tidak ditekuni, tidak diamalkan dan bahkan diabaikan, lalu kita akan menunggu apa?????? Apakah ada dalil yang dapat anda gunakan, syubhat apa yang melingkar di kepala anda? Ingat tidak ada kesempatan berulang, …..ambillah pelajaran wahai ikhwan!!!

Merenung dan berfikirlah ikhwan, …. Dari apa-apa yang kami sampaikan, …. Jika kita telah berazam, maka bertawakallah kepada Allah.  Ingat!!!! Beramalah!!!, … Allah dan Rasul-Nya dan orang-orang mukmin akan melihat amal-amal kita, ….

Tidak ada tulisan atau karya manusia yang sempurna, … apa yang kami tulis hanyalah sekadar tadzkiroh,….kami harapkan bermanfaat bagi tandzim atau jama’ah apapun namanya, …. jika ada kata-kata yang tidak berkenan atau terlalu lugas, menghukumi, atau menyinggung, ….memang kemampuan kita memaparkan sesuatu berbeda-beda, maka harap maklum. … tidak ada penunjuk jalan yang berniat mencelakakan keluarganya, … tidak ada yang namanya saudara itu, ingin mejerumuskan saudaranya, …. Yang ada hanyalah ishlah, perbaikan, pengokohan, ingin menjadi perekat, … bukan sekat!!!

Aqulu qouli hadza, ……….nas-alullah al-afiah!!asta’fu minkum, ……………….!!!

Semoga shalawat dan salam tetap tercurah kepada Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallah–, keluarganya, sahabatnya ajmain.

Al-faqir ilallah, Agustus 2009.

Abdul Barr Al-Harby

01.  Jama’ah jihad, yang akan ditinggal anggotanya.

ولئن كانت الأمة اليوم أتيت من عدم قيامها بما يجب عليها من عمل لمواجهة وكلاء الصليبين و التخلص من خطرهم فكثير من أبناء الأمة الصادقين , لما علموا بتبعية حكام البلاد لأمريكا أبغضوهم ونفروا منهم وانضموا إلى جماعات إسلامية تدعوا إلى تحكيم الإسلام وإعادة الخلافة وإسترجاع فلسطين .

والحقيقة أن قادة تلك الجماعات وجدوا أن الأمر ثقيل جدا كما لم يمهلهم الحكام في السعي لما أرادوه من خير فشددوا الضغوط عليهم وخيروهم بين أن يتخلوا عن السبيل الشرعي الذي يمكنهم من إقامة دولة الإسلام وهو الجهاد في سبيل الله أو التعذيب والقتل فركنوا إلى الخيار الأول وتركوا الجهاد في سبيل الله وسموا قتال المجاهدين للطواغيت عنفا وذموه والمجاهدين معا ولا حول ولاقوة إلا بالله .

Meski umat Islam hari ini terpuruk karena tidak melaksanakan kewajibannya, yakni berkonfrontasi melawan para agen salibis dan melepaskan diri dari ancaman mereka, namun masih banyak anak-anak Islam yang masih jujur. Tatkala mereka telah memahami bahwa para penguasa telah mengekor kepada Amerika, mereka membenci dan meninggalkan para penguasa tersebut, lali bergabung dengan Jamaah-Jamaah Islamiyah yang menyerukan pelaksanaan hokum Islam, menegakkan kembali Khilafah serta merebet kembali Palestina.

Namun sebenarnya para Qiyadah Jamaah tersebut melihat bahwa amanah ini sangatlah berat. Selain itu para penguasa tidak akan memberikan kesempatan kepada mereka untuk memperjuangkan kebaikan yang mereka inginkan. Lalu para penguasa itu akan membuat tekanan hebat kepada mereka dan memberikan pilihan antara meninggalkan jalan perjuangan yang syar’i yang akan menghantarkan mereka kepada penegakan Daulah Islam, yakni jihad fi sabilillah, atau pilihan yang kedua adalah penyiksaan dan pembunuhan. Lalu para Qiyadah Jamaah-Jamaah Islamiyah tersebut lebih memilih pilihan pertama dan meninggalkan jihad fi sabilillah, lalu mereka melabeli serangan yang dilancarkan mujahidin terhadap para thoghut sebagai tindakan kekerasan, mereka cela tindakan tersebut dan mereka cela pula mujahidin. La haula walaaquwwata illa billah.

