MISI KAMI DAKWAH TAUHID (sebuah tanggapan terhadap tulisan refleksi jihad aceh) bag 2

Selanjutnya ada hembusan beraroma kurang sedap yg ditiupkan penulis blog itu, dengan isue hati-hati pada kader jihadi ‘karbitan’. Lontaran seperti ini, tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan kecurigaan antara kader dakwah tauhid dengan kader jihadi. Ungkapan ini muncul kemungkinan penulis blog itu kurang memahami akan peran dan fungsi dari aktivitas dakwah tauhid. Bukankah peran dan fungsi aktivitas dakwah tauhid adalah menyeru umat, agar beribadah hanya kepada Allah saja, yg berhak diibadati, dan umat beramal dengan landasan ilmu syar’i (dalil/hujjah), serta menyadarkan umat dan menyiapkannya untuk mengemban amalan jihad fiesabilillah dalam rangka iqomattuddien.
Dengan demikian jelaslah bahwa yg merekrut dan menyiapkan kader-kader jihadi adalah para aktivis dakwah tauhid, dan akan tidak mungkin umat menyambut jihad begitu saja, tanpa dakwah terlebih dahulu datang padanya. Dan apabila kita melihat atau menemukan kader dakwah atau kader jihadi yg berperingai dan berahlaq kurang baik, selayaknya kita nasehati dan membinanya menuju pada penyempurnaan iman islam, karena kita manusia tempatnya khilaf dan benar. Tidak sepatutnya kita hembuskan hal-hal yg kurang baik, yg akan berdampak merusak kehormonisan ukhuwah umat muslimin.

Ya ikhwani…penulis blog itu dalam catatan yg berikutnya mengimagekan kami seolah-olah beramal jihad ini tanpa landasan ilmu syar’i, dengan tuduhan bahwa jihad menjadi tujuan kami, dan dia juga menunjukan sikap istihsan dengan ungkapan ajakan jihad kami absurd (kabur), dan pandangan dia merancang mati syahid sama halnya merancang kekalahan. inilah sikap istihsannya si penulis blog itu. Abu Muhammad Ali rahimahullah berkata: “dan kebenaran itu adalah kebenaran meskipun dianggap buruk oleh manusia, dan kebathilan itu adalah kebathilan meskipun dianggap baik oleh manusia, maka sahlah istihsan adalah syahwat, pengikut hawa nafsu dan kesesatan-kesesatan, dan kepada Allah ta’ala kami berlindung dari kehinaan.” (2/196 dari Il Ihkam fi ushulul ahkam).

Tujuan kami adalah menegakan laa ilaaha illaallah, khilafah islamiyah sebagai sarananya, Rasulallah shalallahu ‘alahi wasallam bersabda : “akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yg berperang menegakan agama Allah, mengalahkan musuh-musuh mereka dan tidak membahayakan mereka orang-orang yg menyelisihi mereka hingga datang hari kiamat atas mereka sedang mereka dalam keadaan demikian.”(HR.Muslim).
Dan Allah ta’ala berfirman: “dan perangi mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata…” (QS.Al-Anfal:39).
Inilah tujuan kami berjihad fiesabilillah, untuk menegakan kalimat laa ilaaha illaallaah, supaya jangan ada lagi fitnah(kemusyirikan), supaya agama hanya bagi Allah ta’la semata. Adapun jihad sebagai jalan(sarana) dalam pencapaian tujuan yg kami tuju. Sebagaimana Allah ta’ala berfirman:
“orang-orang yg beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang kafir berperang di jalan thoghut…”(QS.An-Nisa:76)

.

Bila penulis blog ‘elhakimi’ mengatakan ajakan jihad kami absurd(kabur), sungguh ini adalah pandangan orang yg rabun, yg tidak bisa melihat dengan jelas, matahari yg bersinar terang pada siang hari yg cerah. Jihad kami berlandaskan syar’iat Allah ta’ala, musuh kami siapa saja yg Allah ta’ala dan Rasul-Nya musuhi, sebagaimana yg disyariatkan olehNya. Peperangan kaum muslimin dengan kaum pejajah salibis yahudi, israil, amerika dan sekutunya hampir setiap hari terjadi, korban dipihak kaum muslimin yg sedang terjajah terus berjatuhan, seperti di palestina, irak, afganistan, somalia dan belahan bumi lainnya. Orang-orang kafir itu memerangi kaum muslimin dengan sandi perang salib, perang melawan terorisme. Fahamkah antum siapa teroris yg mereka maksud? Sungguh rasa takutmu pada thoghut dan keenggananmu untuk jujur, mengatakan bahwa mereka adalah thoghut yg wajib kita perangi, akan berakibat penyesalan selama-lamanya. Karena disinilah kita realisasikan al-wala(loyalitas) dan al-baro'(berlepas diri), sebagai pengamalan laa ilaaha illaallah.

