MISI KAMI DAKWAH TAUHID (sebuah tanggapan terhadap tulisan refleksi jihad aceh)

(ditulis oleh seorang mujahid Tandzim Al-Qoida Indonesia Serambi Mekah)

Asalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh… Segala puji hanya bagi Allah, yg telah memberikan pd kita berbagai nikmat dan karunia serta diberikannya hidayah sebagai pancaran nikmat iman islam dan takwa diatas jalan jihad fiesabilillah, karena dengan nikmat inilah Allah memuliakan kaum muslimin dan menghinakan orang-orang kafir, Allah memuliakan para wali-Nya dan merendahkan musuh-musuh-Nya. Maka beruntunglah bagi mereka yang teguh dlm iman islam dan rugilah bagi mereka yg meninggalkannya. Sholawat dan salam, selalu tercurahkan pada panglima para mujahidin dan imam bagi orang-orang yg takwa baginda Muhammad Rasulallah shalallahu alaihi wasallam, yg telah menyampaikan risalah tauhid, sebagai penyelamat bagi seluruh umat manusia. Ikhwan fillah rahimakumullah…silah (maksudnya risalah -AM) ini sebuah tanggapan dan nasehat dari sebuah tulisan tentang refleksi jihad Aceh, yg ditulis dlm blog elhakimi, yg isinya terkesan menuduh dan menyalahkan, tanpa terlebih dahulu bertabayyun pada orang-orang yg terlibat langsung dengan i’dad jihad di Aceh(al-qaida serambi mekkah), yg dengan itu berdampak menimbulkan suatu perdebatan, dan bahkan menjadi ajang ghibah dan penyebaran fitnah di kalangan umat. Hal ini sangat disayangkan dan tanggapan ini dibuat agar umat tidak tersesat oleh informasi-informasi yg tidak benar. Apapun teori yg dianut oleh para komentator dlm menilai suatu permainan, tidak akan sangat berpengaruh pada permainan itu, yg jelas komentator adalah penonton dan yg akan lebih tahu ilmu, stategi dan taktik serta kelemahan dan kelebihan dari masing-masing para pemain adalah team dari para pemain itu. Apakah pantas komentator mengevaluasi kinerja suatu tim pemain tanpa dia merasa bagian dari team itu? Dan syukur-Alhamdulillah, atas adanya tulisan mengenai refleksi jihad aceh, sebagai semangat saling menasehati dan cinta, seperti apa yg penulis itu tuturkan dlm catatannya. Namun, apalah arti sebuah nasehat dan cinta, kalau tulisan itu tidak didasarkan pada data dan fakta yg benar. Seperti Dgn bertabayyun kpd yg bersangkutan..
Jika hal ini terjadi, apakah tidak keliru? Ketika ada orang menilai dan mengatakan penulis blog ‘elhakimi’ adalah orang yg terkesan menjadikan dakwah sebagai tujuannya dan sebagai kaki-tangan banu abbas(nasyir abbas), karena mempunyai statemen yg sama dengannya, dan satu suara dengan kata: indonesia bukan wilayah konflik(lahan jihad). Model dan nada kata-katanya tidak jauh berbeda dengan introgrator densus88. Tanpa ada tabayyun terlebih dahu pada yg bersangkutan, sekali lagi apakah hal ini tidak keliru?? Dengan ini untuk menghindari kesalah fahaman yg ditimbulkan akibat penilaian yg keliru oleh penulis blog itu, dan untuk keterbukaan mana yg haq dan mana yg bathil dihadapan umat ini, serta umat mengetahui dengan jelas apa yg sebenarnya yg kami perjuangankan dalam jihad fiesabilillah ini, yg telah disamarkan oleh media-media kufar dan para penikam jihad. “sungguh matahari akan terus bersinar terang pada setiap hari, sekalipun awan-awan berupaya menyelimuti”. Suatu kemenangan akan kita raih membutuhkan suatu proses dan dlm proses inilah kita dihadapkan dengan berbagai ujian. Dan dengan ujian inilah Allah subhannahu wata’ala, hendak menyaring siapa diantara kita yg benar dlm imannya dan siapa yg dusta, sebagaimana firman-Nya: “apakah manusia itu mengira, bahwa mereka dibiarkan(saja) mengatakan:”kami telah beriman” sedangkan mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yg sebelum mereka. Maka sesungguhnya Allah mengetahui, orang-orang benar dan sesungguh Dia mengetahui orang-orang yg dusta”.(QS.Al-Angkabut:2-3). Bukankah kewajiban kita hanyalah untuk beramal sholih(ikhtiar) dlm rangka takwa kepada Allah subhannahu wata’ala, adapun masalah hasilnya kita tawakkalallah karena hanya Allah yg berhak menentukan baik atau buruk, menang atau kalah, hasil yg kita raih. Dan segala ketetapan takdir apapun yg menimpa kita itulah yg terbaik bagi kehidupan kita. Dan apa yg kami lakukan di Aceh dlm rangka takwa pada Allah, “persiapkanlah segala sesuatu yg kamu sanggupi…”(QS.Al-Anfal:60),..