(Maulana Usamah bin Ladin, 19 april 2008)

Bagian dari sunatullah adalah sedikitnya mujahid yang jujur dan ikhlas berjihad di jalan Allah ta’ala.  Sebagian besar dari mereka tertipu dengan berbagai aktivitas yang tidak mengarah kepada amal jihad yang nyata.

Ada sebagian jama’ah jihad yang menyatakan diri akan berjihad di jalan Allah, namun faktanya mereka sibuk membincangkan dakwah dan tarbiyah saja, sibuk merekrut personal saja, sibuk mengadakan tamkhis (penyaringan) saja, sibuk mengadakan I’dad saja, sibuk menggalang dana saja, dan kesibukan-kesibukan lainnya, wallahua alam bishowab.

Angggota-anggota jama’ah itu terasa terbuai & nyaman dengan berbagai aktifitas tersebut. Para anggotanya merasa kasihan melihat orang-orang yang tidak tergabung dalam jama’ah tersebut, dan bahkan mereka merasa lebih baik daripada orang-orang yang pernah tertawan dan pernah terjun di jabhah-jabhah, mereka merasa paling paham “manhaj jama’ah” dalam berjihad di jalan Allah, mereka merasa nyaman punya jabatan struktural, puas dan enjoy dengan menjadi mas’ul ini dan itu, mereka terbuai mimpi-mimpi dan mereka merasa telah berjihad di jalan Allah.

Padahal yang terjadi sebenarnya mereka hanya jalan di tempat, bahkan berjalan mundur, bak orang yang sakit berat tetapi mengaku sehat wal afiat.  Memang mereka berdakwah, merekrut dan melakukan I’dad, kemudian I’dad, kemudian I’dad, tapi kenyataanya kemudian mereka diam, lalu diam dan lalu diam.  Tidak ada progres (kemajuan) yang dicapai setelah idad, tidak ada amaliyat yang direncanakan dan ditekuni, tidak ada musuh yang diancam, tidak ada musuh (aimatul kufr) yang di ightiyal (dibunuh secara mendadak) dan tidak ada musuh yang diperangi meski dengan bayonet.

Yang terjadi hanya menunggu, menunggu, dan menunggu, ahsan istiqomah dengan “manhaj jama’ah”, jangan lakukan apa-apa kita tunggu perintah qiyadah,  jangan lakukan amalaiyat karena itu menyusahkan yang lain, nggak usah neko-neko yang lain belum siap, kita masih lemah, kita tunggu jumlah anggota jama’ah menjadi besar, yang penting sekarang kita I’dad dulu,  kita jangan lakukan ini dan itu.

Walaupun waktu tetap berjalan, umur jama’ah telah mendekati 20 tahunan, semakin banyak anggota yang beruban, banyak anggota yang telah tiarap dan ditelan zaman (hubbud dunya), banyak ustad –illa man rahimahullah— dan anggotanya yang sibuk meninggikan bangunan, banyak ikhwan pengusaha yang gonta-ganti kendaraan mewah dan banyak sudah qiyadah yang telah udzur di perjalanan.  Lahaula wala quwwata illabillah!!

Aduhai!!!, fenomena apa yang tengah terjadi? Sebenarnya dimana jati diri jama’ah itu?  Bilakah berakhir kondisi jama’ah itu menjadi jama’ah yang benar-benar ditakuti, lantaran irhab, ightiyal dan serangan-serangan mereka terhadap musuh-musuh mereka dari kalangan murtadin dan kafirin.  Akankah hal ini masih sebuah mimpi dan angan-angan, jika ya!! Kenapa jama’ah ini tidak segera memperbaiki diri, berbaris satu shaff dan belajar dengan mujahidin internasional yang mengirhab (menterror), mengightiyal dan memerangi sampai ke jantung kota musuh-musuh mereka.

Kenapa jama’ah ini tidak segera mengirim anggotanya masuk ke kancah-kancah peperangan secara kontinyu, tidak segera melakukan balasan atas perbuatan para murtadin dan kafirin yang telah membunuh sebagian anggotanya, tidak segera menightiyal aimatul kufr dari kalangan munafiqin dan kafirin, tidak segera mengirim satu atau dua orang atau satu squad mujahidin untuk memberi pelajaran atas kesadisan mereka terhadap para mujahidin, kenapa tidak segera?