Dan ungkapan merancang mati syahid adalah merancang kekalahan, hal ini menampakan pada kita bahwa penulis blog itu, telah mengidap virus wahnn, karena apa yg dia ungkapkan ini tanpa dasar dalil syar’i. Dan yg jelas ungkapannya ini, bertentangan dengan firman Allah ta’ala:

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki.”(QS.Al-Imron:169)
“…dan barang siapa berperang dijalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan, maka kelak akan Kami berikan pahala yg besar.”(QS.An-Nisa:74).

Mati syahid adalah karunia yg Allah ta’ala berikan pada hamba-hamba-Nya yg sholih. Dan mati syahid merupakan salah satu kemenangan bagi setiap mujahid, karena setiap mujahid mencita-citakan hidup mulia dengan syari’at Allah ta’ala tegak atau mati syahid atasnya…semoga Allah ta’ala memberikan kesyahidan pada kita semua…

Dan penulis blog itu mengatakan indonesia bukan wilayah konflik(lahan jihad), dan ungkapannya, apakah pilihan yg bijak untuk menegakan islam disini? Jihad merupakan kewajiban bagi setiap orang yg beriman, sebagaimana Allah subhannahu wa ta’ala firmankan dalam QS.Al-Baqoroh:216, surat An-Nisa:75. Dan fiman-Nyapula:
“sesungguhnya orang-orang yg beriman, hanyalah orang-orang yg beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yg jujur.”(QS.Al-Hujuraat:15).

Rasulallah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “sesungguhnya orang mukmin itu berjihad dengan pedang dan lisannya.”(HR. Ahmad dll. Shahih al-jami’:1934). Dan ijma para ulama, jihad menjadi fardu ‘ain, apabila musuh menguasai tanah kaum muslimin dan ditawannya salah seorang kaum muslimin oleh musuh(orang kafir).

Dengan demikian masihkan kita bertanya musuh umat islam ini siapa? Siapakah teroris(persi yahudi israel, amrik dan sekutunya) yg mereka perangi? Masih antum belum faham wahai penulis blog ‘elhakimi’?? Katakanlah nahnu irhabiyyun (baca: QS.Al-Anfal:60), yg akan menggorok yahudi dan antek-anteknya yg telah menumpahkan darah-darah kaum muslimin..!! Apakah pilihan yg bijak menegakan islam disini? Inilah ketidak jujuran penulis blog itu, yg seolah-olah berpihak pada gerakan jihad fiesabilillah, namun disisi lain dia tidak mau mengungkapkan lawan kita sebenarnya siapa? Yg jelas Allah ta’ala maha tahu atas apa yg di dzahir dan yg disembunyikan oleh setiap makhluk-Nya. Dan pertanyaan seperti ini sepatutnya keluar dari mulut, bukan dari kalangan orang muslim, karena kewajaran mereka kalau belum memahami hakikat ajaran islam itu rahmatan lil’alamin.

Kami adalah umat islam bangsa indonesia yg memahami bahwa islam itu rahmatan lil’alamin bukan rahmatan saudi arabia, dan kami menyadari bahwa kewajiban kami sebagai orang beriman berkewajiban menegakan syari’at islam ini, dimana saja kami berada karena islam diturunkan untuk seluruh umat manusia di jagat raya ini. Dan ketika sipenulis blog, beranggapan bahwa indonesia bukan wilayah konflik(lahan jihad), dan apakah pilihan yg bijak menegakan islam disini. Ada 2 permasalah pokok yg mesti dijawab dengan jujur, untuk mendapatkan jawaban yg penulis blok itu lontarkan.

1. Bagaimanakah pandangan islam, terhadap perkawanan(kerjasama) pemerintah RI, dengan bangsa penjajah amerika dan sekutunya yg kafir? Kaitannya dengan firman-Nya ini:
“wahai orang-orang yg beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang yahudi dan nasrani sebagai teman setia(mu), mereka satu sama lain saling melindungi, barang siapa diantara kamu yg menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yg zalim.” (QS.Al-Maidah:51).
Bukti dari kerjasamanya mereka, dibukannya hubungan diplomatik, menjalin kerjasama dalam bidang ekonomi, politik, militer dan pertahanan, keamanan negara, antara mereka. Dan dengan ikut sertanya pemerintah RI, dalam perang melawan teroris persi amerika dan sekutunya sebagai bentuk loyalitasnya, maka tidak satupun anak negeri ini yg dijerat UU terorisme selain dari kalangan muslim. Adakah yg dipenjara dalam negeri ini yg beragama lain, selain islam?(maksudnya dalam kasus terorisme -AM).