Inilah ujian yg kami hadapi, jangalah menyikapi ujian ini, seperti orang yg dijelaskan dlm fiman-Nya ini: “jika mereka memperoleh kebaikan, maka mereka mengatakan:”ini dari sisi Allah”dan jika mereka ditimpa suatu keburukan, mereka mengatakan:”ini dari sisi Engkau(Muhammad),”katakanlah, “semua datang dari sisi Allah” maka mengapa orang-orang itu(orang-orang munafik), hampir tidak memahami pembicaraan(sedikitpun).”(QS.An-Nisa:78). Inilah misi kami dakwah tauhid, sebagaimana Allah subhannahu wata’ala firmankan: “dan kami tidak mengutus seorang rasul pun, sebelum Engkau(Muhammad), melainkan kami wahyukan, bahwa tiada tuhan(yg berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku”.(QS.Al-Anbiya:25) Dan Rasulallah shalallahu alaihi wasallah bersabda: “Aku diutus menjelang hari kiamat dengan pedang, sampai Allah saja yg berhak disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya dan dijadikan rezekiku berada dibawah bayang-bayang tombakku,dan dijadikan hina dan kerdil orang-orang yg menyelisihi perintahku”. Dengan dalil diatas akan sangat keliru ketika penulis blog elhakimi, mengesankan kami tidak melakukan dakwah pada umat, untuk kafir(berlepas diri) pada thoghut, dan menumbuhkan semangat jihad serta cinta akan mati syahid. Sangat tidak mungkin bagi kami , meninggalkan dakwah disisi lain kami mempunyai misi dakwah tauhid. Jujurlah dlm menilai, sungguh dengan adanya sekelompok anak muda(al-qaida serambi mekkah) merupakan hasil dari aktivitas dakwah tauhid, yg dilakukan oleh da’i-da’i yg jujur. Dan tidak sedikit anak muda dari umat ini, yg menyambut dakwah tauhid, mereka berani mengatakan yg haq dihadapan penguasa kafir, mereka mengamalkan jihad fiesabilillah dan mencintai mati syahid sebagai jalan kematiannya. Adapun ketika melihat sedikitnya dukungan masyarakat pada suatu tempat, janganlah dipandang dakwah tauhid tidak dilaksanakan. Akan tetapi inilah suatu proses kemenangan islam yg kita harapkan. firman-Nya: “apabila datang pertolongan Allah, dan kemenangan dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah”(QS.4:1-2).
Ketika Rasulallah shalallahu ‘alaihi wasallam berdakwah di mekkah selama 13tahun, sedikit sekali mendapat dukungan dari masyarakatnya, kurang lebih 100orang pengikutnya. Apakah pantas kita katakan Rasulallah shalallahu ‘alaihi wasallam, tidak melakukan dakwah tauhid ini? Sungguh dakwah tauhid ini akan tegak bilamana ditopang dengan pedang.(baca, QS.Al-Hadid:25). Artinya dakwah tauhid ini akan berjalan dan mendapat dukungan yg banyak apabila ditopang dengan amalan jihad fiesabilillah. Dan tidak ada sedikitpun bagi kami menihilkan aktivitas dakwah para da’i tauhid yg jujur, sungguh sangat besar peran serta mereka menumbuhkan kader-kader jihadi yg dilahirkan dari rahim umat yg tulus. Untuk itu kami yg terlahir dari umat islam ini, tidak akan pernah menihilkan pranserta mereka dalam amalan jihad ini. Alhamdulillah, melimpahnya logistik yg kami terima, ini suatu bukti bahwa umat adalah bagian dari kami, yg mana mereka berperan sesuai dengan keahlian dan kemampuannya masing-masing dalam memberikan dukungan baik materil maupun moril pada amalan jihad fiesabilillah. Dan apabila ada lontaran tegas dan keras dari sebagian ikhwan kami dalam ceramah-ceramahnya(seperti dalam vidio al-qaida serambi mekkah) terhadap aktivis dakwah, hal ini bukan ditujukan pada para da’i dakwah tauhid, akan tetapi mereka tujukan pada da’i yg menyeru kepada umat untuk bertekuk lutut pada kekafiran(pemerintah kafir), sebagaimana oknum-oknum da’i JI, yg tidak mengkafirkan thoghut dan ansornya secara ta’yin, seraya melontarkan syubhat-syubhat yg batil yg diadopsi dari syaikh-syaikh salafy maz’uum, yg dengannya mereka menganggap sesat para da’i tauhid yg haq yg mengkafirkan para thoghut dan ansornya secara ta’yin, yg mengajak umat berlepas diri dari thoghut itu. Dan inilah suatu bentuk baro’ah kami pada thoghut dan antek-anteknya, sebagaimana firman-Nya: “Engkau(Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yg beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yg menentang Allah dan Rasul-Nya…”(QS.Al-Mujadilah:22

tulisan ini masih berlanjut insyaAllah

Pos ini dipublikasikan di Renungan. Tandai permalink.

4 Balasan ke MISI KAMI DAKWAH TAUHID (sebuah tanggapan terhadap tulisan refleksi jihad aceh)

  1. kolomkiri berkata:

    jihad kok di Indonesia jangan dung…kalo mau jihad sana ke Palestine…kalo gak sanggup kesana ya berdoa aj dari sini..

    • klidin berkata:

      Karna bumi Indonesia juga bumi Islam yang mana wajib untuk di tegakkan hukum Islam secara Kafah…..dan knp jihad harus di Palestina kalo Indonesia sendiri wajib untuk di benarkan sistemnya serta ideologinya….

  2. alchaedar berkata:

    Tegaknya kalimatillah wajib dibelahan bumi. Termasuk indo ini, dimana penguasanya ingkar dgn hukum islam. Meskipun dhohirnya sholat, zakat, puasa atau ibadah ritual lainya, namun manakala urusan pemerintahan dan urusan umum, mereka enggan menggunakan hukum islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s