Adakah dalil untuk menunda-nunda ketika darah mujahidin telah tertumpah, kehormatan dihinakan dan harta benda dirampas?  Masihkah akan dimusyawarahkan, didiskusikan, diteliti, dianalisis dan selalu diperdebatkan ketika tanah-tanah kaum muslimin dirampas dengan brutal? Masihkan hukum jihad fardhu ain diperselisihkan dan di bantah, ketika darah, kehormatan dan harta kaum muslimin terampas?

Jihad akan eksis hingga hari kiamat datang, dan penundaan jihad menyebabkan kemaslahatan jihad akan terlewat (lihat Al-Mugny, Imam Ibnu Qudamah, 10/374).  Karena itu setiap mukmin seharusnya berjihad memerangi musuh-musuh Allah, sekalipun yang tersisa hanyalah dia sendiri, ya meski hanya sendirian tetap di benarkan syariat. Bahkan Syaikh Mujahid Marwan Hadid (yang syahid di penjara thogut Saudi) mengatakan, “…Bersiap-siaplah kalian memerangi musuh-musuh Allah, baik secara individu maupun berkelompok (berjama’ah).”

Sesungguhnya tanah itu didapat dengan darah, kehormatan dan harga diri ditukar dengan tulang belulang dan jiwa.  Afghonistan mendapatkan kemenangannya setelah tumpahnya darah 1,5 juta syuhada.  Daulah Islam Iraq berdiri di atas tulang belulang dan darah ribuah syuhada di daerah dua aliran sungai. Tidak ada tanah kecuali ditukar dengan darah, tidak ada kemuliaan kecuali dengan irhab, ightiyal dan perang, ini semua telah jelas dan berdasarkan dalil yang tsawabit dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasul-Nya.

Masihkah kita mengatakan : “nanti saja jihadnya, jika ikhwan sudah banyak.”  “Nanti saja jika qiyadah sudah solid,”  “Nanti saja jihadnya, jika sudah terkumpul uang sekian juta atau sekian milyar,”  “nanti saja jika semua orang telah paham manhaj jama’ah kita” … Duhai!!, dimana kiranya kitab-kitab yang membahas fiqh jihad, duhai!! dimana kiranya orang yang mau mengambil ilmu dan tajribat dari para ahlu tsugur!! Duhai!! Apa yang terjadi, jika para ahlu tsugur dianggap tidak paham manhaj jama’ah dan tidak memahami jihad, Duhai!!, apakah ahlu tsugur posisinya tidak lebih dari seekor keledai!! …. Atau para (calon) mujahidin yang merasa menjadi aktivis jama’ah sudah keras hatinya laksana batu pualam yang bangga dengan kebodohannya, kedunguannya, keterkungkungannya dan lebih memilih “jerat” struktural jama’ah dari syariat yang benar!!

Kalau jama’ah itu tidak mau menyesuaikan dengan gerak langkah mujahidin internasional (baca Al-Qoidah) dalam manhaj, taktik dan strategi jihadnya, maka mereka akan ketinggalan,  mereka akan ditelan zaman, mereka akan ditinggalkan oleh anggota-anggotanya yang jujur dan benar jihadnya, mereka akan ditinggal orang-orang yang berpotensi dan kader-kadernya yang brillian, mereka akan dirundung masalah internal yang tak berkesudahan, mereka akan menjadi jama’ah yang terkungkung dengan toriqohnya sendiri dan mereka akan menjadi jama’ah bak orang berpenyakit yang tinggal menunggu kematiannya.

Mengapa al-Qoida? …. Karena mereka adalah tanzim yang mashur dan telah teruji menyibukkan dunia, mengancam, menggentarkan dan menakutkan negara pembuat onar dunia, Amerika dan sekutu-sekutunya baik di timur maupun di barat.  Perintisnya adalah sang pemicu irhab (terror) dan perang, syaikh Abu Abdillah Usamah bin Ladin hafidzahullah di negeri Afganistan.  Kemudian organisasi ini berkembang dan meluas di seluruh dunia.  Hampir disetiap negara ataupun wilayah terdapat pengikut organisasi ini, meski mereka tidak “mendaftarkan diri”.  Boleh jadi cabang dari pohon yang sangat kuat ini adalah tanzim Al-qoidah di Jazirah Arab, di negeri dua aliran sungai (Iraq), dan di Al-Magrib Al-Islami (Al-Jazair). (lihat Nurul Yaqin, Syarah Aqidah tandzim al-Qaidah fi biadir Rafidain).

Pos ini dipublikasikan di AKIDAH, Al Jihad, NASEHAT, True Story. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s