Darah kaum muslimin dinegeri ini telah mereka tumpahkan, masih hangat dibenak kita, bagaimana pembataian muslim ambon, poso, sambas dan daerah lainnya. Dan pembunuhan dan penangkapan yg hingga kini terus dilakukan densus88, terhadap para aktivis dakwah tauhid dan mujahid. Masihkan kita katakan ini bukan wilayah konflik? (lahan jihad), disisi lain kaum muslim satu persatu mereka bunuh, dan yg lainnya mereka penjarakan? Apakah baru akan kita katakan ini wilayah konflik kalau yg mereka bunuh itu ayah, ibu kita, yg mereka penjarakan itu kakak dan adik kita? Ketahuilah wahai penulis blog, persaudaraan islam itu bukan berlandaskan nasab semata, lebih dari itu, persaudaraan islam dibangun dengan dasar ikatan iman islam (aqidah tauhid). Konflik telah terbuka, tinggal skala perlawanan besar atau kecil yg akan mempengaruhinya.

2. Kafirkah pemerintah RI ini, ketika tidak memberlakukan syari’at islam dlm menjalankan roda pemerintahannya, dengan mereka menghalalkan apa yg telah Allah haramkan dan mengharamkan apa yg telah Allah halalkan..?
Contohnya mereka melegalkan perzinaan dengan melokalisasinya, dan membolehkan homer (miras) diproduksi demi sebuah devisa, padahal Allah telah mengharamkannya. Dan mereka melarang jihad kepada kaum muslim untuk membela saudaranya, padahal Allah telah memerintahkannya, dst.
Jujurlah dalam penilaian ini, karena disinilah akan membedakan letak pembelaan kita, berdiri dibarisan pembela agama Allah atau berdiri pada pihak thoghut..

Allah ta’ala berfirman:
“…barang siapa tidak memutuskan perkara dengan apa yg telah diturunkan Allah, maka mereka itu orang-orang kafir.”(QS.Al-Maidah:44).
Dan apabila jawaban kita sama dengan ayat ini, dalam menilai pemerintah RI, maka serulah dan amalkan firman-Nya ini:
“hai orang-orang yg beriman, perangilah orang-orang kafir disekitarmu itu,dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas dari kamu.”(QS.At-taubah:123). Dan firman-Nya: “maka janganlah kamu menta’ati orang-orang kafir, dan jihadilah mereka itu dengan Al-qur’an dengan jihad yg besar.”(QS.Al-furqon:52).
Dan Rasulallah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “jihadilah orang-orang musyirik itu dengan harta kalian, jiwa kalian, dengan tangan kalian dan lisan kalian”(HR. An-Nasai dll, shahih An-Nasai:2900)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “siapa yg meninggalkan aturan baku, yg diturunkan kepada Muhammad Ibnu Abdullah penutup para Nabi, dan justru dia merujuk kepada aturan-aturan(hukum), yg sudah di nasakh(hapus), maka dia kafir. Apa gerangan dengan orang yg merujuk hukum ilyasa(yasiq) dan lebih mendahulukannya dari pada aturan Muhammad maka dia kafir dengan ijma kaum muslimin.”(Al-Bidayah:13/119). Inilah ulama salaf yg telah mengkafirkan pemerintah yg tidak berhukum dengan syari’at islam.. masihkah kita akan bisu pada kekafiran negeri ini? Hati-hatilah dengan kekafiran, barang siapa tidak mengkafirkan yg sudah jelas kekafirannya maka dia kafir…

Wahai penulis blog ‘elhakimi’ orang yg bijak itu orang yg jujur dan konsisten terhadap apa yg dia janjikan dengan tuhannya. Dan dia tak akan pernah bertekuk lutut pada penguasa kafir, apalagi menjadi penjilat, dia tidak akan membiarkan saudaranya dizalimi oleh orang-orang kafir, dia bangkit membelanya. Orang yg bijak dia akan selalu berupaya pada suatu perubahan yg diharapkan agama dan umatnya. Dia akan memahami, bahwa perubahan yg dinantikan dalam realita umat, tidak mungkin bisa diwujudkan hanya dengan harapan, janji-janji, membuat teori kepastian menang dan kejayaan secara teoritis saja, lebih dari itu, memerlukan amalan nyata (praktek) dan tulus didalam berteori. Karena dia fahan bahwa umat ini, tidak lagi mengekor, dibelakan orang-orang yg hanya pandai berkoar…

