DAN MENJADILAH TERORIS

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Terroris seolah-olah momok yang sangat menakutkan, bagaikan monster yang mejelma di abad ini. Walah,… gawatnya lagi cap terroris sering di tunjukan kepada para pejuang yang menentang para penjajah di abad ini. Bahkan lebih tragisnya lagi sebutan terroris di labelkan kepada kaum muslimin yang sedang membela hak-haknya.
Siapapun kita, di sadari ataupun tidak, pernah membuat orang lain khawatir dan merasa takut terhadap apa yang kita lakukan, sengaja atau tidak kita telah membuat ‘terror’ dalam arti kata secara umum. Dan arti kata terroris sendiri belum ada satu kesamaan pemahaman dalam pendefinisiannya, tapi secara umum dapat kita fahami bahwa terroris itu, orang yang membuat takut atau gentar orang lain. Pada suatu peperangan antara satu dengan yang lainya saling berusaha untuk membuat gentar atau membuat rasa takut kepada musuhnya, mereka berusaha dengan segenap kemampuannya mengatur strategi and taktik untuk membuat terror pada musuh-musuhnya. Sesunggunya kemenangan dalam peperangan itu bukanlah hancurnya semua perlengkapan perang musuh akan tetapi hancurnya mental juang atau keberanian dari para musuhnya.
Kepada siapapun kita tunjuk hidung terroris, ini di pengaruhi di barisan mana kita berdiri…??
Suatu bahan renungan kita benarkah dalam ajaran islam mengajarkan tentang terror?? Hal ini tergantung dari subyek dan obyeknya dan tergantung dari realita, membahas masalah perang dan perangkatnya tidak bisa dari hanya tumpukan kitab. Bagi kaum penjajah(kafir) mengangkangi negeri-negeri Muslim sekaligus menodai tanah-tanah suci kaum Muslimin bukanlah tindakan terroris. begitu pula menyembelih orang-orang tua yang tak berdosa, memperkosa kaum muslimah, membantai anak-anak kecil, menghujani mereka dengan bom dari pesawat-pesawat tempur, membantai mereka dengan roket balistik, menghancurkan rumah-rumah, perkampungan kaum muslimin dan mesjid-mesjid menurut kaum kafir penjajah tidak disebut terroris. Sebaliknya pembelaan diri demi mempertahankan kemuliaan dien ini, demi menjaga darah, kehormatan dan hargadiri adalah sebagai kegiatan biadab, perbuatan “terror”,…! Akhirnya, betapa banyak kaum muslimin begitu mudah menerima konsep ‘terror’ dari kaum penjajah kafirin, yang pada akhirnya mereka sanggup berkerjasama dengan musuh-musuh mereka dalam mengangkangi negeri-negeri kaum muslimin, bahkan sambil tersenyum sekalipun dan dengan menggukan bahasa diplomasi dengan kalimat-kalimat munafiq..! Sedangkan menurut konsep islam ‘terroris’ adalah kewajiban Rabbaniyah, tindakan ini semata-mata di tunjukan kepada musuh-musuh Allah dan musuh-musuh kaum muslimin. dan islam tidak melegitimasi pembunuhan terhadap kaum tua, wanita, dan anak-anak yang sama sekali tidak terlibat dalam urusan perang.
Dalam ayat al-quran di bawah ini, Allah menggunakan lafaz: “Turhibuuna bihii”(yang dengan persiapan itu kamu menggentarkan…), Firman Allah : “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang di tambat untuk berperang(yang dengan persiapan itu), kamu menggentarkan musuh Allah. musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, sedangkan Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya(dirugikan)” (al-quran Al-Anfal : 60).
Sedangkan dalam ayat berikut Allah menggunakan lafaz: “Ruhbatan”. ” Sesungguhnya kamu dalam hati mereka lebih ditakuti dari pada Allah yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tidak mengerti” (al-Hasr:13).
Karena terror di syari’atkan dalam islam, dimana terror itu sendiri ditujukan kepada musuh-musuh Allah dan kaum muslimin merupakan suatu faridhah(kewajiban) yang sangat tinggi dalam islam, sebagaimana firman Allah:”(yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya…”
Kaum muslimin di perintahkan untuk memproduksi segala jenis senjata yang dengannya menimbulkan terror(kegentaran) pada musuh-musuh Allah dan musuh kaum muslimin. Hal ini tentunya berbeda sepanjang zaman dalam artian bentuk dan jenisnya, sesuai dengan daya kekuatan yang di pakai dari waktu kewaktu. Dan Allah telah mewajibkan hamba-hamba-Nya untuk melaksanakan hal tersebut dan membantunya dengan harta karena di akhir ayat ini, Allah menyebutkan “Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya(dirugikan)”. Maka jadilah terroris yang menerror orang-orang kafir dengan harta dan jiwa kita, sekalipun orang-orang kafir itu membenci dan para pengganggu perang membisikan kalimat rusaknya, dan sekalipun orang-orang munafiq merasa rendah diri dengan kewajiban ini. Senangilah dengan julukan sebagai terroris, apabila yang di maksud mereka adalah para pejuang kebenaran ini. Sesungguhnya hidup ini adalah ujian, sekalipun fitnah itu pahit terasa, ikhlas dan I’tiba akan membuat kita bagaimana merasakan kelezatan nikamtnya iman. Wallahu’alam…
Wassalamu’alaikum…

OLEH : ABDULLAH AL BANTANY

Pos ini dipublikasikan di NASEHAT. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s