Ya ikhwani…ketika kita mengobarkan semangat jihad dan mengamalkannya, dalam rangka menegakan kalimat laa ilaaha illaallaah dan memerangi musuh-musuh islam, dikatakan bagaikan hidup diplanet lain (seolah-olah tidak layak hidup di bumi), dan dituduh berpenyakit autis, apakah ungkapan seperti ini, muncul dari orang yg mendasarkan pada rasa cinta atau kebencian? Yg jelas kita semua punya penilaian, dan hanya dari golongan kuam munafiq (kafirin), orang yg membenci amalan jihad..!! Apakah layak kita katakan kepada penulis blog ‘elhakimi’ sebagai orang idiot dan mengidap penyakit epilepsi (ayan), tanpa terlebih dahulu bertabayyun dan mendiagnosa yg bersangkutan?! Ya ikhwani… inilah ujian kita, Islam yg awal mulanya asing, akan kembali asing sebagai permulaannya datang. Orang yg hanya pandai menyalahkan, dan mencaci maki untuk menutupi rasa takutnya kepada thoghut, itulah sikap asli kaum munafiqin, sebagaimana yg Allah subhannahu wata’ala firmankan:
“mereka kikir terhadapmu, apabila datang ketakutan(bahaya) kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata terbolak-balik, seperti orang yg pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang mereka mencaci kamu dengan lidah yg tajam, sedangkan mereka kikir untuk berbuat kebaikan, mereka itu tidak beriman, maka Allah hapus amalnya. Dan yg demikian itu mudah bagi Allah.”(QS.Al-ahzab:19)
Coba cernalah secara baik-baik ayat ini, agar kita lebih hati-hati dalam menilai mujahidin…

Dan kami ucapkan jazakallah khoiron, pada ikhwah yg telah memberikan nasehat dan saran dengan tulus, karena hal inilah yg kami butuhkan, bukan cacian, atau kata-kata hanya untuk menyalahkan. Sungguh nasehat dan saran, sangat berguna bagi kami , untuk beramal islam kearah yg lebih baik. Mudah2an Allah ta’ala menyatukan kita dalam barisan orang-orang yg sholih, yg berdakwah dan berjihad fiesabilillah, serta menghimpunkan kita dalam jannah-Nya… amiin….

Syaikh Abdullah azzam rahimahullah, menasehati pada kita dengan ungkapannya: “sesungguhnya dien ini tidak akan dapat dipahami kecuali oleh orang-orang yg berjihad untuk merealisasikan secara nyata di bumi, dan orang-orang yg menghabiskan waktunya diantara lembaran kitab dan fiqih, tidak mungkin dapat memahami tabiat dien ini kecuali mereka berjihad untuk membelanya. Dien ini tidak dapat difahami rahasia-rahasianya oleh orang faqih yg hanya duduk-duduk, karena fiqih itu tidak diambil kesimpulannya kecuali dari perjalanan kehidupan berharakah bersama dien ini di alam realita.”

Demikianlah sementara tanggapan yg kami berikan, mudah-mudahan bermanfaat, untuk kita beramal shalih, semoga Allah ta’ala memberikan kemengan pada mujahidin fiesabilillah, dan membebaskan mereka yg di tawan thoghut…

Ya Allah hancurkan thoghut amerika dan sekutunya, hancurkanlah persatuan mereka…
ya Allah sungguh Engkau Maha mengetahui bahwa hati-hati ini, telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepadaMu, bertemu untuk ta’at kepadaMu, bersatu dalam rangka menyeru (dijalan)Mu, dan berjanji setia untuk membela syari’atMu, maka kuatkanlah ikatan pertaliaannya…

Ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukilah jalan dan penuhilah dengan cahayaMu, yg tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepadaMu, hidupkanlah dengan ma’rifatMu dan matikanlah dalam keadaan syahid dijalanMu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong…amiin…

Wasalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh…

Bumi Allah, 01-06-2010. Hamba Allah yg faqir. Abdullah Al-Bantani.

Pos ini dipublikasikan di Renungan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s